
Malam ini Dave datang ke rumah mewah milik Rianti, rumah yang telah dia belikan untuk wanita cantik itu.
Kebetulan setelah menghabiskan malam bersama untuk pertama kalinya dengan Rianti, Dave belum melakukannya lagi bersamanya karena dia ingin memperhemat daya baterai ditubuhnya.
Tapi karena sisa daya baterai ditubuhnya masih 90%, dan juga hasratnya sudah tak berbendung, bagaimanapun juga dia adalah pria yang normal, jadi wajar saja jika dia memiliki hasrat yang tinggi. Sehingga malam ini dia meminta jatah pada Rianti lagi.
Rupanya Rianti telah menyambut kedatangannya dengan sepenuh cinta, apalagi dia sudah memakai lingerie yang begitu seksi untuk menyenangkan Dave, dan tentu saja dia juga merindukan sentuhan Dave pada seluruh tubuhnya, membuat susah move on.
Rianti langsung merangkul dengan manja ketika Dave datang ke rumahnya. "Dave!"
Dave membalas rangkulan Rianti, dia mencium bibirnya, kalau masalah ciuman terkadang kalau Dave datang ke RSP1 dia selalu mencuri-curi kesempatan untuk berciuman dengan Rianti, karena berciuman tidak membuat baterainya boros.
Mereka kalau berada di tempat kerja memang selalu profesional jika di hadapan para karyawan.
"Terimakasih Rianti, kamu selalu bersikap profesional di tempat kerja dan juga tak pernah membocorkan rahasia tentang aku."
"Sama-sama Dave, tentu saja aku akan tutup mulut apapun tentang kamu."
Dave memperhatikan penampilan Rianti yang nampak begitu menggoda, dia segera menggendong tubuh Rianti, mmembawanya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Dave melucuti seluruh pakaian Rianti, begitu juga dirinya. Pria itu memberikan banyak sentuhan pada tubuh indahnya Rianti, sehingga des-ahan suara manjanya Rianti begitu menggoda, membangkitkan gairah Dave.
Kemudian Dave melahap salah satu bukit kembarnya, sementara tangannya dengan terampilnya dia menggoda milik Rianti, menggerakkan satu jarinya disana, bergerak hilir mudik menyusuri kelembutannya.
"Owh Dave." tubuh Rianti tak bisa diam, dia menggelinjang hebat ketika telah mencapai pelepasannya.
Dan kini tiba saatnya penyatuan, Dave memposisikan dirinya berada diatas Rianti, lalu menyatukan tubuh mereka, sehingga senjata Dave masuk sepenuhnya dimilik Rianti.
Dave mende-sah penuh nikmat, merasakan bagaimana sempitnya milik Rianti, apalagi merasakan bagaimana senjatanya seakan direm@s-rem@s di dalam sana.
"Owh... ahh... lebih cepat lagi Dave." Rianti mulai meracau ketika Dave menggerakkan senjatanya, pria itu sangat gagah bergerak di atas tubuh Rianti.
"Kamu menikmatinya, Rianti?"
"Sangat."
Dave tersenyum puas, dia membalikkan posisi Rianti, sehingga membelakanginya, dia ingin melakukannya dengan gaya yang berbeda dengan Rianti.
Malam ini dia ingin menghabiskan bersama janda muda yang cantik itu. Sehingga daya baterainya kini tersisa 75% lagi.
__ADS_1
...****************...
Besoknya, Dave telah berpakaian rapi karena dia harus pergi ke kota C untuk memantau pembangunan restoran disana.
Setelah tiba di kota C, Dave memperhatikan bagaimana restorannya yang sedang dibangun, dia merasa puas dengan kinerja para pekerja bangunan, karena memang sesuai dengan konsep yang dia inginkan.
Kota C memang kota yang memiliki keindahan yang luar biasa, masih banyak pegunungan, hutan, dan sawah yang terhampar luas disana.
Bukan hanya itu, disana juga terdapat danau yang begitu luas dan indah, sehingga Dave membeli sebuah Villa yang ada disekitar danau tersebut.
Dave sedang menikmati secangkir kopi di kursi santai di depan vila sambil menikmati keindahan danau di depannya.
Dave sama sekali tidak menyadari ada seseorang yang sedang mengintainya dari kejauhan, ternyata wanita itu adalah Bella, dia sengaja menutup wajahnya dengan masker agar tak ada yang mengenali wajahnya.
Bella dengan tangan bergetar dia mengarahkan senjatanya pada Dave, walaupun sebenarnya dia sudah tidak ingin membunuh orang lagi, tapi dia harus melakukannya demi menyelamatkan Hilda.
Bella menarik nafas dalam-dalam, dia menekan pelatuk.
Zdor...
__ADS_1
Sebuah peluru pun telah dia lesatkan dari senapan.