
Setelah menyelamatkan anak-anak, Dave mengembalikan mereka satu persatu ke rumah orang tuanya, dengan ditemani oleh Riana.
Isak tangis pasti terjadi, betapa terharu dan bahagianya orang tua yang telah bisa berkumpul kembali dengan anak yang telah di culik oleh sekelompok gangster yang sangat meresahkan masyarakat di pulau X ini.
Dengan mengucapkan beribu-ribu kata terimakasih pun rasanya tak cukup untuk mereka, karena Dave telah membuat anak mereka selamat, datang ke rumah dalam keadaan sehat tanpa ada luka sedikit pun.
Sekarang tersisa satu anak lagi, Dave dan Riana mengantarkan anak tersebut ke rumah orang tuanya.
Anak tersebut saling berpelukan dengan ayah dan ibunya, mereka menangis penuh rasa haru.
"Terimakasih anak muda, kalian berdua telan menyelamatkan anak kami." ucap ayahnya anak tersebut.
"Iya sama-sama, Pak." jawab Dave.
"Kami tidak tau harus membalasnya dengan apa pada kalian, kami hanya memiliki beras satu kilo, semoga kalian mau menerimanya." lirih ibunya anak tersebut.
Riana menolak pemberian itu, karena dia tau kehidupan mereka begitu miskin. Bahkan mereka tinggal di rumah yang begitu kecil. "Gak usah, bu. Mending ibu pakai beras itu buat makan malam ibu dan semua keluarga ibu."
Dave meronggoh saku celana, dia membawa sebuah dompet, dia memberikan sejumlah uang 20 juta untuk anak yang bernama Saka itu. "Ini uang gunakan untuk keperluan sekolah, sekolah yang rajin, semoga menjadi murid berprestasi."
[Uang 260.000.000 telah dikurangi secara otomatis untuk diberikan kepada 13 anak.]
[Nama: Dave Aliando
Usia: 29 tahun
__ADS_1
Baterai kekuatan fisik : 31%
Ketampanan: 125
Pesona: 105
Kekuatan: Tak Terbatas
Omset Restoran: 3.046.325.000.000
Dana: 278.000.476.000.000
Level: 4.]
"Makasih anak muda, seharusnya kami yang memberikan uang. Padahal kamu telah menolong anak saya." Ayahnya Saka berkata sambil menangis.
Riana memandangi Dave, Dave sangat berbeda dengan mereka, dulu para pengusaha dari luar datang seenaknya membangun perusahaan, mereka begitu angkuh dan berbuat seenaknya. Tapi Dave berbeda, dia terlihat begitu sangat tulus.
Tapi dia tidak boleh terpesona oleh pria tampan itu, karena selama ini tidak ada pria yang pernah bisa membuatnya tertarik.
...****************...
"Berhenti disini!" Riana meminta Dave untuk menghentikan mobilnya di depan rumah sakit.
"Siapa yang sakit? Kamu sakit?" Dave mengkhawatirkan kondisi Riana.
__ADS_1
Dave pun menghentikan mobilnya di depan rumah sakit, sesuai yang Riana pinta.
"Bukan aku, tapi adik aku." jawab Riana dengan nada jutek.
"Aku sudah menolong kamu, kamu gak mau mengucapkan terimakasih padaku?" Dave mencoba untuk menggoda Riana.
Riana menghela nafas, "Aku sangat berterimakasih padamu, karena sudah menolong aku dan anak-anak yang diculik gang Naga Merah, tapi bukan berarti aku akan berbuat baik padamu apalagi mengizinkan kamu untuk membangun restoran disini."
Ternyata meluluhkan hati Riana sangat susah, padahal keputusan masyarakat disini tergantung pada Riana.
Dalam hal itu saja susah, apalagi harus mencharger dengan Riana, padahal baterai Dave tinggal tersisa 31 persen lagi.
Riana melihat Rendra dan anak buahnya yang bernama Mala sedang berdiri di depan rumah sakit, rupanya dokter telah mengizinkan Rendra pulang.
Riana segera turun dari mobil, dia tersenyum memanggil nama adiknya. "Rendra."
Dave menyipitkan matanya begitu melihat wajah Rendra, dia seperti pernah melihat wajah anak kecil itu. "Itu kan anak yang ada di bus kemarin?"
Dave segera keluar dari mobil, dia menyapa Rendra juga. "Hai anak manis, sudah sembuh kah?"
Riana mengerutkan keningnya, dia tak paham kenapa Dave bisa mengenali adiknya.
Rendra langsung berseru, tak mungkin dia melupakan wajah pahlawannya.
"Wah dia kan superhero! Orang yang sudah menolong aku dan teman-teman!"
__ADS_1
Riana tercengang mendengarnya, ternyata Dave adalah orang yang sudah menolong adiknya dan anak lainnya dalam kecelakaan bus kemarin.