Terjerat Pesona Driver Tampan

Terjerat Pesona Driver Tampan
Glen vs Stefy


__ADS_3

Glen mencari keberadaan Gwen. Dia sangat cemas. Lalu dia mencoba menghubungi nomor ponsel Gwen. "Hallo, Gwen."


"Gue lagi di jalan," jawab Gwen di seberang sana.


"Ya udah, elo hati-hati." Ada perasaan lega di hati Glen setelah mendengar kabar dari sang adik. Tak lama kemudian Stefy menaiki motor Aldo. Glen hanya bisa menatap kepergian sahabat adiknya itu.


"Stef, mau mampir ke suatu tempat dulu nggak?" tanya Aldo. Stefy melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Ke mana?" tanya Stefy dengan ragu.


"Udah ikut aja," jawab Aldo. Dia membawa Stefy ke tempat tongkrongannya.


Stefy diminta turun dari motor ketika mereka sampai. "Ini di mana?" tanya Stefy tapi tidak ditanggapi Aldo. Tempatnya kurang terawat dan jorok. Stefy merasa tidak nyaman. Apalagi teman-teman Aldo semuanya laki-laki hanya dia saja yang perempuan. Mereka berkumpul di tempat yang sama.


"Mas, antar aku pulang!" rengek Stefy.


"Sebentar saja!" bujuk Aldo. Lalu Aldo mengajak Stefy duduk. Tiba-tiba Aldo menyerobot botol warna hijau yang mengandung alkohol. Stefy kaget ketika melihat Aldo minum.


"Jangan minum! Kamu harus mengantar aku pulang. Bagaimana kalau nanti kamu mabuk?" tanya Stefy. Saat ini dia begitu cemas.


Aldo tersenyum. "Minum sedikit tidak akan membuat aku mabuk," jawab Aldo. Stefy hanya pasrah.


Aldo berbincang-bincang dengan temannya. Dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Stef, mau kacang nggak?" tanya Aldo. Stefy mengabaikan Aldo. Dia menunggu Aldo puas ngobrol sambil bermain handphone.


"Stef, pulang yuk!" Kalimat itu telah ditunggu oleh gadis bernama lengkap Stefany Ciara itu sejak tadi. Dia tersenyum lebar. Sudah sejam lebih dia menunggu. Rasanya capek ketika mulutnya hanya bisa diam dan badannya tidak dapat bergerak karena dia tidak tahu di sana harus melakukan apa.


Aldo berjalan sedikit sempoyongan. "Mas Aldo minum berapa banyak tadi?" tanya Stefy.


"Sedikit," jawab Aldo sambil menirukan gaya mencubit.

__ADS_1


"Hish, menyusahkan saja!" gerutu Stefy. Aldo yang dikuasai minuman beralkohol itu menjadi naik darah.


"Apa kamu bilang?" Dia mendorong Stefy hingga punggungnya membentur tembok. Aldo mengungkung Stefy dengan kedua tangannya.


"Mas Aldo mau ngapain?" tanya Stefy. Gadis itu sudah ketakutan. Aldo menepis jarak di antara mereka. Stefy memalingkan wajah saat dia ingin menciumnya. Aldo memegang wajah Stefy dengan kuat. Gadis itu sudah menangis histeris.


Dia ingin menempelkan bibirnya tapi seseorang menarik kerah jaket yang dikenakan Aldo lalu memukulnya hingga terjatuh ke tanah. Stefy menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Dia tidak menyangka Glen akan menolongnya di saat dia membutuhkan. Stefy menangis tersedu-sedu dan ketakutan. Glen melepas jaketnya mengajak Stefy untuk masuk ke mobil. Namun, Aldo bangun dan memukul Glen dari belakang.


Mereka pun berkelahi. Akan tetapi Glen lah yang memenangkan pertarungan itu. "Jangan dekati Stefy lagi!" ancam Glen. Glen segera masuk ke dalam mobil meninggalkan Aldo yang telentang di tanah.


Di dalam mobil tidak ada pembicaraan antara Stefy dan Glen. Mereka sama-sama canggung. "Makasih," ucap Stefy tiba-tiba.


"Jangan dekati dia lagi!"


"Dia hanya terpengaruh alkohol." Stefy malah membela Aldo. Glen menghentikan mobilnya secara mendadak.


