
Di malam hari yang gelap, terlihat seorang gadis yang sedang berlari ketakutan, dia mencoba untuk meminta tolong, berharap ada seseorang yang membantunya.
"Tolong!"
"Tolong!"
Gadis itu terengah-engah dengan penampilannya yang nampak berantakan, bahkan dia harus berlari sambil tertatih-tatih karena kakinya terluka tanpa memakai alas kaki.
Gadis tersebut mencoba untuk berteriak minta tolong kembali, "Tolong!"
"Tolong aku!"
Dia hanya bisa menangis menyusuri gang yang terlihat sangat sepi, sehingga tak ada satu orang pun yang mendengar permintaan tolongnya.
"Aku mohon, tolong aku." Badan gadis tersebut gemetaran, sampai keringat dingin membasahi tubuhnya. Dia terlihat sangat ketakutan sekali.
Suasana malam hari yang begitu gelap dan sunyi membuat rasa takut itu semakin menjadi, gadis tersebut celingukan berharap orang yang mengejarnya tidak berhasil menangkapnya.
Tap...
Tap...
Tap...
__ADS_1
Terdengar suara langkah sepatu, membuat suasana semakin tegang, gadis bernama Sisil itu segera mencari tempat persembunyian di sekitar gang sana.
Sisil melihat ada sebuah bangunan tua, dia segera masuk ke dalam sana, Sisil melihat ada sebuah lemari, dia segera masuk ke dalam lemari itu untuk bersembunyi.
Ternyata orang yang mengejarnya adalah Agam, dia berjalan dengan santai masuk ke dalam bangunan tua tersebut, kemudian dia cekikikan.
"Bersembunyi dimana kamu gadis manis? Apa kamu ingin bermain-main dulu dengan aku." Agam mengedarkan pandangannya untuk mencari Sisil.
Di dalam lemari, Sisil membekap mulutnya dengan tangannya sendiri, berharap Agam tidak akan mendengarkan suara deru nafasnya.
"Ayolah jangan bersembunyi seperti itu, aku orangnya tidak sabaran." Agam berkata begitu sambil mencoba untuk mencari Sisil.
Agam menyeringai ketika melihat ke arah lemari, dia bisa mencium aroma sang target disana. Kemudian dia berjalan ke arah lemari, membuat Sisil merasakan jantungnya terus berdetak tak beraturan, rasanya ingin meledak.
Agam membuka pintu lemari dengan keras sampai pintu itu hancur.
"Aaaaa!" Sisil menjerit histeris.
"Hahaha..." Agam tertawa lepas, dia mencekik leher Sisil membawanya keluar dari lemari, lalu mengangkat tubuhnya ke atas.
Sisil merasakan kesakitan pada lehernya dan kesulitan untuk bernafas, kakinya meronta-ronta, dan tangannya terus bergerak memukul-mukul tangannya Agam.
Sisil terkejut ketika melihat mata Agam tiba-tiba bersinar nampak cahaya berwarna merah, lebih terkejut lagi ketika dia melihat giginya bertaring, padahal waktu Agam berpura-pura mengajaknya kenalan, dia seperti manusia biasa yang normal.
__ADS_1
Agam menurunkan Sisil yang sudah tak tak berdaya, kemudian dia menggigit leher Sisil.
"Arrrggghhh!" Sisil menjerit kesakitan, tapi dia tak bisa berontak karena Agam mencengkram tubuhnya dengan kuat, sambil terus menghisap darahnya.
Setelah merasakan dirinya kenyang, Agam menjatuhkan tubuh Sisil yang sudah tak bernyawa itu ke lantai. Dia tertawa puas.
[Anda naik level, Tuan.]
[Nama: Agam
Usia: 32 tahun
Kekuatan: Tak Terbatas
Level: 5.]
Ternyata sistem yang telah merasuki tubuh Agam adalah sistem drakula, setiap Agam meminum darah target, dia akan naik level, semakin naik level, artinya dia semakin kuat.
Kemudian setelah itu penampilan Agam berubah kembali, seperti manusia biasa, giginya tidak bertaring lagi, dan warna bola matanya normal kembali.
Sudah 5 gadis yang telah dia hisap darahnya, dia memang membutuhkan darah perawan sang target jika ingin menjadi manusia terkuat sedunia, untuk bisa menguasai dunia.
Agam menyeringai menatap tubuh Sisil yang terlihat sangat pucat, karena darahnya telah habis dihisap olehnya.
__ADS_1
Sistem yang Agam miliki tentu saja jauh lebih kuat dari sistem yang Dave miliki, karena sistem yang Dave miliki lebih berfokus pada sistem kekayaan, bukan kekuatan.