
Prang...
Dave meninju kaca samping bus, dia tak peduli dengan tangannya yang berdarah, Dave segera masuk ke dalam bus yang terguling itu. Dia membawa penumpang satu persatu keluar dari bus.
Ternyata ada beberapa orang yang tergerak hatinya untuk menolong anak-anak, mereka segera mengamankan beberapa anak-anak yang sudah dibawa keluar oleh Dave. Termasuk orang-orang yang ada di dalam kereta, mereka berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Baru 10 orang yang Dave selamatkan, Dave masih berusaha keras untuk menyelamatkan mereka, Dave mengalami kekusahan karena ada beberapa anak yang terhimpit oleh kursi di dalam bus.
Dave mengangkat kursi yang menghimpit kaki salah satu anak disana, lalu menggendong anak tersebut, membawanya ke luar dari bus, orang-orang yang ada disana pun kembali mengamankan anak itu.
Satu persatu anak telah Dave tolong, kini tinggal hanya ada satu anak yang masih tersisa di dalam bus, sementara sang supir telah sadarkan diri, supir itu keluar dari dalam bus dengan jalannya yang sempoyongan dan meringis menahan sakit dibagian kaki dan tangannya yang terluka.
[Waktu tersisa 1 menit lagi.]
"Bang, sepertinya bus akan segera meledak. Lebih baik abang selamatkan diri abang." ucap salah satu diantara kerumanan yang ada disana pada Dave.
"Kak Riana!" Anak yang masih ada di dalam bus tersebut menangis sesegukan, memanggil nama kakaknya.
Anak itu yang terluka paling parah dan badannya terhimpit kursi, membuat Dave kesulitan untuk menolongnya, tapi Dave tak akan menyerah. Dia dengan sekuat tenaga mengangkat kursi tersebut, Dave mengalami kesulitan karena kursinya terhimpit oleh body bus.
[Waktu tersisa 10 detik lagi.]
Dave menghela nafas panjang, dengan kekuatan penuh dia mengangkat kursi itu, sehingga bisa terlepas dari lantainya, dan mengangkat body bus yang menindih kaki Rendra.
Dave melihat ada api yang sudah berkobar begitu besar, ternyata bus akan segera meledak.
Duarr....
Namun, Dave terkejut saat melihat api yang mulai meledak itu tak bergerak sama sekali, Dave memperhatikan suasana di luar bus, semua orang sama sekali tak bergerak, termasuk Rendra.
Semuanya mematung, termasuk tetasan air keringat orang-orang yang ada disana.
__ADS_1
[Sistem memberikan waktu satu menit untuk Tuan bisa menolong anak ini.]
Ternyata sistem telah menghentikan waktu, membuat semua orang mematung, Dave segera menggendong tubuh Rendra, membawanya keluar dari dalam bus.
Dave melepaskan Rendra di tempat yang aman, bersama teman-teman sekolahnya.
Kemudian Dave masuk ke dalam mobilnya, dia segera menjalankan mobilnya, karena dia tidak ingin orang-orang tau bahwa dialah pahlawan yang telah menyelamatkan banyak nyawa itu, dia menolong mereka tanpa perlu mendapatkan sanjungan.
Dave menjetikan jarinya agar kehidupan normal seperti sedia kala, lalu terdengar suara ledakan dari bus yang sudah kosong penumpang itu.
Duarr...
Bomm...
Bomm...
Karena Dave, semua penumpang bus selamat, membuat Dave merasakan lega.
[Nama: Dave Aliando
Usia: 29 tahun
Baterai kekuatan fisik : 45%
Ketampanan: 125
Pesona: 105
Omset Restoran: 3.046.325.000.000
Dana: 173.000.871.000.000
__ADS_1
Level: 4.]
Semua orang yang ada disana terperangah karena Dave, sang pahlawan, tak ada disana. Setelah waktu telah dihidupkan kembali.
"Lho kok kemana pria tampan itu menghilang?"
"Iya benar, tadi aku melihat ada pria tampan menghentikan kereta, kok dia jadi gak ada?"
"Apa mungkin dia bukan manusia, tapi malaikat? Tidak mungkin ada manusia memiliki kekuatan seperti itu."
Orang-orang disana membicarakan Dave dengan penuh keheranan, Rendra hanya mematung, dia padahal masih ingat bagaimana pria tadi mencoba menolongnya di dalam bus, namun anehnya dia tidak ingat apa-apa lagi, dia nampak linglung tiba-tiba saja dia ada di tengah kerumunan.
...****************...
"Ampun Nona, jangan bunuh saya. Saya mohon." seorang pria memohon ampun pada Riana.
Saat itu Riana sedang berada di Markas The Black, Riana telah menyandera seorang pria yang sudah melakukan pemerkosaan terhadap salah satu wanita di Pulau X, membuat Riana geram, apalagi korban dibunuh oleh pria itu.
Karena itu tak ada ampun untuk orang seperti itu, Riana menodongkan pistolnya pada pria tersebut. "Kesalahan kamu tidak bisa diampuni."
Zdor...
Riana menembak pria itu, tepat di area kepalanya. Pria tersebut akhirnya mati dengan mata melotot, darah segar bercucuran di kepalanya.
"Nona, bagaimana kalau para pemilik perusahaan yang telah kita hancurkan datang menyerang kita?" tanya salah satu anggota The Black pada Riana.
"Biarkan dia berhadapan denganku, aku tak segan akan menghabisinya jika tetap ngeyel berani membangun perusahaan di pulau ini." jawab Riana dengan santai.
Pembicaraan mereka terhenti begitu melihat ada salah satu anggota The Black datang sambil berlari.
"Nona, bus yang ditumpangi oleh adik Nona telah mengalami kecelakaan."
__ADS_1
Riana terkejut mendengar kabar buruk tersebut, adiknya adalah satu-satunya keluarganya, Riana akan sangat terpukul jika kehilangan Rendra. Tanpa berpikir panjang, Riana segera pergi dengan perasaan gelisah tak menentu, berharap adiknya baik-baik saja.