
Dave merasa tak enak hati pada Rianti karena dikira telah mengintipnya yang lagi mandi, walaupun dia belum bisa melupakan bagaimana indahnya bentuk tubuh Rianti, membuatnya panas dingin membayangkannya. Apalagi ukuran dada Rianti sepertinya paling besar diantara semua target, maklumlah 40B, sehingga terlihat begitu nyata, besarnya dada Rianti.
Tenggorokan Dave terasa kering membayangkan keindahan itu, dia segera meneguk air minum yang telah disediakan oleh Rianti.
Gluk...
Gluk...
Gluk...
Rianti memperhatikan Dave yang sedang minum, padahal hanya minum, tapi pesona pria itu sangat luar biasa. Dia pikir dia bisa move on setelah menikah dengan Roy, namun tetap saja hatinya berdebar-debar ketika berada di dekat Dave.
Apalagi Roy sekarang sudah meninggal dunia, membuatnya menjadi janda rasa perawan, padahal di hari Roy meninggal, Rianti sudah mempersiapkan diri untuk malam pertama mereka yang sempat tertunda karena dia sedang datang bulan.
__ADS_1
Setiap manusia normal pasti memiliki rasa penasaran bagaimana nikmatnya itu malam pertama, begitu juga Rianti, dia saat itu berusaha untuk bisa menyukai suaminya, walaupun mereka menikah karena perjodohan. Dan ingin menikmati moment itu dengan mempersiapkan dirinya memakai lingerie yang begitu seksi, saat itu.
Tapi ternyata tetap saja Rianti tak bisa mengontrol hatinya jika berada di dekat Dave, walaupun tak pernah menunjukkan perasaannya itu pada Dave, karena dia tau diri bahwa siapa dirinya, makanya dia berusaha untuk bersikap profesional.
Dave pun tak tau bahwa Rianti menyukainya selama ini, sehingga sekarang dia nampak kebingungan harus dimulai dari mana cara untuk bisa mencharger dengan Rianti, sementara mereka saling mengenal sudah lumayan lama, walaupun sebagai bos dan karyawan. Sangat terasa canggung.
Rianti merasa tidak enak hati melihat jidat Dave yang benjol karena ulahnya. "Kenapa Pak Dave mendobrak pintu kamar mandi?" Rianti ingin menginterogasi Dave, walaupun rasanya dia sangat malu sekali, Dave pasti sudah melihat semuanya.
Padahal Rianti sudah berpakaian lengkap sekarang, tapi rasanya seakan dirinya masih dalam keadaan telanjang bu-lat di depan Dave, membuat wajahnya merah merona.
Kemudian Rianti bertanya kembali. "Dan kenapa wajah Pak Dave babak belur seperti itu?" Rianti yakin Dave pasti habis berkelahi dengan seseorang.
Dave nampak kebingungan untuk menjawab, karena apa yang akan dia jelaskan pada Rianti itu sesuatu di luar nalar, tidak akan dengan mudahnya Rianti percaya begitu saja.
__ADS_1
"Ada seseorang mengincar kamu, Rianti. Makanya aku panik mencari kamu kemana-mana. Beneran aku gak ada niat buat ngintip kamu." Dave mulai menjelaskan.
Rianti tak paham, padahal dia bukan orang kaya raya, kenapa harus ada orang yang mengincarnya?
"Siapa orang itu?" tanya Rianti
"Agam, orang itu sengaja deketin kamu karena dia memang sedang mengincar kamu."
Rianti mengerutkan keningnya, "Apa yang dia incar dariku?"
Dave tidak mungkin to the point kalau Agam mengincar darah dan nyawanya, Rianti tak mungkin percaya begitu saja dengan hal yang tak masuk di akal.
Dave membuka laptopnya, dia memperlihatkan sebuah rekaman CCTV, disana memperlihatkan Agam yang sedang menikam Roy, mendiang suaminya Rianti.
__ADS_1
"Agam yang sudah membunuh mendiang suami kamu dan Agam juga mencuri sepeda motornya."
Rianti terperangah melihatnya, ternyata Agam adalah pencuri yang telah membunuh suaminya. "Tapi apa yang dia incar dariku? Pak Dave tau sendiri kan aku bukan orang kaya raya."