
Rianti nampak menganga melihatnya, dua orang dihadapannya ternyata bukanlah manusia biasa. Bedanya yang satu wajahnya sangat menyeramkan, dan yang satu lagi wajahnya sangat tampan melebihi batas normal.
"Shittt..." Agam mengumpat, selalu saja Dave menjadi penghalang untuknya, dia meraung-raung seperti monster yang sedang kelaparan, lalu berlari untuk menyerang Dave.
Dave dengan terampilnya mencoba untuk menghindar, dia menendang punggung Agam, Agam tak kenal lelah, dia kembali menyerang Dave, mencakar lengan Dave, lalu mencekik lehernya.
Dave terlihat kelalabak, tenaga Agam sangat kuat sekali, dia memberikan tendangan super pada dada Agam, sehingga tubuh Agam terpental cukup jauh.
"Arrrggghhh!" Keduanya mengerang kesakitan.
Kondisi badan mereka cukup terluka, tapi diantara mereka tak ada yang mau menyerah.
Mereka saling menyerang kembali.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Pertarungan mereka semakin sengit, keduanya begitu kuat, saling memukul dan juga saling menyerang, bahkan tubuh mereka telah babak belur.
Rianti masih shock dengan apa yang dia lihat, selama mengenal Dave, dia baru tahu ternyata Dave bukanlah manusia biasa.
Agam mengeluarkan pedang di dalam tubuhnya, sebuah pedang yang sangat runcing untuk memenggal kepala Dave, dia cekikikan. "Hahaha... bersiaplah untuk mati, Dave!"
[Sistem juga memiliki pedang khusus untuk Tuan gunakan, Tuan boleh menggunakan dalam situasi gawat darurat.]
Dave baru tahu ternyata sistemnya memiliki senjata juga.
"Ya, aku membutuhkan pedang juga."
Sebuah pedang keluar dari tubuh Dave, memancarkan cahaya kemerahan. Mereka bertarung kembali dengan menggunakan pedang.
__ADS_1
Trang...
Trang...
Trang...
Terdengar suara bunyi pedang saling berbenturan.
Agam melesat melakukan banyak serangan.
Tendangan dan sabetan pedang datang bertubi-tubi berniat menumbangkan Dave.
Namun, sampai kini Dave terus bertahan, dia mencoba untuk terus menangkis dan menghindar.
Semakin lama, Dave merasakan tubuhnya melemah, membuat dia muntah darah.
Tak cukup puas melihatnya, Agam menendang tubuh Dave sehingga cukup terpental jauh, tubuhnya semakin tak berdaya.
Sistem memberikan peringatan pada Dave, perkelahian ini cukup menguras tenaga sehingga baterai di tubuh Dave telah berkurang dengan boros.
Agam tertawa puas, dia berjalan ke arah Dave untuk membunuhnya. "Hidupmu sampai disini, Dave. Aku akan menguasai dunia ini. Semua orang akan tunduk padaku."
Lutut Dave bergerak mencoba untuk berdiri, menggunakan pedang sebagai tumpuan. Sehingga dia bisa berdiri kembali.
Dave melihat Agam berlari sembari menghunuskan pedang ke arahnya, Dave melakukan teleportasi, sehingga dia berada belakang Agam. Lalu menghunuskan pedang, tepat di punggung Agam, menembus hatinya.
"Arrrggghhh!" Agam meraum kesakitan.
Cahaya merah telah menguasai tubuh Agam, membuat tubuh Agam kepanasan.
"Arrrggghhh!"
Seketika tubuh Agam meledak menjadi buih-buih berwarna hitam.
__ADS_1
Dave terengah-engah, merasakan tubuhnya terasa sangat lemah, dia melihat cincin berwarna hitam tergeletak di tanah.
Dave membawa cincin tersebut, lalu menggenggamnya, membuatnya remuk menjadi abu. Tidak boleh ada yang memakai cincin itu lagi.
Rianti memeluk Dave, dia tak peduli pria itu bukan manusia biasa, Dave sudah menyelamatkannya, dan juga Dave sering membantu orang lain. Rianti akan menyimpan rahasia ini untuk dirinya sendiri.
Dave membalas pelukan Rianti. "Kamu gak apa-apa kan?"
"Aku gak apa-apa, tapi kamu terluka parah, Dave."
Tak lama kemudian suara ambulan terdengar begitu nyaring, ternyata yang Rianti telah menelpon ambulan.
[Misi berhasil.]
[Karena Tuan telah menyelesaikan misi dalam melenyapkan Agam, sistem memberikan Tuan bonus jumlah dana Tuan dikalikan dengan jumlah level anda. Ketampanan bertambah 10. Pesona bertambah 10.]
[Nama: Dave Aliando
Usia: 29 tahun
Baterai kekuatan fisik : 30%
Ketampanan: 145
Pesona: 120
Kekuatan: Tak Terbatas
Omset Restoran: 31.547.439.000.000
Dana: 1.434.502.080.000.000
Level: 5.]
__ADS_1