Terjerat Pesona Driver Tampan

Terjerat Pesona Driver Tampan
Pilihan


__ADS_3

Menikah kedua kali dengan orang yang sama menurut kalian apakah bisa? Bukankah akan sulit jika kenangan lama atau rasa sakit itu akan terulang kembali?


Saat ini Satria mengajak Gwen berbicara empat mata di atas rooftop kantor mereka. "Gwen, tidak bisakah kita mulai hubungan dari awal?" tanya Satria.


"Aku sempat berpikir demikian Mas. Namun, aku sadar aku keliru jika aku harus menderita kedua kalinya. Hidupku adalah pilihanku. Aku tidak mau lagi keliru dalam memilih. Aku memang masih menyimpan perasaan padamu. Namun, setelah orang lain mengungkapkan perasaannya aku merasa dia lebih pantas memasuki hatiku. Karena aku sadar dialah yang selalu ada untukku ketika aku sedang terpuruk. Hanya dia yang menerima diriku apa adanya."


"Apa laki-laki itu Revan?" tanya Satria. Gwen mengangguk.


"Awalnya aku mengira ungkapan perasaannya padaku hanya candaan belaka. Namun, aku sadar kalau aku keterlaluan. Aku kurang peka hingga menyakiti hati laki-laki yang sangat baik dan bersedia merawatku yang sempat mengalami depresi."


"Maaf, akulah yang membuat kamu depresi," ucap Satria dengan penuh penyesalan.


"Aku sudah memaafkan kamu, Mas. Tapi untuk bersama lagi sepertinya itu tidak mungkin. Mas Satria bisa mencari wanita yang lebih baik dari pada aku. Mungkin wanita yang sudah mengharapkan cinta Mas Satria dalam waktu yang lama seperti Mas Revan yang bersedia menunggu kepastian dariku."


Satria mengingat-ingat kembali wanita mana yang dimaksud oleh Gwen. Satria tersenyum kecut karena selama ini tidak ada yang dekat dengannya. "Aku rasa kamu lebih beruntung soal jodoh. Tidak ada yang dekat denganku."

__ADS_1


"Cobalah membuka hati untuk wanita lain. Kamu sangat tampan, pandai dalam segala hal dan terlebih kaya. Wanita mana yang menolak pesonamu?"


"Sudah tahu malah bertanya," sindir Satria. Gwen memukul lengan Satria.


"Kali ini aku tidak akan tertipu dengan wajah tampanmu."


Tiba-tiba Satria memeluk Gwen. Gwen sangat terkejut. Dia takut orang lain salah paham dengannya. Gwen pun berusaha memberontak tapi Satria menahannya. "Izinkan aku memelukmu untuk yang terakhir kali, Gwen. Aku rindu padamu. Tapi aku sadar kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Meskipun kita mantan, aku ingin perpisahan yang tidak meninggalkan luka lagi di antara kita. Aku terima, aku terima jika kamu tidak bisa lagi kembali padaku. Ini salahku yang tidak bisa mempertahankan wanita sebaik dirimu."


Gwen membalas pelukan Satria setelah dia mendengar ungkapan perasaan mantan suaminya itu. "Berhenti menyalahkan diri kamu sendiri, Mas. Aku juga salah karena aku yang pertama berambisi memiliki dirimu."


Satria mulai mengurai pelukannya. "Terima kasih sudah memberikan pelukan terkahir. Berbahagialah dengan pasanganmu. Aku pun akan mencari pasangan yang jauh lebih baik dari pada kamu."


Satria berpikir sejenak. "Kelamaan mikirnya," ucap Gwen. Dia mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Satria.


"Dasar pemaksa," cibir Satria sambil tersenyum.

__ADS_1


Sejak saat itu Satria dan Gwen sibuk dengan urusan masing-masing. Gwen juga sedang menjalin hubungan dengan Revan setelah sekian purnama dia menolak cintanya.


"Akhirnya elo bisa jadi ipar gue," ledek Zavier, kakak Gwen.


"Akhirnya elo kembali ke jalan yang benar, Dek," ledek Glen yang mengomentari masalah pasangan Gwen. Gwen langsung mengerucutkan bibir.


"Honey, kamu jangan mancing. Aku sudah menahan keinginan untuk tidak mencium bibirmu selama lima tahun lebih. Tapi untuk saat ini sepertinya aku tidak bisa tahan lagi." Revan mengejar Gwen hingga berlarian di sepanjang pantai.


Cukup lama mereka berkejar-kejaran hingga membuat nafas Gwen terengah-engah. "Cukup! Aku lelah."


Gwen pun tiduran di atas pasir. Revan pergi sebentar lalu kembali dengan sebotol air mineral dingin. "Minumlah! Aku tahu kamu pasti haus."


Gwen bangun lalu membuka botol mineral itu. Dia meneguk beberapa kali air pemberian Revan. "Kak Revan mau?" tanya Gwen.


"Apakah ini artinya kita berciuman secara tidak langsung?" tanya Revan. Gwen tersenyum nakal. Tanpa berpikir panjang dia mencium Revan lebih dulu di bagian bibir walau sekilas.

__ADS_1


"Ini kan yang kamu mau?" goda Gwen. Revan tersenyum tipis. Tanpa Gwen duga Revan malah menarik leher Gwen kemudian menempelkan bibirnya. Mereka berciuman di bawah sunset.


...Tamat...


__ADS_2