
Dave menyeringai memandangi Wahyu, "Sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana rasanya menabrak aku dan membuang tubuhku ke dalam muara?"
Tangan Wahyu gemetaran, padahal dia yakin waktu itu dia sudah memastikan sendiri kalau Dave sudah mati, tapi kenapa Dave bisa hidup lagi?
"Aku sudah tau Anjas yang menyuruh kamu untuk membunuh aku, iya kan?" Dave mengatakannya dengan nada menyentak.
Wahyu setiap melakukan pekerjaannya, dia telah disumpah tidak akan membocorkan siapapun yang sudah memerintahkannya, karena itu dia enggan untuk mengaku.
Sementara Reva hanya diam, tidak paham dengan apa yang dibicarakan ayah tirinya bersama Dave.
Wahyu meraih pedangnya yang tergelatak di lantai, lalu dia berlari untuk menyerang Dave. "Oke mungkin dulu aku gagal, kali ini kamu akan benar-benar mati, Dave. Aku akan memenggal kepalamu."
Dave melihat ada sebuah pipa besi tergelatak tak jauh darinya, dia segera meraih pipa besi tersebut, lalu menahan pedang saat Wahyu mencoba untuk melukaimu.
Trang...
Trang...
Trang...
Terdengar gesekan pedang dan pipa besi begitu nyaring, yang satu mencoba untuk menyerang, yang satu mencoba untuk menahan.
Dave dengan cepat menendang perut Wahyu.
Bugh...
Lalu pipa besi itu dia pukulkan pada lengannya Wahyu, sehingga pedang itu terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Argghhh!" Wahyu mengerang kesakitan, memegang lengannya yang membiru.
Tak berhenti disitu saja, Dave juga memukul lengannya Wahyu yang satu lagi, membuat Wahyu mengerang kembali.
Penderitaan Wahyu belum berakhir, Dave memukulkan pipa besi ke kakinya Wahyu, membuat Wahyu berteriak penuh rasa sakit. "Arrrggghhh... ampun, Dave."
Wahyu kini tidak bisa berdiri, dia bersimpuh di hadapan Dave, memohon ampun.
"Ampun, Dave. Jangan hajar aku lagi, aku mohon."
Dave menendang pedang menjauhkannya dari Wahyu, karena dia tau pasti Wahyu mencoba untuk mengelabuinya, dia pasti akan menyerang Dave dengan pedang itu saat Dave lengah.
Dave tak merespon permohonan ampun Wahyu, dia berjalan mendekati Reva, melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya. "Kamu gak apa-apa?"
Reva tak kuasa menahan air matanya, dia berhamburan memeluk Dave. "Dave!"
Dave membalas pelukan Reva, "Syukurlah, kalau kamu baik-baik saja."
"Tapi kenapa kamu bisa tau aku ada disini?"
"Aku..." Dave tidak mungkin bilang kalau dia tau dari sistem kalau Reva disekap di gudang ini. "Hmm... ya penting kamu sekarang baik-baik saja, sebelum aku datang kesini aku sudah melaporkan ayah tirimu ke polisi, aku sudah menemukan beberapa bukti kejahatan Wahyu, termasuk CCTV saat dia menabrak ibumu."
Reva menangis mendengarnya, "Pasti kamu juga korbannya ayah tiriku. Tapi syukurlah kamu masih hidup, Dave."
Reva tidak tau kalau sebenarnya Dave sudah mati, namun dia diberikan kesempatan kedua untuk hidup lagi.
Sebelum polisi tiba, Reva ingin bisa menghajar Wahyu dengan puas, dia beberapa kali mendaratkan tamparan ke wajah Wahyu, untuk melampiaskan amarahnya, karena pria itu telah tega membunuh ibunya.
__ADS_1
Plakk...
Plakk...
Plakk...
"Ini balasan untukmu, karena sudah tega membunuh Ibuku. Manusia iblis!"
Tak lama kemudian suara sirine mobil polisi pun terdengar semakin mendekat, akhirnya para polisi datang, mengepung gudang tersebut, dan memborgol Wahyu.
[Selamat, misi tantangan untuk menyerahkan Wahyu ke polisi sudah berhasil, Tuan mendapatkan bonus 1.000.000.000.000 di kali angka usia Tuan, nilai pesona naik 5 %.]
[Nama: Dave Aliando
Usia: 29 tahun
Baterai kekuatan fisik : 60 %
Ketampanan: 110
Pesona: 95
Omset Restoran: 1.284.000.000
Dana: 29.007.496.000.000
Level: 3.]
__ADS_1
Dave menganga mendengarnya, rasanya dia sedang bermimpi, bisa secepat itu mendapatkan uang triliunan.