
Malam ini Riana dan Dave telah tersulut api gairah, mereka tak bisa menahan diri lagi, sehingga Dave menyewa sebuah kamar hotel yang tak jauh dari restorannya.
Di kamar hotel tersebut, mereka sudah tak memakai satu helai kain apapun, Riana membiarkan Dave menjelajahi tubuhnya, menyentuh disetiap inci tubuhnya yang indah itu, tatto kupu-kupu hitam di pundak Riana membuat tubuh Riana semakin terlihat indah.
"Kamu suka tatto juga?" Riana mengusap-usap tatto naga di dada Dave.
Dengan tatto itu, Dave terlihat semakin gagah.
"Ya, aku sangat menyukainya." jawab Dave, kemudian dia mencium tatto di pundak Riana.
Lalu Dave menenggelamkan kepalanya di dada Riana, mulutnya memainkan bagian puncak yang berwarna merah jambu tersebut, sesekali dia mainkan dengan tangannya yang jail dengan mere-masnya dengan penuh gemas.
"Mmhhh... Dave!" Riana merasakan perasaan aneh, untuk pertama kalinya dia merasakan sebuah gairah yang kian bergelora disetiap kali Dave menggodanya dengan sentuhan yang dia berikan.
Dave memberikan banyak kecupan ke seluruh tubuhnya, rasanya begitu memabukkan.
Dave sangat pintar memberikan banyak kenikmatan pada Riana, Riana terbelalak begitu menyadari kini mulut Dave menyentuh bagian pusat intinya, entah sejak kapan Dave berada dibawah sana, memainkan lidahnya di dalam sana, membuat gelayar hebat di dalam diri Riana.
Sungguh gila, kedua tangan Riana mencengkram kuat pada rambut Dave. "Oh Dave ini sungguh geli."
Rasanya mengoyak jiwa dan raga Riana, hingga rasanya ingin segera dipuaskan.
Tanpa diajak kompromi, Dave memasukkan satu jarinya ke dalam milik Riana.
__ADS_1
"Ah Dave!"
Serangan yang dilakukan Dave begitu dahsyat, Riana meraung-raung penuh rasa nikmat, merasakan jari Dave bergerak keluar masuk dengan ritme yang lumayan cepat, rasanya seakan Riana dibuat melayang di angkasa.
Riana telah mencapai pelepasannya, sehingga keluar ca-iran yang begitu banyak di dalam inti Riana.
Dave tak langsung melepaskan jarinya begitu saja di dalam sana, dia merasakan denyutan nikmat milik Riana, membayangkan betapa sempitnya milik Riana yang indah itu.
Kemudian Dave menenggelamkan kepalanya lagi, menyapukan lidahnya pada milik Riana yang sudah basah itu, Riana dibuat gila karenanya.
"Ahhh... Dave!"
Apalagi ketika Dave menghisapnya, membuat Riana basah untuk kedua kalinya, tubuh Riana dibuat menggelinjang beberapa kali oleh Dave. Deru nafas Riana terdengar begitu berat.
Riana tak terima disebut kalah, dia membalikkan posisi, sehingga Dave berada dibawahnya, Riana menciumi dada Dave yang begitu menggoda dan kekar, kemudian Riana menyentuh senjata Dave dengan tangannya, sesekali menyentuhkan lidahnya, membuat Dave meremang.
"Owh kamu nakal Riana." Apalagi ketika Riana memasukannya ke dalam mulutnya.
Dave tak tahan lagi dia segera membalikkan posisi kembali, membuka lebar-lebar paha Riana, mengarahkan senjatanya, memasukan dengan pelan, lalu mendorongnya dengan kasar sehingga masuk sepenuhnya di dalam milik Riana.
Awalnya Riana sedikit meringis, tapi karena Dave sudah mahir, dia mengguncang tubuh Riana dengan kuat, membuat Riana terpekik nikmat. "Ahh... Dave."
[Batrei kekuatan fisik Tuan telah penuh kembali, 100 %. Dana dipotong secara otomatis untuk penambahan daya baterai, 50.000.000.]
__ADS_1
[Karena target masih perawan, Tuan mendapatkan bonus 11.000.000.000. dan nilai ketampanan bertambah 5.]
[Level Tuan naik jadi level 5.]
[Nama: Dave Aliando
Usia: 29 tahun
Baterai kekuatan fisik : 100%
Ketampanan: 130
Pesona: 105
Kekuatan: Tak Terbatas
Omset Restoran: 3.375.754.000.000
Dana: 277.911.426.000.000
Level: 5.]
Malam ini Dave melakukan banyak gaya dengan Riana, entah gaya apa saja, karena penulisnya masih polos, malas buka google.
__ADS_1