Tiba-tiba Glen mencium bibir Stefy. Mata Stefy membola. Dia terkejut bukan main mendapatkan perlakuan yang tidak terduga dari Glen. "Jangan dekati dia lagi!" ucap Glen dengan lembut seraya mengusap bagian bibir Stefy tang basah karena ulahnya.


"Nggak usah menatap aku kaya gitu! Aku tahu kalau aku ganteng," ucap Glen dengan penuh percaya diri. Stefy pura-pura muntah. Sedangkan Glen terkekeh melihat tingkah Stefy yang menggemaskan.


Sesampainya di depan rumah Stefy, Glen turun dari mobil lebih dulu. Dia membukakan pintu mobil untuk Stefy. "Nggak usah lebay," cibir Stefy.


"Dasar cewek nggak tahu terima kasih," balas Glen. Setelah itu Stefy berjalan lebih dulu. Glen mengikuti langkah Stefy. Merasa aneh, Stefy pun memutar badan. Namun, saat berputar posisi Glen sangat dekat dengannya sehingga Stefy reflek menjauh. Sayang, badannya kurang seimbang sehingga dia hampir saja terjatuh. Beruntung Glen sigap meraih pinggang Stefy dengan satu tangannya.


Jantung Stefy jadi berdebar kencang. Wajahnya juga memerah ketika bertatapan langsung dengan jarak yang sangat dekat dengan Glen. 'Kenapa dengan jantungku? Saat aku pacaran dengan Mas Aldo aku tidak pernah merasa seperti ini,' gumam Stefy di dalam hatinya.


"Terpesona?" ledek Glen sambil mengulas senyum tipis. Stefy langsung mendorong tubuh Glen agar menjauh.


"Idih najis tralala," jawab Stefy. Stefy kembali berjalan menuju ke rumahnya.


"Mo ngapain lo?" tanya Stefy pada Glen.

__ADS_1


Glen mendekat ke arah Stefy. "Gue cuma mau mengantar pacar gue sampai ke dalam rumah," bisiknya di telinga Stefy. Gadis itu jadi salah tingkah.


"Pacar dari Hongkong. Nggak perlu. Gue udah selamat jadi mister Glen yang terhormat silakan Anda kembali ke rumah Anda sendiri," ucapnya mendramatisir.


"Oke, aku balik ya?" Glen mengacak rambut Stefy sayang. Lagi-lagi gadis itu dibuat speechless dengan perlakuan Glen kepadanya.


"Tuh anak kesambet setan pohon beringin kali ya? Tiba-tiba ngaku pacar gue. Nembak aja nggak pernah. Sinting!" umpat Stefy lirih.


Glen melambaikan tangan ketika mobilnya mulai menjauh. Kemudian dia kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, dia melihat Gwen sedang berjalan sambil memegang gelas yang berisi coklat panas. Glen yang usil pun merebutnya.


"Rese! Lo pulang-pulang merebut coklat panas gue. Balikin!" Gwen dan Glen ribut di lantai bawah. Gerald yang sedang belajar jadi terganggu. Dia mengadu pada ibunya.


"Glen, Gwen, sudah berhenti kalian ini berisik sekali," tegur sang mama.


"Glen nih, Ma. Pulang-pulang ngambil coklat panas aku," adu Gwen pada ibunya.


"Glen, buat sendiri dong!"


"Aku cuma minta dikit doang kok, Ma," ucapnya pada sang ibu. Kemudian dia menoleh ke arah Gwen. "Dasar pelit. Minta dikit aja langsung diadukan," cibirnya kemudian mengembalikan gelas itu pada adiknya. Setelah itu berjalan menuju ke lantai atas.


"Biarin." Gwen menjulurkan lidahnya.


Glen masuk ke dalam kamar. Dia merebahkan diri di atas ranjangnya yang empuk sambil melihat glow in the dark yang dipasang di atap kamarnya. Dia menutup matanya dengan lengan tangannya.


Namun, belum sempat dia bermimpi wajah Stefy tiba-tiba melintas di dalam otaknya. Glen mengulas senyum tipis. Dia tidak menyangka kalau ciuman pertamanya akan diberikan pada sahabat adiknya itu.


Apakah Glen akan mengejar cinta Stefy atau dia hanya menggoda gadis itu?


...***...


Biasakan like dan komen ya. Komen kalian semangatku ♥️

__ADS_1


__ADS_2