
Malam itu RSP1 telah ditutup, sudah waktunya untuk pulang, suasana di restoran tersebut kini menjadi sepi. Rianti nampak kebingungan, apa dia harus menunggu Dave menjemputnya atau dia langsung pulang saja.
Tapi karena dia teringat bahwa Dave datang ke RSP2 yang telah mengalami keadaan yang gawat darurat, rasanya lebih baik dia pulang duluan saja.
Namun, Rianti terkejut ketika dia keluar dari restoran, Agam berhasil mengalahkan mungkin sekitar kurang lebih dua puluh orang bodyguard yang menjaganya.
Yang membuat Rianti semakin terkejut adalah ketika melihat Agam mencekik salah satu bodyguard yang berbadan besar, lalu melemparnya ke arah restoran, sehingga membuat dinding kaca restoran tersebut pecah.
Prang...
Ada satu bodyguard mencoba untuk bangkit kembali, dia menodongkan pistol pada Agam.
Agam mengangkat tangannya dengan santai sambil menyeringai, memperlihatkan giginya yang bertaring, begitu menyeramkan.
Zdor...
__ADS_1
Bodyguard tersebut mencoba untuk menembak Agam, sebuah peluru melesat meninggalkan sebuah senapan, namun dengan tangannya yang terampil, Agam berhasil menangkap peluru tersebut dengan mengapitkan dua jemarinya.
Bodyguard itu terperangah, begitu juga Rianti. Yang Agam lakukan tentu saja di luar nalar.
Agam memberikan sebuah tinju ke perut milik bodyguard tersebut, sehingga badan bodyguard itu terlempar cukup jauh, mengenai dinding restoran.
Ternyata Dave benar, Agam bukanlah manusia biasa, walaupun Rianti tak paham mengapa Dave bisa mengetahui tentang Agam, karena Rianti tidak tahu bahwa Dave juga bukanlah manusia biasa juga. Dua orang yang seharusnya sudah mati tapi dihidupkan kembali oleh sistem.
Rianti sangat ketakutan sekali, dia berjalan mundur ketika Agam berjalan ke arahnya sambil menyeringai, akhirnya mangsa yang telah ditargetkan berada di depan mata.
Karena Rianti tau situasi ada seseorang yang mengincarnya, sebelum dia pergi ke luar restoran, dia membawa sebilah pisau di dapur restoran tersebut. Dia menujukannya pada Agam sebagai bentuk pengancaman. "Jangan mendekat! Atau kamu akan terluka!"
Agam malah tertawa, dia menghirup nafas dalam-dalam, sehingga tercium aroma tubuh Rianti, aroma segar darah keperawanan dari sanga target, karena Agam hanya diperbolehkan untuk meminun darah target saja, untuk bertahan hidup dan juga untuk menambah kekuatan.
Rianti segera berlari, dia berlari dengan cepat sambil meminta pertolongan.
__ADS_1
"Tolong!"
"Tolong aku!"
Namun, ternyata suasa di sekitar sana begitu sepi, mungkin karena sudah malam hari sehingga Rianti sulit sekali untuk mendapatkan pertolongan.
Sementara Agam terus berjalan dengan santai mengikuti Rianti, dia sangat menikmatinya ketika melihat target ketakutan seperti itu.
"Hahaha... ayolah Rianti, jangan terus mengajak aku bermain, bagaimana kalau kita bersenang-senang?"
Kaki Rianti tak sengaja ke sandung batu kecil, membuat dia terjatuh. "Arrrggghhh!"
Rianti baru menyadari Agam telah berada di depannya, pria itu siap untuk memangsa sang target, karena ini adalah sebuah misi, dia tidak boleh gagal menjalankan misi tersebut, dia akan mati lagi. Hampir sama peraturannya dengan sistem yang Dave miliki.
Namun, tiba-tiba Dave muncul di depan Agam, memberikan sebuah pukulan keras pada dada Agam, sehingga tubuh Agam terlempar cukup jauh. Rupanya setelah mendapatkan peringatan dari sistem bahwa Rianti berada dalam bahaya, Dave pergi kesana dengan cara teleportasi.
__ADS_1
Rianti nampak menganga melihatnya, dua orang dihadapannya ternyata bukanlah manusia biasa. Bedanya yang satu wajahnya sangat menyeramkan, dan yang satu lagi wajahnya sangat tampan melebihi batas normal.