
Dave baru menyadari rupanya Joana sudah tidak ada disana, matanya beredar mencari keberadaan Joana, ternyata Joana sudah pergi dari restoran beberapa menit yang lalu. Dave segera mencoba untuk menghubungi nomor Joana, namun sayangnya tidak diangkat juga.
"Ah sial." Dave mendengus dengan kesal.
Kenapa dia harus selalu menjadi pahlawan dulu untuk para target? apakah hubungan dia dengan para target semacam simbiosis mutualisme, Dave membutuhkan target untuk mencharger, dan target membutuhkan Dave untuk menolongnya.
Sementara itu di dalam mobil, Joana sedang fokus menyetir mobil, beberapa kali dia melirik ponselnya karena Dave terus saja menelponnya.
Joana mencibir, "Dari tadi dia bersikap sok jutek, sok gak naksir lagi, tapi ternyata baru ditinggal sebentar aja langsung menelpon aku."
Joana akui Dave sangat tampan, mampu membuat dirinya terpesona, tapi dia harus jual mahal pada pria yang pernah ditolak olehnya itu.
Joana kaget saat melihat ada sebuah mobil tiba-tiba menghentikan mobilnya di depan Joana, beruntung Joana segera menginjak rem.
Ckiiittt...
Dengan emosi Joana keluar dari mobilnya, dia kaget saat melihat pria berbaju hitam keluar dari mobil yang ada didepannya.
"Nando?"
Nando adalah salah satu mantan kekasihnya Joana, yang belum bisa move on dari Joana, Joana memutuskannya karena memang merasa sudah tidak ada kecocokan lagi, apalagi Nando begitu posesif padanya, selalu mengekang Joana, membuatnya tak nyaman.
"Kamu gak bisa memutuskan akan begitu saja, Joana. Aku gak mau putus dengan kamu."
Joana menghela nafas, "Saat ini aku benar-benar lagi gak mau mikirin pacaran, aku mau fokus dengan karir aku dan juga fokus dengan masalah aku."
"Berapa uang yang kamu butuhkan? Aku akan memberikannya."
__ADS_1
"Gak usah, biar masalah ini aku atasi sendiri." Joana tidak ingin berhutang budi pada Nando, karena dia memang sudah tidak bisa mencintai pria itu lagi.
"Tapi aku mencintaimu, Joana."
"Sayangnya aku gak bisa mencintai kamu lagi. Perasaan itu gak bisa dipaksakan, Nando."
Nando mendengus dengan kesal, dia terpaksa mengeluarkan pisau lipat di saku jaket hitamnya.
"Baiklah, kalau memang itu maumu. Tapi aku tidak akan membiarkan kamu menjadi milik orang lain."
...****************...
[Situasi gawat darurat, Tuan.]
"Kenapa?" tanya Dave sambil fokus menyetir mobil, dia harus menolong Joana.
Dave terperangah mendengarnya, dia segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
Dave menghentikan mobilnya begitu melihat mobil Joana ada di pinggir jalan.
Begitu Dave keluar dari mobilnya, dia sama sekali tidak melihat keberadaan Joana.
Dave melihat ada sebuah gedung tua di sekitar sana. "Apa Joana berada disana?"
[Betul, Tuan.]
Dave segera berlari, masuk ke dalam gedung tua itu. Dave melihat Joana yang hampir saja akan di tikam oleh Nando dengan sebilah pisau, dengan sigap Dave berlari dengan begitu cepat, menahan tangan Nando.
__ADS_1
Lalu memukul wajah Nando, menyeretnya untuk menjauhi Joana.
Joana sama sekali tidak percaya, ternyata pria yang menolongnya adalah Dave, pria yang pernah dia sakiti dengan kata-kata pedasnya, dulu. "Dave!"
Bugh...
Bugh...
Dave memukul wajah Nando beberapa kali, menghajarnya, sampai tubuh itu tak berdaya.
Dave segera berjalan ke arah Joana, namun tiba-tiba sistem berbunyi lagi.
[Tuan, awas berbahaya, musuh ingin melukai Tuan.]
Begitu juga Joana, dia berteriak, "Awas Dave, dibelakang kamu ."
Dave belum sempat menghindar karena Nando bangkit dan berlari dengan sangat cepat, di menusuk punggung Dave.
Jlebbb...
"Arrrggghhh!" Dave mengerang kesakitan, darah mengalir bercucuran keluar dari punggungnya.
[Tuan, kuatkan dirimu. Jangan sampai Tuan tak sadarkan diri, jika misi ini gagal, Tuan akan mati.]
...****************...
...Lebaran atau hari sabtu saya gak up, paling nanti saya up lagi hari minggu 🙏🙏...
__ADS_1
...Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. 🙏🙏...