
Seorang wanita yang tak lain adalah istri kedua Deri datang menampar Risa, istri pertamanya. "Kamu yang serakah," ucap Vera sambil menunjuk ke arah Risa.
"Lancang kamu menamparku." Risa tak terima wanita itu menamparnya hingga pipinya terasa panas.
"Seharusnya aku juga menuntut hakku sebagai istri Mas Deri untuk tinggal di rumah ini, tapi aku membiarkan kamu yang tinggal. Sekarang kamu mengusir suamimu sendiri?"
"Hah, kamu cuma pelakor untuk apa meminta hak yang berlebihan. Hak kamu adalah diceraikan karena kalian menikah tidak sah secara hukum. Hanya secara agama? Kamu yakin Mas Deri tidak ingin menikahi wanita lain? Mungkin dia menyembunyikan selingkuhannya di luar sana," tuduh Risa.
"Risa," bentak Deri. "Kamu keterlaluan." Dia pergi setelah mengatakan itu.
Risa menyambar tasnya lalu dia juga keluar dari rumah. Dia memasuki mobil menuju ke sebuah mall untuk berbelanja. Di saat badmood seperti ini dia suka menghabiskan uang dengan berbelanja untuk mengembalikan moodnya.
Ketika dia di mall seorang diri, Risa tidak sadar jika sedari tadi dia diikuti oleh dua orang laki-laki yang akan berniat jahat. Saat Risa lengah, salah satu dari kedua orang itu menyambar tas milik Risa. Risa pun berteriak.
Laki-laki itu berlari menjauh, tapi ketika dia berlari matanya tidak mengarah ke depan sehingga dia tak sengaja menabrak Gwen yang sedang jalan-jalan bareng Gerald sore itu. "Rese lo!" umpat Gwen ketika es krim tersebut mengenai bajunya.
Dia tak menghiraukan Gwen. Gwen yang menyadari dari arah lain ada wanita yang mengejar laki-laki itu mengambil kesimpulan kalau dia adalah pencopet. Gwen pun menjulurkan kakinya agar dia tersandung.
"Breng*sek! Cari mati lo!" ancam penjahat itu.
Gwen tak terima diomongin kasar. Dia memutar tubuhnya secepat kilat lalu dia menendang wajah preman itu dengan salah satu kakinya. Teman preman itu datang membantu. Gwen pun berkelahi dengan dua pria yabg bertubuh besar.
Gerald yang menyadari kalau kakaknya dalam bahaya lalu menyalakan handphone. Dia mengeraskan volume handphonenya.
'Dor, dor. Jangan bergerak!'
Begitulah suara yang diputar oleh Gerald untuk mengecoh musuh. Keduanya pun lari ketakutan. Mereka mengira ada polisi yang datang.
Gerald dan Gwen bertos ria setelah bisa mengalahkan musuh. Risa mendekati Gwen. "Tas saya," ucap Risa. Gwen memberikan tas itu pada Risa.
"Ini imbalan buat kamu." Risa menyodorkan dua lembar uang berwarna merah. Namun, Gwen mendorongnya.
__ADS_1
"Kami ikhlas kok, Tante," ucap Gwen lalu pergi. Dia mengangguk dengan sopan saat akan meninggalkan Risa.
Gwen memasuki mobil ketika sampai di parkiran. Kali ini mereka pergi diantar oleh sopir karena Gwen belum handal dalam menyetir. "Ke mana lagi kita?" tanya Gerald.
"Lo nggak lihat baju gue kotor gini. Langsung pulang aja, Pak!" perintah Gwen pada sang sopir.
"Baik, Non."
Di tempat lain, Satria sedang ke kantor ojek online karena ada sesuatu yang harus dia urus terkait orderan pesan antar makanan yang bermasalah.
Ketika dia berada di sana, Satria bertemu dengan Mama Kristal. "Tante," sapa Satria dengan sopan. Penampilan Kristal sangat berbeda.
"Saya pangling lihat Tante," ucap Satria dengan jujur.
"Ah, kamu bisa saja," balas Kristal.
"Pantas saja Gwen sangat cantik karena menurun dari ibunya," imbuh Satria. Tiba-tiba seseorang berdehem.
"Dia Satria..." Belum selesai Kristal menjawab Satria menyela.
"Saya driver di sini," ucapnya. Jaden menatap wajah Satria lekat. Dia seperti pernah bertemu tapi dia tidak ingat.
"Pa, kenapa melihat Satria seperti itu?" tanya Kristal.
"Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Jaden. Satria tidak ingat.
"Seingat saya belum, Pak," jawabnya jujur. Dia memang tidak ingat.
"Baiklah, papa tinggal dulu," pamit Jaden. Kristal mengangguk.
Setelah kepergian Jaden, Kristal mengajak Satria minum di kantin kantor. "Tapi saya tidak enak, Tante," ucap Satria merasa tidak enak.
__ADS_1
Sejumlah orang yang melihat Satria duduk bersama anak pemilik perusahaan pun menjadi bahan pembicaraan.
Usai berpisah dengan Kristal, Satria ditanya oleh temannya. "Kok Bu Bos bisa kenal sama elo?" tanya driver bernama Adam.
"Gue juga baru tahu kalau beliau itu bos di sini. Dia itu orang tua temen gue." Teman-teman Satria beroh-oh ria. Mereka memang sudah tidak heran kalau kenalan Satria anak orang kaya meski aslinya kaya. Setahu mereka Satria kuliah di tempat bergengsi.
"Gue balik dulu ya," pamit Satria.
Tiba-tiba Satria penasaran sedang apa Gwen. Hari ini dia tidak bisa menjemputnya ke sekolah. Satria pun mengirim pesan pada Gwen.
'Lagi apa?' tanya Satria.
Gwen sedang mengetik....
'Mikirin kamu,' jawab Gwen. Satria tersenyum. Mendapatkan balasan chat dari Gwen sudah bisa mencharge semangatnya.
Ketika Satria ingin menaiki motornya, ban motor Satria tiba-tiba kempes. "Duh, sial banget hari ini," gerutunya.
Sesaat kemudian mobil berwarna merah berhenti tepat di sampingnya. "Motornya kenapa, Sat?" tanya Kristal.
"Bocor, Tante," jawab Satria dengan sopan.
"Titip saja sama teman kamu! Tante mau minta bantuan kamu. Ayo masuk!" ajak Kristal. Satria pun masuk ke dalam mobil mewah tersebut.
"Kita mau ke mana, Tante?" tanya Satria.
"Udah ikut aja," perintah Kristal.
Kira-kira mereka mau ke mana ya?
Bingung kasih judul. Yang penting likenya yang banyak
__ADS_1