
Dave mendapatkan kesulitan untuk menjawab pertanyaan dari Rianti. Apakah dia harus berkata jujur saja dengan bilang bahwa Agam mengincar darah perawannya?
Dave menggelengkan kepala, yang ada Rianti akan mentertawakannya.
Dave terpaksa berbohong. "Aku juga tidak tahu, yang pasti dia pria yang sangat berbahaya, karena itu aku datang kesini untuk melindungi kamu."
Rianti tersipu malu mendengarnya, mengapa Dave ingin melindunginya? Rasanya tidak mungkin jika Dave naksir padanya.
"Emm... kalau aku menginap disini gak apa-apa kan?" Dave mengatakannya dengan ragu-ragu.
Rianti terlihat gugup, sampai wajahnya merah merona, apakah dia sanggup berada dalam satu rumah bersama pria yang dia sukai itu. Tapi dia memang membutuhkan seseorang untuk melindunginya dari Agam yang tak pernah menyerah untuk mengganggunya.
"Oh iya gak apa-apa Pak Dave, aku malah berterimakasih karena Pak Dave mau melindungi aku."
"Panggil Dave saja, aku lebih senang kamu memanggil nama saja."
Rianti tak mengerti mengapa Dave tiba-tiba tidak ingin dipanggil bapak, padahal selama ini Rianti selama memanggilnya Pak Dave. "Aduh tapi gak enak sama karyawan yang lain."
"Kalau di tempat kerja baru iya kamu panggil aku bapak, kalau kita lagi berdua baru panggil aku Dave." pinta Dave sambil tersenyum manis. Senyum yang bisa membuat banyak wanita terpesona padanya.
Rianti menggelengkan kepala, dia tidak boleh terpikat pada bosnya itu. Bisa saja Dave melindunginya karena dia tau sendiri seorang Dave Aliando itu sangat baik pada semua orang.
Rianti harus menjaga batasan dengan Dave, dia segera berdiri. "Kalau begitu aku tidur duluan, kamar kamu yang sebelah kiri."
Dave menganggukan kepala, moment untuk mencharger sepertinya memang belum tepat karena dia belum tau bagaimana perasaan Rianti, peraturan mencharger memang harus si wanita melakukannya dengan sepenuh hati, tidak boleh grasa grusu apalagi paksaan.
Malam ini mereka tak bisa tidur dengan perasaannya masing-masing.
__ADS_1
...****************...
Besoknya, Dave mengantarkan Rianti ke RSP1. Demi melindungi Rianti, Dave hari ini tidak pergi ke kantor utama, dia mempercayakan Erlangga untuk mengurusnya.
Dave memilih untuk tetap standby di RSP1, restoran yang pertama kali Dave miliki, dulu lahannya dia sewa dari Joana, tapi sekarang sudah bisa dia beli.
Dave sangat mengenal Rianti, dulu dia yang membantu dalam promosi restoran, disaat restorannya masih kecil-kecilan dan belum ramai seperti ini.
Banyak karyawan wanita yang tak bisa konsentrasi bekerja karena Dave berada disana, di RSP1 selain ada karyawan lama, terdapat juga banyak karyawan yang baru sebagai berista.
Bukan hanya itu, bahkan langganan pun membludak, terutama dari kalangan wanita, banyak gadis-gadis anak sekolahan yang ingin berfoto bersama Dave, Dave menyanggupinya saja.
Namun, tiba-tiba Rianti menyuruh Dave untuk menunggu di ruangan saja, jangan di ruang makan utama.
"Lho memangnya kenapa aku harus menunggu disini?" tanya Dave pada Rianti, tak paham. Dia duduk di kursi sofa bersama Rianti yang ada di ruangan manager.
"Biar para barista konsentrasi dalam bekerja, dan kami sangat kewalahan pelanggan gara-gara kehadiran Pak Dave."
"Memangnya Pak Dave gak nyadar, walaupun Pak Dave cuma diam aja, banyak wanita yang terpesona."
Mumpung mereka lagi berdua di ruangan manager, Dave mencoba untuk menggoda Rianti. "Lalu bagaimana dengan kamu, apa kamu juga terpesona padaku, Rianti?"
Hati Rianti menjadi berdebar-debar diberi pertanyaan seperti itu, dia memilih untuk tidak menjawab. "Emm... aku mau melanjutkan pekerjaan aku."
Rianti beranjak dari duduknya, tapi Dave malah menarik Rianti sehingga dia terjatuh ke pangkuannya.
"Pak Dave!" Hampir saja jantung Rianti mau loncat gara-gara Dave.
__ADS_1
"Jangan panggil aku Pak, kita lagi berduaan, Rianti." Dave sudah tak bisa menahan apa yang dia rasakan, tapi melihat dari cara Rianti menatapnya, dia yakin Rianti pun terpesona padanya, mungkin hanya saja Rianti ingin berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.
Bahkan bisa saja dengan dia mencharger Rianti, Agam akan musnah karena gagal menjalankan misi untuk mendapatkan darah perawan target kesebelasnya, yaitu Rianti.
Rianti menghirup nafas dalam-dalam, lebih baik dia jujur saja dengan perasaannya. "Semua wanita pasti akan terpesona padamu, Dave. Termasuk aku."
Dave tersenyum, hatinya seperti berbunga-bunga mendengar perkataan Rianti, dia memeluk erat tubuh Rianti yang sedang duduk di pangkuannya, lalu mencium bibir Rianti.
Dengan sepenuh hati Rianti menyambut ciuman Dave, mereka saling bercumbu dengan penuh gairah, saling mengagumi pesona masing-masing tentu saja membuat hati mereka bergelora, luma-tan demi luma-tan kian terasa semakin dalam, bahkan mereka saling membelitkan lidah dan bertukar saliva.
Dave mengangkat tubuh Rianti, membuat gadis itu terbaring di kursi sofa, sementara Dave menindih tubuhnya.
Dave membuka kemaja yang dia pakai, nampak terlihat bagaimana indah dan gagahnya tubuh pria tampan itu.
Kemudian dia membuka kemeja Rianti, terlihat sangat indah bentuk perut ratanya janda muda tersebut, membuat Dave ingin menciumi perutnya, kemudian tangannya meraba-raba punggung Rianti, membuka pengait bra, sehingga terlihat dengan jelas bagaimana indah dan besarnya buah dada milik Rianti, sangat menggoda dan menggairahkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siapa tau suka yang tegang-tegang. Jangan lupa mampir ke novel saya, hanya 30 bab sudah tamat.
...Terjebak Di Pulau Zombie...
Ini cerita tentang sebuah pulau yang penghuninya zombie semua.
Hingga suatu hari ada beberapa korban kecelakaan pesawat yang selamat dari ancaman maut dan terdampar di pulau zombie.
Bukannya mendapatkan pertolongan disana tapi malah mati satu persatu diserang makhluk yang mengerikan itu.
__ADS_1
Akankah ada yang selamat?