
Dave segera membuka lemari, dia membulatkan mata begitu melihat ada sebuah bom di dalam lemari tersebut, ternyata benar kata sistem, di dalam bom itu telah menunjukkan waktu tersisa 10 menit lagi, sedangkan dia belum juga menemukan kunci gembok untuk membebaskan anak-anak.
"Bom?" Riana terlihat begitu panik begitu melihat ada bom di dalam lemari.
"Ziro sialan, pasti ini semua ulahnya dia." Riana mengumpat sambil mengepalkan tangannya.
"Dave, mana kuncinya?" tanya Riana.
"Gak ada kunci, Ziro pasti membawa kunci itu." jawab Dave, dia nampak frustasi karna belum menemukan kunci juga.
Anak-anak yang ada disana pada menangis, "Kami gak mau mati. Tolong selamatkan kami."
Mereka menangis dengan nada penuh rasa permohonan, membuat Dave tidak tega melihatnya.
Dave memutuskan untuk membuka gembok itu dengan tangannya. Dia menghirup nafas dalam-dalam untuk mengumpulkan seluruh tenaganya.
Riana tak paham, apa yang akan dilakukan oleh pria ini.
Ternyata Dave mencoba menghancurkan gembok besar itu dengan tangannya, menekannya dengan begitu kuat.
"Dave, jangan konyol, mana bisa kamu menghancurkan gembok sebesar itu dengan tangan kosong, kamu pikir cilok apa?" Riana berpikir Dave sedang melakukan hal konyol, padahal waktu bom tersisa kini tinggal 7 menit lagi.
"Ssshhh.... Arrrggghhh!" Dave menekan gembok dengan sekuat tenaga, sampai otot-otot kekar di lengannya terpampang begitu nyata.
Krek!
__ADS_1
Sampai akhirnya gembok itu pun hancur, membuat Riana menganga memperhatikan gembok yang telah dibuat hancur oleh Dave.
"Dave, apa kamu beneran manusia? Mengapa kamu bisa menghancurkan gembok sebesar itu?" Riana merasa Dave adalah manusia super, karena di bisa melakukan hal yang tak dimasuk akal dari tadi. Bahkan dia dengan cepat bisa melawan 40 orang gangster.
Bukan hanya itu, Dave juga memiliki ketampanan yang luar biasa, walaupun Riana pura-pura biasa saja, tapi dia akui di dalam hatinya kalau Dave itu adalah pria yang terlalu tampan.
Dave tersenyum, dia ingin menggoda Riana. "Belum saatnya terpesona padaku, situasinya belum tepat."
Dave berkata begitu sambil melepaskan rantai yang mengikat kaki dan tangan anak-anak korban penculikan gang Naga Merah tersebut.
Riana menjadi sewot, "Dih siapa juga yang terpesona padamu."
"Tapi kamu berhutang nyawa padaku, Riana." Dave mengedipkan matanya kembali, siapapun yang melihat Dave berkedip seperti itu akan terpesona.
[Waktu tersisa 5 menit lagi.]
Dave dan Riana membawa anak-anak pergi menjauhkan jarak mereka dari markas. Tak lama kemudian, suara bom pun terdengar menggelegar.
Boomm...
Boomm...
Boomm...
Suara ledakan bom terdengar begitu nyaring, api menyambar melahap semua yang ada di dalam Markas. Bahkan mampu merobohkan bangunan tersebut. Dan asap hitam melambung tinggi ke atas menutupi awan.
__ADS_1
Dave mendekap anak-anak yang telah dia tolong itu, begitu pun Riana.
Dave merasa lega akhirnya dia bisa menolong target, dan juga menolong anak-anak. Sungguh tak pernah terpikirkan sebelumnya, dia bisa seperti ini, menjadi pahlawan bagi orang-orang yang telah dia tolong.
Dave harap di masa depan, dia bisa menolong semua orang yang membutuhkan bantuannya dan menolong orang-orang yang miskin, jangan sampai ada satu orang yang menderita kelaparan. Itu adalah cita-cita dan harapan Dave di masa depan.
[Karena Tuan telah berhasil menyelamatkan nyawa anak-anak yang tak berdosa, sistem memberikan bonus untuk Tuan. Uang 1.000.000.000.000 di kali nilai pesona, telah terkirim ke akun rekening Tuan.]
[Nama: Dave Aliando
Usia: 29 tahun
Baterai kekuatan fisik : 31%
Ketampanan: 125
Pesona: 105
Kekuatan: Tak Terbatas
Omset Restoran: 3.046.325.000.000
Dana: 278.000.736.000.000
Level: 4.]
__ADS_1
Dave melakukannya ikhlas dengan sepenuh hati, tapi dia tidak mungkin menolak bonus yang diberikan oleh sistem, dengan uang tersebut, Dave bisa meraih cita-cita dan harapannya, untuk membantu sesama.