
Dave pun mengantarkan Bella dan Hilda pulang ke rumahnya, Bella yang awalnya bersikap dingin pada Dave kini dia terlihat begitu manis dan ramah padanya, mungkin karena Dave telah menolong dia dan adiknya.
Dan kini daya baterai pada tubuhnya Dave tinggal tersisa 60% lagi, Dave harus menghemat baterai sebisa mungkin sampai dia bisa menaklukkan Bella.
"Terimakasih Dave sudah menolong kami." ucap Bella pada Dave, kemudian dia memberikan kartu nama pada Dave. "Jika butuh bantuan aku, hubungi saja aku."
Dave menerima kartu nama yang Bella berikan. "Oh iya sama-sama, Bella."
Bella dan Hilda pun keluar dari mobilnya Dave. Mungkin hari ini Dave belum bisa melakukan pendekatan pada Bella karena Bella harus fokus untuk menenangkan adiknya yang masih ketakutan karena ulahnya Anjas.
Tiga hari berlalu...
Selama itu Dave mencoba untuk menghubungi Bella, namun ternyata Bella sangat sulit sekali untuk dihubungi, padahal Bella sendiri yang memberikan kartu nama padanya.
"Hmm... kenapa dia sulit sekali untuk dihubungi?" gumam Dave.
Dave rasa lebih baik dia mencoba untuk berkunjung ke rumah Bella saja, dia harus bermodalkan tekad agar bisa dekat dengan Bella.
__ADS_1
Namun ternyata di rumahnya Bella hanya ada adiknya saja bersama seorang pembantu disana.
"Kak Bella nya ada dek?" tanya Dave pada Hilda.
"Kebetulan kak Bella tiga hari yang lalu sudah kembali ke kota G." jawab Hilda.
"Kota G?" Dave sangat tahu kota tersebut adalah sebuah desa pelosok yang sangat jauh dari keramaian.
"Iya. Kak Bella membuka sebuah klinik disana."
"Oh jadi Bella seorang dokter?" Dave terkejut mendengarnya.
...****************...
Bella memang memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam, untuk meraih cita-citanya sebagai seorang dokter dan ingin memperbaiki diri.
Bella sengaja ingin mengabdi pada masyarakat miskin di kota G, dia membuka sebuah klinik disana. Bella memang ingin benar-benar terlepas dari dunia gemerlapnya, tapi tetap saja orang-orang yang tahu dengan identitasnya di masa lalu, selalu saja masih berdatangan untuk mengganggunya.
__ADS_1
Seperti sekarang ini terdapat sekelompok mafia yang sedang meneror klinik milik Bella, mereka semua menyanderanya semua orang yang ada disana, termasuk Bella.
"Sebenarnya apa yang kalian inginkan dariku? Cepat lepaskan pasien dan semua orang yang ada disini." ucap Bella kepada sekelompok mafia yang bernama gang Lucifer, dan ketuanya adalah Xander.
Xander tertawa ketika mendengar perkataan Bella. "Hahaha... seorang Bella, yang dulu seorang pembunuh, dia berubah ingin menjadi penyelamat nyawa orang lain, wah sungguh luar biasa." Xander menepukan tangannya pertanda meledek pekerjaan Bella yang sekarang.
Bella menghela nafas. "Lalu apa mau kalian?"
"Bergabunglah dengan kami, kamu harus masuk kembali ke dunia yang sudah lama kamu tinggalkan. Aku dengar kau juga yang menghancurkan markas gangster Anjas cs, bahkan tubuh Anjas sampai hanya tersisa tulang belulang, itu semua pasti ulahmu kan?"
Bella menggelengkan kepala, karena memang bukan dirinya, tapi Dave lah yang mengalahkan mereka. "Itu bukan aku, tapi ada seseorang yang menolongku."
"Siapa dia?" Xander menjadi penasaran.
"Aku tak akan memberitahumu, lebih baik sekarang kalian pergi dari sini." Bella mencoba untuk mengusir Xander dan semua anak buahnya.
"Katakan siapa orangnya, atau mau aku tembak!" Xander malah mengancam Bella, dia menodongkan pistol ke arah kepala Bella.
__ADS_1
"Aku orangnya."
Tiba-tiba saja terdengar suara Dave, Dave masuk ke dalam klinik dengan begitu tenang, kemudian dia tersenyum pada Bella karena merasa lega Bella baik-baik saja.