Terjerat Pesona Driver Tampan

Terjerat Pesona Driver Tampan
Bagus


__ADS_3

Suara piring dan gelas pecah terdengar ketika Satria baru pulang sekolah. Saat itu dia masih mengenakan seragam putih abu-abu.


"Tenang, Ma! Tenang!" Deri sedang menenangkan istrinya itu.


"Tenang, tenang. Papa pikir setelah papa main perempuan mama bisa tenang. Aku minta cerai!" Risa menuntut suaminya.


"Maafkan aku, Risa. Aku tidak mau cerai dari kamu." Deri memegang tangan istrinya, tapi Risa menghempaskan tangan Deri.


Satria membanting pintu saat masuk ke dalam kamar. Dia bosan mendengar ayah dan ibunya bertengkar. Satria berpikir untuk keluar dari rumahnya.


Saat semua orang sudah tidur, Satria kabur dari rumahnya. Dia berjalan tanpa arah. Kemudian seseorang yang membawa motor jatuh tepat di depannya. Satria berlari menolong orang itu.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Satria. Pemuda itu membuka helmnya.


"Tidak," jawab Aldo. Sejak saat itulah Aldo dan Satria berteman. Hampir setiap malam Satria pergi diam-diam bersama Aldo untuk menonton balapan motor liar.


Satria merasa bosan di rumah karena orang tuanya selalu bertengkar. Mereka jadi mengabaikan Satria. Satria mencari kebahagiaannya sendiri di luar rumah.


Aldo dan teman-temannya juga mengajari Satria yang polos merokok dan memakai barang terlarang. Untung saja Satria tidak terpengaruh. Dia pikir akan rugi kalau berhubungan dengan barang haram itu. Jadi meski teman-temannya memakai barang terlarang dia tidak melarang. Namun, dia juga tidak memakai.


Semenjak ikut Aldo dan teman-temannya, Satria jadi sering ikut balap motor. Walau tidak jarang dia terjatuh dan terluka, Satria masih saja mengikuti balapan tersebut. Dia memang takut ma*ti saat itu karena jiwanya sudah mati lebih dulu sejak orang tuanya tak pernah memperhatikan dia.


Walau memiliki orang tua yang lengkap, Satria tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup. Keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Namun, setelah mereka tiba di rumah, hanya pertengkaran yang mereka tunjukkan di depan Satria.


Suatu hari sekelompok geng motor menantang Satria. Ketua Geng tersebut bernama Kevin. "Kalau elo kalah, motor lo buat gue. Kalau gue kalah, elo bisa ambil motor dia." Kevin menunjuk motor milik anak buahnya.


Anak buahnya jadi terkejut. "Bos, yang benar saja?"


"Sat, nggak usah terima tantangan dari Kevin. Dia sering curang," kata Aldo berbisik.


"Heh, lo nggak usah ikut campur. Ini pertarungan antara gue dan Satria," bentak Kevin pada Aldo.

__ADS_1


"Gue nggak minat," tolak Satria. Dia memakai helm lalu menyalakan mesin motornya. Namun, sebelum pergi anak buah Kevin maju untuk menyerang Satria.


Satria turun dari motor lalu membuka helmnya. Dia membalas serangan anak buah Kevin menggunakan helm yang dia ayunkan ke arah lawan. Aldo dan teman-temannya ikut membantu.


Tak terima saat melihat anak buahnya yang kalah, Kevin maju dengan menendang bagian punggung Satria. Satria pun jatuh tersungkur. Mulutnya mengeluarkan darah. Kevin melihat Satria lengah, kemudian dia mengangkat kerah baju Satria. Saat dia melayangkan tinjunya, Satria menangkap kepalan tangan laki-laki itu. Lalu dia mendorong tangan Kevin dengan kuat.


Kevin pun mundur. Tapi tidak sampai di situ. Kevin kembali menyerang Satria. Mereka saling pukul hingga wajah keduanya babak belur. Ketika Kevin mulai lelah, Satria membiarkan dia pergi.


"Kenapa lo nggak habisin gue sekalian?" tanya Kevin.


Satria menoleh ke arah Kevin. "Gue bukan elo," jawab Satria dengan tatapan dingin.


Setelah itu Aldo dan teman-temannya pergi meninggalkan Kevin dan kawan-kawannya. "Sial!" Kevin memukul udara saking kesalnya.


