
Hari ini hari pertama kerja bagi Gwen dan Satria. Ya, mereka berdua bekerja di perusahaan yang sama tapi beda departemen. Gwen menempati posisi sebagai sekertaris. Sementara Satria bekerja di bagian penelitian. Tugasnya melakukan test drive sebelum mobil diluncurkan.
"Apa kamu gugup hari ini?" tanya senior Gwen. Dia merupakan sekertaris direktur yang akan cuti dalam waktu dekat karena sebentar lagi melahirkan.
"Tidak," jawab Gwen.
"Selamat pagi," sapa direktur perusahaan tersebut. Sejenak dia memperhatikan Gwen. "Kamu sekertaris yang akan menggantikan Santi?" tanya Dewangga.
"Betul, Pak. Nama saya Gwen."
"Baiklah. Santi ajari dia tentang pekerjaan kamu. Sebelum kamu cuti kamu harus membuatnya mahir mengerjakan pekerjaannya. Aku tidak mau ada kesalahan ketika dia resmi menggantikan dirimu."
"Baik, Pak," jawab Santi. Santi pun mengajak Gwen dan mengajari pekerjaan yang harus dia kerjakan.
Sementara itu, di tempat lain, Satria akan melakukan test drive. "Kamu siap?" tanya salah satu rekan kerjanya.
"Siap." Saat ini Satria sudah ada di dalam mobil. Dia berada di lapangan khusus untuk menguji kecepatan mesin dan mengetahui kelebihan dan kekurangan mesin mobil yang akan diluncurkan.
Satria mengitari lintasan beberapa kali. Dia menambah kecepatan mobil lalu menurunkannya sesuai arahan penguji.
__ADS_1
"Wah, kamu jago sekali mengendarai mobil. Apa kamu seorang pembalap?" tanya rekan kerja Satria yang kagum dengan teknik berkendara pemuda itu.
"Hanya pembalap jalanan," jawab Satria.
"Seharusnya kamu jadi pembalap sungguhan. Kamu handal dalam mengendarai mobil. Good job. Kita istirahat dulu!"
Satria pun menuju ke ruang ganti. "Sat, mau makan siang di kantin?" tanya salah seorang rekan kerjanya.
"Boleh," jawab Satria. Meski dia pegawai baru, tapi karena keahliannya dia sangat disegani.
Di saat yang sama Satria berpapasan dengan Gwen. Saat itu dia duduk di kantin seorang diri. Gwen nampak lesu dan hanya mengacak-acak makanannya. "Mau aku temani?" tanya Satria.
"Ternyata kerja sangat melelahkan," keluh Gwen. Satria terkekeh mendengarnya.
"Kamu baru tahu? Bersyukurlah karena kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih ringan."
Gwen tidak terima pekerjaannya dibilang ringan. Santi menyuruhnya bolak-balik memfotokopi berkas-berkas yang tidak sedikit jumlahnya.
"Ringan bagaimana? Mas Satria jangan meremehkan pekerjaanku?"
__ADS_1
"Apa kamu mau tukar bidang denganku?"
Gwen nampak berpikir. "Mana mungkin. Itu di luar keahlianku," tolak Gwen.
Satria tiba-tiba mengambil minuman Gwen lalu meminum dari sedotan yang sama. "Ihs, kenapa tidak beli sendiri?" protes Gwen.
"Lihatlah antriannya!" Gwen menoleh dan melihat antrian di kantin yang begitu ramai.
"Aku tahu hari pertama pasti sulit untukmu. Tapi cobalah bertahan! Banyak yang menginginkan posisimu. Di luar sana masih banyak orang yang mencari pekerjaan. Bisa jadi jika kamu tidak sungguh-sungguh dalam bekerja mungkin kapan saja perusahaan bisa memecat kamu."
"Tidak masalah."
Satria menggelengkan kepalanya. "Bukankah kamu pernah bilang Jik ingin mencari pengalaman sebelum terjun ke perusahaan kamu sendiri?" Setelah mengatalan itu Satria bangkit dari tempat duduknya. Dia menghampiri teman-temannya yang satu bagian dan ikut bergabung.
"Siapa dia Sat?" tanya salah seorang teman Satri ayang memperhatikan dirinya sedari tadi.
Satria menoleh ke arah Gwen. "Mantan," jawab Satria. Semua orang bersorak mendengar jawaban Satria.
"Cinta lama bersemi kembali."
__ADS_1