Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)

Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)
Kegundahan Dave


__ADS_3

"Mau aku bantu mengusirnya?" Dave menawarkan bantuan pada Rianti, dia memang sering bercanda dengan Rianti dan Erlangga.


Rianti merasa tidak enak harus merepotkan bosnya, "Aduh, Pak. Gak usah. Aku gak mau merepotkan Pak Dave."


Dave malah terkekeh, "Kamu ini kayak yang baru kenal aja sama saya."


Karena Dave yang menawarkan diri untuk membantunya, Rianti akhirnya harus mengiyakan. Dari kejauhan Rianti menunjuk Agam yang sedang duduk di meja nomor 15. "Nah itu dia orang yang sering mengganggu saya, Pak."


Dave memperhatikan Agam dari kejauhan, Agam sama sekali tidak menyentuh sedikit pun minuman dan makanan yang telah dia pesan.


"Mengapa kalian bisa saling mengenal?" tanya Dave lagi.


Rianti malah curhat. "Ya gitu, tiga hari yang lalu dia menolong aku yang habis kecopetan, tapi setelah itu dia terus saja mencoba deketin aku, mengajak aku berkencan, tapi akunya gak mau."


"Hmm... ya udah, lain kali kamu harus hati-hati sama orang asing." Dave sebagai seorang bos mencoba untuk memberikan nasihat pada Rianti.


"Iya, Pak." Rianti menganggukkan kepala.


Dave segera berjalan mendekati Agam, dia berdiri di hadapan pria itu, Agam melihat sebuah cincin di jari manisnya Dave, Agam merasa Dave bukan manusia biasa, dia segera menyembunyikan tangannya yang memakai cincin itu ke saku celananya. Agam memperhatikan Dave dengan tatapan matanya yang tajam, karena pria itu bisa saja menghalangi jalannya untuk bisa menjadi pria terkuat di dunia.


"Mengapa kamu tidak memakan pesananmu itu?" Dave mengatakannya dengan nada menginterogasi.


"Makanannya tidak menarik, aku tidak berselera untuk memakannya." Seorang iblis memang tidak merasakan dirinya lapar, hanya saja dia sering merasakan haus, tapi harus meminum darah sang target, dan target sekarang adalah Rianti, karyawannya Dave.

__ADS_1


"Kedatangan kamu ini membuat karyawan saya tidak nyaman, bilang saja kamu datang kesini karena ingin menganggu karyawan saya. Dia sedang bekerja disini, dan saya harus memastikan kenyamanan karyawan saya. Jadi lebih baik kamu pergi dari sini." Dave mengusir Agam tegas.


Agam hanya memandangi Dave dengan begitu tajam, kemudian dia pun pergi dari sana, dia tidak ingin memperpanjang masalahnya dengan Dave, jangan sampai Dave curiga kalau dia juga bukan manusia biasa.


"Sistem, aku ingin tau identitas orang itu." kata Dave dengan pelan pada cincinnya.


[Maaf tidak terdeteksi, Tuan.]


...****************...


Dave mengantarkan Rianti pulang, dia merasa nyawa Rianti terancam, karena itu dia harus melindunginya. Agam pasti pria berbahaya makanya identitasnya tidak terdeteksi sistem.


Sebenarnya Rianti sangat senang Dave bisa seperhatian itu padanya, karena dia sudah lama memendam perasaan pada Dave, tepatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi dia tau diri siapa dirinya, Dave tidak akan mungkin menyukainya.


Walaupun akhirnya Rianti memutuskan menerima perjodohan dengan mendiang suaminya, karena ingin melupakan perasaannya pada Dave, namun sayangnya suaminya malah meninggal sebelum mereka sempat melakukan malam pertama, membuatnya menjadi janda rasa perawan.


"Emm... boleh." Dave memang harus bersama Rianti, untuk melindungi karyawannya itu, bagaimanapun juga Rianti sudah Dave anggap keluarga, karena dia salah satu karyawan yang menemani Dave dari nol.


Hati Rianti menjadi berdebar-debar, apakah dia sedang bermimpi, mengapa Dave bisa seperhatian ini padanya, dan dia mau mampir ke rumahnya yang sangat sederhana itu.


Rianti dan Dave pun masuk ke dalam rumahnya Rianti, Dave duduk di kursi sofa. "Kamu tinggal sendirian?"


"Iya, ibu tinggal di kampung, jadi aku tinggal sendirian disini."

__ADS_1


"Ahh gitu." Dave jadi merasa canggung pada Rianti, karena untuk pertama kalinya dia berduaan dengan seorang wanita bukan target dalam keadaan sepi dan sunyi seperti ini.


Bagaimana kalau dia khilaf? Dave akui Rianti memang sangat cantik dan memiliki body yang aduhai, bisa saja menggoda imannya.


Dave harus berusaha sekuat mungkin agar tidak khilaf, karena Rianti gak mungkin jadi target sistem, karena dia seorang janda, dan yang namanya janda pasti sudah tidak perawan. Sementara target sistem perawan semua.


Rianti membuatkan kopi untuk Dave. "Silahkan diminum Pak Dave?"


"Oh iya." Dave segera meminum kopi buatan Rianti.


"Emm... aku mau mandi dulu, Pak Dave. Gak apa-apa kan aku tinggal sebentar?" Rianti memang merasakan gerah sekali, setiap pulang kerja dia memang terbiasa mandi.


Dave jadi membayang bagaimana Rianti mandi, pasti terlihat begitu nyata bagaimana indah tubuhnya janda muda itu, Dave menghalau pikiran mes-umnya, membuatnya panas dingin.


Dari pada dia khilaf, mending dia pergi dari sana. Baru kali ini dia merasakan berhasrat pada wanita yang pastinya bukan target sistem.


"Rianti, lebih baik aku pulang." pamit Dave.


"Lho kok buru-buru Pak Dave?"


"Aku takut..." Gak mungkin kan Dave bilang takut khilaf, Dave mengulangi perkataannya lagi, "Aku takut pekerjaan aku terbengkalai, pekerjaan aku masih banyak."


Padahal Dave memilih menjaga Rianti di dalam mobil saja, malam ini dia bergadang di dalam mobil, tepatnya di depan rumah Rianti, untuk melindunginya.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya Dave berharap Rianti adalah target sistem, walaupun rasanya tidak mungkin, karena mengira target sistem harus perawan semua, sementara Rianti seorang janda.


Dari kejauhan Agam memperhatikan Dave yang sedang menjaga Rianti di dalam mobilnya, dia mendengus kesal, karena Dave telah menghalangi jalannya.


__ADS_2