Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)

Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)
Buah Favorit


__ADS_3

Ternyata Dave sekarang sedang dipinggir jalan yang begitu ramai, dia memegang perutnya yang terluka parah.


Darah terus bercucuran dari perutnya, membuat nafasnya terputus-putus.


Dave nampak linglung, dirinya tidak tau sedang berada dimana sekarang, dia memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang, membuat kepalanya terasa pening, sehingga kini tubuhnya ambruk tak sadarkan diri.


Besoknya, Dave dengan perlahan-lahan membuka matanya, dia memperhatikan suasana tempat dimana dirinya berada, ternyata kini dia sedang berada di rumah sakit.


Dave melihat Reva yang sedang berada di sampingnya, dia tersenyum penuh rasa lega akhirnya Dave sudah siuman. "Dave, akhirnya kamu siuman."


"Berapa hari aku dirawat disini?" tanya Dave pada Reva, dia sedikit meringis merasakan sakit dibagian perutnya.


"Dua hari."


Dave terkejut mendengarnya, dia mengkhawatirkan kondisi baterainya.


[Uang 50.000.000 terpotong untuk biaya perawatan di rumah sakit.]


[Nama: Dave Aliando


Usia: 29 tahun


Baterai kekuatan fisik : 40 %


Ketampanan: 110

__ADS_1


Pesona: 95


Omset Restoran: 1.451.600.000


Dana: 28.997.746.000.000


Level: 3.]


Dave hanya tersenyum tipis begitu mendengar suara sistem, dia memandangi cincin yang melekat di jari manisnya, walaupun terkadang sistem sangat perhitungan dalam uang, tapi tak segan sistem itu memberikan bonus yang begitu besar. Dan malam itu sistem lah yang telah menyembunyikannya, hampir saja dia dibunuh oleh kawanan gangster tersebut.


Reva nampak keheranan karena Dave dari tadi memperhatikan cincinnya terus. "Ada apa dengan cincinmu, Dave?"


Dave tak mungkin menjawab dengan jujur mengenai cincin yang dia pakai itu. "Oh gak apa-apa, hanya saja aku sangat menyayangi cincin ini."


"Pasti pemberian dari orang yang paling penting buat kamu." Reva nampak cemburu.


Reva menatap penuh rasa takjub pada Dave, "Sudah ku duga, kamu pasti orangnya sangat baik, Dave. Selain baik, kamu juga sangat tampan, terlalu tampan, jadi wajar saja jika banyak wanita tergila-gila padamu."


"Tapi aku tak sebaik yang kamu pikirkan."


"Setiap orang gak ada yang sempurna, Dave. Asalkan kamu tau, aku sangat senang bisa bertemu dengan kamu."


Dave tersenyum tipis, dia segera duduk, lalu menarik Reva agar duduk di pangkuannya, lalu mencium bibir Reva sebentar. Dia sedikit meringis merasakan perutnya yang sakit.


"Dave, kamu sedang terluka." Reva ingin bangkit, tapi Dave menahan tubuhnya.

__ADS_1


"Tak apa-apa, aku ingin memeluk kamu."


Dave teringat dengan foto yang dikirim oleh Reva saat Reva memakai lingerie. "Katanya akan memakai lingerie kalau ketemu aku." godanya.


Reva mencubit lengan Dave, "Masa aku memakainya di rumah sakit."


Dave terkekeh, dia mencium pucuk kepala Reva. Cubitan Reva sama sekali tidak membuat lengannya sakit, malah terasa geli. "Nanti saja kamu pakai kalau aku sudah pulang dari rumah sakit."


Wajah Reva memerah, "Emm... tapi aku gak yakin bisa memakainya di depan kamu, pasti malu sekali."


"Kenapa harus malu? Aku sudah melihat keindahan tubuh kamu, tubuhmu sangat indah."


Wajah Reva memerah mendengar pujian dari Dave. "Emm... Aku sudah memasak untuk kamu, apa kamu mau makan sekarang?"


"Boleh, tapi aku ingin buah melon, aku harus mendapatkan vitamin agar cepat sembuh."


"Kebetulan aku gak bawa buah melon, mau aku belikan?"


"Gak usah, aku sudah menemukan buah melon yang aku inginkan."


Reva mengerutkan keningnya, "Dimana?"


Dave tersenyum smrik, dia membuka kancing baju Reva, hanya dua kancing, lalu menarik branya ke atas, nampaklah bulatan indah bagian kiri yang begitu menggoda, Dave segera melahapnya.


"Mmmhhh..." Reva menahan diri agar tidak mendes-ah ketika pria itu begitu menikmati buah melonnya.

__ADS_1


Rasanya lebih enak dibandingkan dengan buah melon aslinya, menjadi buah favoritnya, karena buah melon yang ini menimbulkan sensasi yang luar biasa.


__ADS_2