
"Ampun, jangan hancurkan rumah saya." seorang wanita paruh baya memohon ampun pada Ziro, dia menangis tersedu-sedu, tak ingin rumahnya di hancurkan oleh gang Naga Merah.
Bukan hanya rumah ibu tersebut, tapi sudah ada sekitar 30 rumah yang telah diporak porandakan, tak segan mereka menghabisi nyawa-nyawa orang yang mencoba untuk melawan mereka.
Ziro tertawa puas, dia memang ingin menjadi penguasa di pulau X, membuat semua masyarakat disana takut dan patuh padanya. "Hahaha... berjanjilah pada kami, kalian akan selalu patuh pada kami dan membayar pajak kepada Naga Merah disetiap bulan, serta menyerahkan sebagian dari hasil panen kalian."
Sementara para anggota gang The Black, mereka sedang berkelahi dengan para anggota gang Naga Merah, sayangnya The Black kalah pasukan, sehingga posisi mereka terhimpit, padahal mereka sudah berusaha untuk mati-matian dalam membela masyarakat.
"Lepaskan mereka, keparat!" teriak Riana, begitu dia sampai di lokasi kejadian, dan Dave berjalan dibelakang Riana.
Ziro menatap Riana dan Dave secara bergantian, dia sama sekali tidak menyangka kedua orang itu masih hidup, padahal dia sudah mencoba untuk menjebak mereka dengan bom, kemarin.
Ziro sudah menyadari Dave memiliki kekuatan yang luar biasa sampai bisa mengalahkan keempat puluh anak buahnya, kemarin. Karena itu dia sangat tertarik pada Dave.
"Hei kau pria asing, bagaimana kalau bergabung saja dengan kami? Kami akan menjadikan kamu seperti raja di pulau ini." Ziro yakin dia akan memiliki banyak keuntungan jika Dave bergabung dengan Naga Merah.
"Sayangnya, aku sama sekali tidak tertarik dengan tawaranmu itu." jawab Dave sambil menyeringai.
Ziro sangat kesal mendengar jawaban dari Dave, dia menyuruh dua puluh anak buahnya untuk melawan Dave, sementara anak buah yang lainnya sedang melawan anggota gang The Black, satu lawan satu.
Sementara Riana diserang oleh dua orang.
__ADS_1
1 lawan 20 orang, bagi Dave terlalu mudah, sampai dia bisa dengan cepatnya, memberikan pukulan mematikan kepada mereka, membuat mereka tumbang seketika.
Semua masyarakat yang menyaksikan kehebatan Dave, mereka menatap takjub pada pria itu, seakan pulau ini telah di kirim seorang dewa penyelamat.
"Shittt..." Ziro mendengus kesal, dia menyuruh 30 anak buahnya yang sedang sibuk berkelahi dengan anggota The Black agar berpindah haluan untuk menghajar Dave.
Dave menghirup nafas dalam-dalam, untuk mengumpulkan seluruh tenaganya, kemudahan dia meladeni mereka yang mencoba untuk menyerangnya.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Sekarang giliran Ziro, Ziro nampak tegang sekali karena seluruh anak buahnya telah dibuat tumbang oleh Dave. Lebih baik dia memutuskan untuk melarikan diri, namun Dave membawa sebuah balok kayu, lalu melemparkan balok kayu tersebut ke arah Ziro.
Buukkk...
Balok kayu yang dilempar oleh Dave telah berhasil mengenai kepala Ziro, sampai kepala Ziro terluka.
"Arrrggghhh!"
__ADS_1
Ziro meringis kesakitan, memegang kepalanya, tubuhnya ambruk ke tanah.
Hal ini dijadikan kesempatan oleh seluruh masyarakat disana untuk membalaskan dendamnya pada Ziro, mereka berlarian seperti segerombolan zombie yang sedang mengejar mangsanya.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Seluruh masyarakat disana menghajar Ziro secara brutal, membuat wajah dan seluruh badannya babak belur.
"Arrrggghhh... ampun!"
"Ampun!"
Ziro memohon ampun pada seluruh masyarakat yang ada disana, namun permohonan ampun itu tidak akan mengembalikan banyak nyawa yang telah Ziro lenyapkan, apalagi kejahatan Ziro tak termaafkan.
Mereka harus menghajar Ziro sampai mati, agar tidak ada lagi gangster yang meresahkan masyarakat.
Riana menatap takjub pada Dave, dia bukan hanya pahlawan buatnya dan adiknya, tapi juga telah menjadi pahlawan untuk seluruh masyarakat di pulau X.
__ADS_1