Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)

Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)
Menjalankan Rencana


__ADS_3

Besoknya, Bella datang ke Markas milik Anjas sambil membawa sebuah peti berbentuk kotak. Bella memberikan peti itu pada Anjas.


"Aku sudah membawa kepala Dave yang kamu suruh itu dan juga cincin yang dimiliki oleh Dave, karena itu tolong cepat bebaskan Hilda." pinta Bella pada Anjas.


Anjas terkekeh, dia mencoba untuk memakai cincin yang memiliki batu akik berwarna merah itu, kemudian mengusap-usap batu akiknya, namun tak ada reaksi apa-apa.


"Kamu tidak sedang membohongi aku kan?" tanya Anjas pada Bella.


"Tentu saja tidak." Walaupun sebenarnya Bella membohongi mereka, itu hanyalah sebuah cincin palsu, dan di dalam kotak peti itu berisi sebuah bom untuk menghancurkan markasnya Anjas.


Anjas mencoba untuk berpikir positif, mungkin saja cincin itu butuh proses untuk memperlihatkan kekuatannya.


"Kenapa petinya harus di kunci?" tanya Anjas ketika ingin melihat kepala Dave disana.


Dave sengaja memasukan darah hewan disana, sehingga di peti tersebut mengeluarkan darah segar berwarna merah.

__ADS_1


Sementara itu Hilda, dia terlihat menangis karena akhirnya bisa melihat kakaknya lagi. "Kakak."


Anjas mengerlingkan mata pada anak buahnya, sebuah kode bahwa setelah ini dia harus membunuh Bella, dan tetap akan menjual Hilda ke luar negeri.


Bella segera mencari kunci peti tersebut di saku celananya, kemudian dia memberikan ada sekitar 10 kunci pada Anjas. "Ini kuncinya."


Anjas nampak kebingungan karena disana ada 10 kunci. "Jadi kunci untuk peti itu yang mana?"


"Aku lupa lagi, coba saja satu-satu. Sekarang giliran aku, cepat lepaskan Hilda!"


Anjas tertawa. "Sayangnya kamu telah masuk ke dalam jebakan aku, Bella."


"Brengsek!" Bella mengepalkan tangannya, menatap tajam ke arah Anjas.


Kemudian Anjas menyuruh anak buahnya untuk membuka kotak peti itu. "Cepat buka kotak peti ini, aku ingin tahu dia membohongi atau tidak."

__ADS_1


Namun, tiba-tiba saja waktu berhenti, ternyata Dave telah menjentikkan jarinya, Dave tak punya waktu lama, dia butuh waktu 5 menit untuk menolong Bella dan adiknya.


Dave berlari melewati anak buahnya Anjas yang begitu banyak. Kemudian dia melakukan teleportasi membawa Bella ke luar dari markas, membawanya masuk ke dalam mobil.


Dave melakukan teleportasi kembali, dia masuk lagi ke markas untuk menyelamatkan Hilda, kemudian dia menghancurkan kunci gembok yang mengunci jeruji besi itu, kemudian Dave dengan cepat membawa Hilda masuk ke dalam mobil.


Dan terakhir, Dave membawa Anjas keluar dari markas itu.


[Waktu telah normal kembali.]


Bella dan Hilda nampak kaget saat menyadari dirinya berada di dalam mobil yang letaknya lumayan jauh dari markas.


Ternyata Dave telah menepati janjinya untuk menolong Hilda, bahkan dirinya juga. Jika seandainya Dave tidak menolongnya, Bella yakin hari ini dia akan mati ditangan Anjas.


"Kakak." Hilda menangis, dia memeluk Bella dengan erat, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak paham, kenapa dirinya bersama Bella tiba-tiba berada di dalam mobil. Padahal seingat Hilda, Anjas sedang menodongkan pistol ke arah kakaknya.

__ADS_1


Bella tahu pasti Hilda nampak kebingungan dengan apa yang terjadi sekarang. Dia mengelus-elus punggung Hilda. "Ada seseorang yang menolong kita, makanya kita berada disini."


Dalam rencana Dave, Dave menyuruh Bella untuk pergi duluan. Namun, ketika dia ingin menstater mobilnya, dia merasa tidak tega jika harus pergi tanpa Dave, padahal Dave telah berjasa untuknya.


__ADS_2