Hingga saat ini Satria memilih hidup terpisah dengan orang tuanya. Dia tidak mau kembali ke rumah yang sama sekali tidak memberi kehangatan. Satria pun tidak meminta uang pada orang tuanya untuk membayar kuliah.


Selain dari hasil balap motor liar, dia juga bekerja sebagai driver ojek online dan membuka bengkel motor kecil-kecilan.


Saat itu Gwen memesan ojek online dan Satria menjadi drivernya. Gwen jatuh cinta pada pandangan pertama. Gwen yang memiliki sifat ajaib selalu meminta Satria menjemputnya setiap hari dengan iming-iming bayaran dua kali lipat.


Satria tak berpikir macam-macam saat itu. Dia butuh uang oleh karena itu dia terima tawaran Gwen. Namun, Gwen ternyata posesif terhadap Satria. Dia bahkan menembak Satria berkali-kali meski Satria juga menolak berkali-kali.


Lalu di suatu kesempatan Satria dikerubungi oleh para penggemarnya. Satria sudah sering mengalami itu tapi dia hanya bisa pasrah. Lucunya sejak ada Gwen, mereka tidak berani lagi mendekati Satria. "Bang Sat cuma milik gue," ucap Gwen sambil merangkul lengan Satria.


Satria memanfaatkan sikap Gwen untuk menolongnya dari para penggemar berat yang mengikuti dirinya. "Sorry, gue udah punya pacar," ucap Satria sambil merangkul Gwen. Tapi pengakuannya itu hanya sebuah kebohongan agar mereka tidak lagi menggangu hidup Satria.


Namun, Gwen salah paham. Dia mengira kalau Satria akhirnya membalas cintanya. Padahal Satria hanya berpura-pura. "Sorry Gwen. Gue sengaja ngelakuin itu agar mereka pergi. Elo jangan salah paham," ucap Satria menjelaskan.


Bukannya marah. Gwen malah kembali berharap Satria melakukannya lagi. "Nggak apa-apa. Aku ikhlas kok. Asal aku bisa bareng Bang Sat aku rela jadi pacar pura-pura," jawab Gwen sambil tersenyum malu-malu. Satria menggelengkan kepala karena heran.


Pada akhirnya Satria jatuh cinta pada Gwen. Kebaikan Gwen yang tulus membantu Satria membuat hati laki-laki yang dingin itu mencair. Bahkan Satria rela menuruti perintah Stefy untuk menjadi guru les privat Gwen.

__ADS_1


"Nah, kalau udah dandan kaya gini pasti nggak ada yang mengenali Mas Satria," ucap Stefy mendandani Satria dengan dandanan culun, memakai kacamata dan rambut palsu.


"Gue berubah pikiran," ucap Satria ketika melihat dandanan dirinya yang nggak banget.


"Eitz, Mas Satria mau Gwen dibuang ke luar negeri sama ortunya?" ancam Stefy. Satria menghela nafas. Mau tak mau dia harus berdandan seperti itu jika ingin membantu Gwen.


Sementara itu di rumahnya, Gwen mondar-mandir menunggu kedatangan Satria. "Mana sih kok lama banget," gumam Gwen sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Nungguin siapa, Gwen?" tanya Kristal.


"Guru les privat aku, Ma," jawab Gwen.


"Selamat sore," ucap seseorang yang berdiri di belakang Gwen. Gwen menoleh. Walau didandani dia bisa mengenali Satria.


"Ma, kenalin ini guru les aku. Namanya..."


"Bagus." Satria mengulurkan tangan pada Kristal.


"Kristal, mamanya Gwen."


"Ma, aku ajak Pak Bagus ke dalam ya?" Gwen menarik tangan Satria. Kristal mengerutkan keningnya karena Gwen sepertinya begitu akrab pada guru les privatnya tersebut.


"Jadi Pak Bagus kita belajar apa hari ini?" goda Gwen sambil menahan tawa.


Satria mengetuk kening Gwen dengan pulpen. "Yang serius!" Bukannya marah Gwen malah terkekeh.


"Gwen," panggil Glen. Seketika gelak tawa Gwen pun terhenti.


Apakah Glen akan mengenali Satria?


Jangan lupa komen yang banyak ya

__ADS_1


__ADS_2