
Besoknya, Restoran Seven Powers telah resmi dibuka, restoran tersebut terlihat begitu megah dan besar, Dave mengundang seluruh masyarakat di Pulau X untuk hadir di acara grand opening restorannya itu.
Semua masyarakat turut hadir, mereka begitu antusias menikmati musik klasik yang terdengar begitu indah memenuhi acara grand opening restoran tersebut, ada juga yang langsung menikmati berbagai jenis makanan yang tersedia disana.
Dan para gadis masih saja sibuk berlomba-lomba untuk mendapatkan hati dari seorang Dave Aliando, sampai mereka berdandan untuk mempercantik diri mereka, berharap Dave akan jatuh hati pada salah satu gadis disana.
Dave bak seorang pangeran malam ini, menjadi pusat perhatian orang banyak, bahkan dikerumuni oleh banyak gadis cantik, tapi pandangannya hanya tertuju pada satu orang, yaitu Riana. Dave belum melihat Riana di pesta itu.
"Kemana dia?" Dave ingin menagih janji Riana yang bilang bersedia berkencan dengannya jika dia bisa membawa Ziro ke hadapan masyarakat, dan Dave sudah melakukannya, kini tidak akan ada lagi sekelompok gangster yang meresahkan masyarakat di pulau X.
Dave memegang dadanya yang sedikit terasa sesak, baterai kekuatan fisiknya kini telah tersisa 27 persen, sebenarnya hidupnya telah diujung tanduk, berharap bisa mencharger dengan ketua gangster itu.
Walaupun Dave tak membayangkan bagaimana caranya mencharger dengan wanita tomboy dan garang seperti Riana.
"Dave, ini bunga untukmu."
"Dave, boleh aku minta nomor hape kamu?"
"Dave, aku mau kok jadi teman kencan kamu selama kamu berada disini."
Dave merasa risih karena para gadis di pulau itu masih saja mengerumuninya.
__ADS_1
Ternyata Riana baru tiba disana, penampilan Riana telah berubah 180 derajat, yang biasanya berpenampilan tomboy, kini dia terlihat begitu anggun dengan menggunakan gaun berwarna biru, Riana terlihat sangat cantik sekali malam ini.
Sistem memang pandai memilih target, walaupun sebenarnya Dave lah yang dikirim oleh sistem untuk menolong target, jika mereka tidak dijadikan target sistem, sebenarnya mereka semua sudah mati sekarang.
Vina seharusnya mati di tangan psikopat yang menculiknya, Monika yang seharusnya mati ditangan para preman yang mengejarnya untuk menculik Monika, Joana yang seharusnya mati ditangan sang mantan, dan Reva seharusnya mati ditangan ayah tirinya, begitu juga Riana yang seharusnya mati ditangan Ziro.
Dan sistem mengirim dewa penolong untuk mereka, menjadikan mereka target sistem, agar Dave menolong mereka. Bukan hanya Dave yang membutuhkan mereka untuk bertahan hidup, mereka pun membutuhkan pertolongan Dave.
Dave tak sengaja melihat Riana masuk ke aula pesta, dia terpana begitu melihat penampilan Riana yang sangat berbeda dari sebelumnya, malam ini Riana terlihat sangat cantik sekali.
Namun, sepertinya Riana tidak ingin mengganggu Dave yang sedang dikerumuni banyak gadis, seperti satu butir gula pasir yang sedang diperebutkan oleh banyak semut.
Dave segera pergi mengikuti Riana, dia meninggalkan para gadis yang sedang mengerumuninya.
Dave melihat Riana yang sedang menyendiri di rooftop restoran, Riana memandangi langit yang sangat indah disana, tapi tetap saja rasanya dia sangat kesal karena Dave terus saja dikerumuni banyak gadis disana.
Wajar saja, Dave sangat tampan, terlalu tampan malahan, siapa yang tak terpesona oleh Dave.
Riana meneguk air minuman yang telah dia bawa, lalu dia simpan di atas dinding rooftop.
"Riana!"
__ADS_1
Dave memanggil Riana, dia berjalan mendekati Riana.
Riana membalikkan badan, dia menatap pria tampan itu. "Oh Dave." Riana balik menyapa Dave.
"Kenapa kamu kesini? Bukannya kamu lagi bersenang-senang dengan para gadis cantik di pulau ini?" tanya Riana.
Dave malah terkekeh.
"Lho kok malah tertawa? Apa ada yang lucu?"
"Mereka memang cantik, tapi bagiku kamu adalah gadis yang paling cantik di pulau ini. Malam ini kamu terlihat semakin cantik, Riana."
Riana tersipu malu mendengar pujian dari Dave, Dave telah berhasil memporak-porandakan benteng pertahanannya, dia ingin melakukan apapun bersama Dave, menghabiskan hari-hari bersama Dave selama Dave masih berada di pulau ini.
Riana tersenyum manis pada Dave.
Dave sudah tak bisa menahan diri, dia berjalan mendekati Riana, membuat jarak diantara mereka begitu dekat, kemudian Dave memegang wajah cantiknya Riana, lalu menundukkan kepalanya, membuat bibir mereka menempel.
Dave memagut bibir manisnya Riana, awalnya Riana diam saja karena ini adalah ciuman pertamanya, tapi dia merasakan gelanyar panas ditubuhnya, sensasi ciuman yang Dave berikan membuat Riana sangat menikmatinya.
Riana mulai membalas ciuman Dave, dia memeluk punggung Dave, mereka saling memagut dan bertukar saliva, semakin lama ciuman mereka semakin terasa panas.
__ADS_1