Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)

Terlalu Tampan (Sistem Casanova Menjadi Kaya)
Penyesalan Danti


__ADS_3

Dave tidak sengaja melihat Danti yang nampak kebingungan, berjalan sendirian dengan tatapan matanya yang menyiratkan kesedihan.


Bagaimanapun Danti dulu adalah wanita yang pernah Dave cintai, karena itu Dave tidak mungkin tega mengabaikannya begitu saja, apalagi melihat keadaan Danti yang sepertinya sedang terpuruk.


Dave segera menghampiri Danti. "Danti, sedang apa kamu ada disini?"


Danti tak bisa menahan tangisannya, dia langsung memeluk tubuh pria yang sangat dia rindukan itu. "Dave."


Dave tak mungkin melepaskan pelukan Danti, Danti pasti sedang sangat terluka, sehingga dia membiarkan Danti menenangkan dirinya dulu. Jiwa wanita itu terlihat sangat rapuh, walaupun dia tidak tahu apa yang telah terjadi pada Danti.


Sekarang ini Dave dan Danti sedang berada dihalaman belakang RSP1, karena Danti ingin berbicara serius pada Dave.


"Apa yang membuat kamu sedih?" tanya Dave pada Danti.


"Anjas sudah khianati aku, Dave. Bahkan dia tega sekali mengusir aku." lirih Danti.

__ADS_1


"Lalu kamu mau pergi kemana malam ini?"


"Aku gak tau, aku gak punya uang satu persenpun."


Dave merasa tak tega melihat keadaan Danti yang kacau seperti ini, padahal dulu dia pernah berniat balas dendam pada Danti dan Anjas, tapi melihat Danti yang harus bernasib sama sepertinya membuatnya tak tega.


"Maafkan aku, Dave. Atas semua salah yang sudah aku torehkan di hatimu. Padahal dulu kamu begitu tulus mencintai aku dan bekerja keras untukku, tapi dengan bodohnya aku malah mengkhianati kamu." Danti mengatakannya dengan terisak.


Dave menanggapinya dengan tenang. "Semua itu sudah masa lalu, Danti. Aku sudah melupakannya."


Dave sebenarnya tidak tega menolaknya, tapi dia tidak ingin memberikan harapan pada Danti. "Maafkan aku Danti, aku tidak bisa kembali padamu. Perasaan itu sudah aku kubur dalam-dalam, aku tidak memiliki perasaan apapun padamu lagi."


Danti menitikan air matanya kembali, dia benar-benar sangat menyesal pernah menyia-nyiakan ketulusan Dave, padahal dulu Dave rela melakukan apa saja demi dirinya, dan Dave selalu menuruti apa saja keinginan Danti.


Mungkin yang namanya penyesalan memang selalu berada di akhir, Danti harus menerima kenyataan bahwa Dave tidak akan bisa kembali padanya.

__ADS_1


Danti menghapus air matanya yang mengalir. "Iya, tidak apa-apa, aku harap kamu hidup bahagia, Dave."


Dave memberikan sejumlah uang yang berada di dalam amplop berwarna coklat entah berapa nominalnya pada Danti. "Terimalah ini! Mulailah menata hidupmu, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membantumu."


Danti tidak mungkin menolak karena dia juga sangat membutuhkan uang untuk makan dah mencari tempat tinggal, sampai dia menangis karena Dave yang telah dia sakiti tapi masih peduli padanya. Danti menerima uang tersebut dari tangan Dave. "Terimakasih, Dave. Dari dulu kamu memang tak berubah, selalu baik pada semua orang."


"Sama-sama, Danti."


"Kalau begitu aku pamit, aku akan pergi ke luar kota, menata hidupku yang baru disana." pamit Danti.


Dave menganggukkan kepala. "Iya, Danti. Hati-hati di jalan."


Kemudian Danti beranjak dari tempat duduknya, dia melambaikan tangan pada Dave sebagai tanda perpisahan.


Dave membalas lambaian tangan Danti, kemudian setelah itu Danti pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2