Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)

Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)
Pertolongan Sistem


__ADS_3

"Bersiaplah untuk mati, hahaha..." Dirga mengayunkan sebuah pedang untuk menghunuskannya ke arah leher Dave. Dia ingin memenggal kepala Dave.


Namun, matanya tiba-tiba menjadi silau karena batu akik di cincin Dave mengeluarkan cahaya yang begitu terang, saking terangnya sampai menyilaukan mata semua orang yang ada disana.


"Arrrggghhh!" Dirga dan para anggota gangster yang lainnya menutup matanya dengan tangan mereka, merasakan mata mereka perih sampai berair.


Kejadian itu cukup lama, begitu cahaya tersebut mulai menghilang, Dirga fokus kembali pada Dave yang akan dia bunuh.


Betapa terkejutnya Dirga begitu mengetahui Dave sudah tidak ada disana, pria itu menghilang begitu saja tanpa jejak.


"Aishh... kemana dia?" Dirga celingukan mencari keberadaan Dave, rasanya sangat mustahil jika dia bisa berlari secepat itu, karena Dave terluka cukup parah.


"Kok aneh ya, apa dia seseorang yang sakti? Bisa menghilang dengan sangat cepat." ucap salah satu anggota gangster disana.


Dirga sudah dibayar oleh Anjas, dia harus segera menemukan Dave, membunuh pria itu, dan mencuri cincinnya. "Ayo kita berpencar, kita harus mencarinya sampai dapat."

__ADS_1


Mereka pun terpaksa harus berpencar untuk mencari keberadaan Dave, siapa tau Dave melarikan diri ke arah hutan yang ada disana.


Drrrtt... Drrrtt...


Ponsel Dirga bergetar, rupanya ada telepon dari Anjas. Anjas sudah tak sabar untuk menunggu kabar baik dari Dirga.


"Hallo bos."


"Bagaimana? Apa kalian sudah berhasil membunuh si Dave?" tanya Anjas, malam ini dia sedang bersama seorang wanita malam, Anjas membiarkan wanita itu sedang asik mengu-lum lolipopnya.


"Ah jangan digigit sayang." keluh Anjas, dia menekan kepala wanita malam itu.


"Belum bos."


"Kenapa?" Anjas merasa kecewa, dia membiarkan wanita itu duduk di pinggulnya, menyatukan tubuh mereka berdua.

__ADS_1


"Owh bergeraklah lebih cepat, sayang." Anjas meracau.


Dirga menjadi panas dingin mendengarnya, "Maaf bos, tiba-tiba saja Dave menghilang. Saya rasa cincin yang dipakai oleh Dave memang memiliki kekuatan."


Anjas terkejut mendengarnya, sampai dia mendorong wanita malam yang sedang berpacu kuda di atas tubuhnya. Sehingga wanita itu terjungkal ke bawah kasur. "Arrrggghhh!"


Anjas tak peduli dengan wanita malam itu, dia lebih peduli dengan kabar yang baru dia dengar dari Dirga. "Apa maksudmu? Menghilang bagaimana?"


"Saat saya akan menebas lehernya dengan pedang, tiba-tiba muncul cahaya yang sangat menyilaukan mata, saya rasa cahaya itu muncul dari cincin yang dipakai oleh Dave." Dirga menjelaskannya dengan panjang lebar.


Anjas tertegun mendengarnya, ternyata kecurigaan Danti memang benar adanya, cincin itu memang sangat ajaib. Dave berubah menjadi tampan dan kaya pasti karena cincin itu, bahkan mungkin cincin itu yang membuat Dave hidup lagi.


"Kamu harus cari Dave sampai ketemu, sekalian kamu bawa kepalanya padaku."


"Baik bos."

__ADS_1


Anjas memang seorang gangster, walaupun bukan gangster kaya raya seperti di cerita novel, dia hanyalah gangster kampung, yang baru menjalankan bisnis haram, memalak para pedagang di pasar, menjadi mucikari para wanita malam, sering melakukan perjudian, dan juga sering melakukan perampokan.


Sebenarnya waktu itu Anjas berbohong pada Danti, dia tidak menggunakan uang hasil menjual rumah Dave dengan berinvestasi, tetapi dia gunakan untuk berjudi, tapi dia kalah dalam perjudian itu.


__ADS_2