Terjerat Pesona Driver Tampan

Terjerat Pesona Driver Tampan
Pengganggu


__ADS_3

Satria kembali ke kontrakannya setelah mengantar Lusi. Gadis itu merengek minta diantar oleh Satria. Mau tidak mau Satria pun mengantarnya pulang. Dasarnya emang Satria yang tidak tegaan.


"Ke mana aja sih? Gue mau ikut balapan," gerutu Aldo.


"Gue mau tidur, kalau elo keluar kunci pintunya!" perintah Satria pada teman satu kontrakannya itu.


Aldo berbohong pada Satria. Dia tidak ikut balapan melainkan pergi ke rumah Stefy. Aldo memanjat pagar rumah Stefy. Dia juga memanjat hingga ke lantai atas rumahnya.


Saat itu, Stefy baru akan tidur. Dia begadang setelah menonton drakor kesukaannya. Saat mendengar suara ketukan dari jendela balkon kamarnya, Stefy merasa ketakutan. Pasalnya tidak mungkin ada orang di balkon kamarnya.


"Stef, Stefy," panggil Aldo dengan suara berbisik. Stefy merinding dibuatnya. Namun, dia memberanikan diri untuk membuka jendela kamarnya karena dia penasaran.


Sebelum dia membuka jendela, Stefy telah mempersiapkan diri dengan membawa payung di tangannya. Perlahan Stefy membuka jendela. "Maling, maling," teriak Stefy sambil memukulkan payungnya ke arah Aldo.


"Berhenti, Stef. Ini gue," teriak Aldo.


"Mas Aldo, ngapain masuk ke kamar aku?" tanya Stefy geram.

__ADS_1


"Gue mau minta maaf tapi elo nggak pernah kasih gue kesempatan. Jadi terpaksa gue lakuin ini," terang Aldo.


"Kita udah nggak ada urusan lagi. Sebaiknya Mas Aldo pulang aja!" usir Stefy.


"Stef, please. Balikan lagi yuk!" ajak Aldo setengah memohon. Stefy menggelengkan kepalanya.


"Aku nggak bisa, Mas," jawab Stefy.


"Kenapa? Apa karena kembaran Gwen?" tuduh Aldo. Stefy menggelengkan kepalanya.


"Aku trauma dengan tindakan Mas Aldo padaku. Aku belum bisa melupakan itu," jawab Stefy dengan jujur. Sampai sekarang bayangan Aldo saat ingin menodai dirinya masih membuat dia gemetar ketakutan.


Stefy merasa lega karena sesungguhnya dia takut Aldo akan berbuat nekad. Untung saja itu hanya bayangan Stefy saja.


Keesokan harinya, sekolah Gwen kedatangan seorang siswi pindahan. Dia akan menjadi teman sekelas Gwen dan Stefy. "Perkenalkan diri kamu!" perintah wali kelas pada gadis itu.


"Namaku Lusi Darmawan, salam kenal semuanya," sapa Lusi dengan ramah.

__ADS_1


"Nama belakangnya kaya gue pernah denger tapi di mana ya?" gumam Gwen.


"Nama belakangnya pasaran kali Gwen," sahut Stefy. Gwen manggut-manggut.


Setelah memperkenalkan diri, Lusi diminta duduk di depan Gwen. Gwen dan Stefy mulai berkenalan secara individual.


"Gue Gwen, dia Stefany panggil aja Stefy." Lusi mengangguk.


Usai jam pelajaran selesai, Gwen dan Stefy mengajak Lusi pulang bareng. Mereka menuju ke parkiran mobil karena Gwen mengusulkan agar menaiki mobil Stefy.


Di saat yang sama Satria memanggil Gwen. Lusi ikut menoleh ketika mendengar suara yang dia kenali. "Mas Satria," panggil Lusi seraya berlari ke arah Satria. Gwen dan Stefy pun dibuat cengo. Gwen langsung terbakar cemburu ketika melihat Lusi memeluk Satria.


"Lusi, jangan seperti ini!" Satria berusaha melepas pelukan Lusi. Dia melihat ke arah Gwen. Kekasihnya itu sudah memberikan tatapan membunuh.


"Kenapa sih, Mas? Peluk saja nggak boleh. Aku kangen tahu," ucapan Lusi membuat Gwen makin panas. Dia pun memilih pergi menggunakan taksi.


Satria ingin mengejar Gwen tapi Lusi terus menempel padanya. "Kamu bisa minggir nggak?" Satria mulai geram. Lusi melepas pegangan tangannya.

__ADS_1


Setelah itu, Satria mengejar Gwen.


__ADS_2