
Mau atau tidak mau, terima atau tidak terima, Dave tak boleh protes dengan ketentuan dari sistem, apalagi ini adalah target terakhir, dengan menaklukkan target terakhir maka dia akan menjadi manusia yang seutuhnya, hidupnya tidak akan ketergantungan lagi dengan daya batrei yang ada didalam tubuhnya.
Dave memandangi Bella yang sedang duduk diatas perutnya, sambil menatap tajam padanya, sedangkan tangannya sedang menodongkan pistol ke arah kepalanya Dave.
Dave tidak tahu bagaimana caranya menaklukkan wanita semacam Bella, sepertinya dia lebih kuat dari Riana.
[Ding!]
[Bella ingin membunuh Tuan karena disuruh oleh Anjas, Anjas akan melepaskan adiknya yang sedang dia sekap, jika Bella berhasil membunuh Tuan dan mencuri cincin sistem.]
Dave menghela nafas mendengarnya, ternyata ini semua ulah mantan sahabatnya itu.
Dave pura-pura terlihat tenang di depan Bella, dia mengangkat kedua tangannya. "Aku tau adikmu di culik Anjas, iya kan?"
Bella terperangah mendengarnya, dari mana Dave mengetahui semua itu, ssementara dia dilarang untuk memberitahu siapapun harus akan hal tersebut.
__ADS_1
"Darimana kamu tahu semua itu?" Bella masih menodongkan pistol ke arah kepala Dave.
Bella menambahkan perkataannya. "Apa kamu sebenarnya bukan manusia biasa?"
Bella mencurigai Dave bukan manusia biasa, karena bisa menangkap peluru yang ditembakkan oleh Bella, dan Dave juga bisa melakukan teleportasi.
Dave lebih baik bicara jujur saja, karena dia tahu Bella adalah target sistem. "Bisa dibilang begitu."
"Tapi aku yakin manusia seperti kamu pasti ada kelemahannya, bisa saja jika aku menembak kepala kamu, kamu akan mati." Bella nampak ragu untuk menekan pelatuk pistol yang sedang dia pegang, dia sebenarnya sudah tidak ingin membunuh orang lagi.
Dave mencoba mengulur waktu, dengan mengajak Bella untuk berbicara. "Aku serius, ingin membantu adikmu."
"Karena Anjas adalah musuhku, aku ingin memberikan pelajaran padanya." Sudah saatnya Dave membalaskan dendamnya terhadap Anjas, dalang dibalik pembunuhan atas dirinya, dan juga menghentikan kejahatan yang telah dilakukan oleh Anjas.
"Tapi aku tidak punya waktu untuk bernegosiasi dengan kamu, aku tidak ingin adikku terluka. Jadi maafkan aku, aku harus membunuh kamu." Bella ternyata orangnya sangat keras, mungkin karena dia tidak ingin ambil resiko, dia tidak ingin adiknya berada dalam bahaya, dan juga dia tidak bisa mempercayai Dave dengan sepenuhnya.
__ADS_1
Ketika Bella hendak menekan pelatuk, ternyata lebih cepat Dave yang menjentikkan jarinya, sehingga Bella mematung.
Waktu telah dihentikan.
...****************...
Bella kaget tiba-tiba dia berada di sebuah Villa, dengan kaki dan tangannya yang terikat. Ternyata Dave melakukan teleportasi membawa Bella ke Villa, lalu menyekap wanita itu.
"Kenapa ada disini?" Bella ingin melepaskan diri, namun sayangnya ikatan tali di tangan dan kakinya begitu kuat.
Bella memandangi Dave yang sedang duduk dengan santai di depannya, sambil menikmati secangkir kopi yang tadi sempat terjeda.
"Sudah ku bilang aku bukan manusia biasa, tapi kamu meragukan aku untuk menolong adikmu."
"Adikku berada dalam berbahaya sekarang." Bella terlihat gelisah sekali, dia tidak ingin kehilangan sang adik tercinta.
__ADS_1
"Aku akan membantu kamu, asalkan kamu mengikuti rencanaku, bagaimana?" Dave memberikan sebuah penawaran. Kemudian dia menyimpan gelas yang telah kosong diatas meja.
"Apa rencana kamu?" Bella menjadi penasaran apa yang ingin Dave rencanakan dalam menolong Hilda dan juga dalam menghancurkan Anjas, selingkuhan mantan istrinya tersebut.