
"Seraaang!"
Keempat puluh orang itupun berlari menyerang Dave, ada yang membawa pedang, ada yang membawa pisau, dan ada yang membawa golok.
Dave nampak kelimpungan, bagaimana caranya dia mengahadapi mereka dalam hitungan yang cepat.
[Ding!]
[Karena Tuan telah sering menggunakan kekuatan sistem untuk menolong orang, kini kekuatan yang telah Tuan gunakan sudah menyatu di dalam tubuh. Tuan bisa menggunakannya secara gratis, asalkan demi kebaikan.]
[Nama: Dave Aliando
Usia: 29 tahun
Baterai kekuatan fisik : 38%
Ketampanan: 125
Pesona: 105
Kekuatan: Tak Terbatas
Omset Restoran: 3.046.325.000.000
__ADS_1
Dana: 172.999.636.000.000
Level: 4.]
Dave tercengang mendengar apa yang dikatakan sistem padanya, dia mencoba untuk menjentikkan jarinya, sehingga semua orang mematung, begitu pun empat puluh orang yang sedang berlarian untuk menyerangnya.
Dave berseru, sampai membulatkan mata. "Wow, itu artinya aku bisa menghentikan waktu juga?"
[Menghentikan waktu hanya berlaku satu kali dalam satu hari.]
"Berapa lama?'
[Hanya 1 menit, Tuan. Waktu tersisa 55 detik lagi.]
Dave mengumpat, "Kenapa baru memberitahu aku sekarang? Seharusnya dari tadi, kenapa waktunya singkat sekali?"
Dave harus memilih dalam waktu 55 detik dia harus melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangan Riana, atau melawan keempat puluh anggota Naga Merah.
Dave melihat ada banyak sekali pisang ambon diatas meja, dengan cepat dia menggantikan senjata tajam yang di gengam oleh keempat puluh gangster tersebut. Lalu menyembunyikan senjata tajam mereka.
Setelah itu dia ingin membuka tali yang mengikat kaki dan tangan Riana.
Baru juga dia selesai membuka tali di kaki Riana, sudah ada pemberitahuan dari sistem.
__ADS_1
[Ding!]
[Waktu telah normal kembali.]
Keempat puluh anggota Naga Merah itu berlarian kembali untuk menyerang Dave.
Dave terpaksa harus melawan mereka, sementara Riana mencoba membuka tali di kakinya sendiri.
Begitu mereka ingin melukai Dave, mereka baru menyadari benda apa yang dipegang oleh mereka.
"Lah kok golok aku berubah menjadi pisang?" Salah satu gangster disana kaget saat baru menyadari ternyata barang yang dipegang olehnya dari tadi adalah pisang.
Semua yang ada disana pun sama-sama menyadari ternyata senjata yang mereka pegang kini berubah menjadi pisang.
"Kalian ini bodoh atau idiot? Aku suruh serang pemuda itu pakai senjata, bukan pakai pisang." Ziro memaki-maki anak buahnya itu.
Mumpung mereka lagi fokus mempermasalahkan pisang yang lagi mereka pegang, Dave segera menarik tangan Riana, membawanya berlari untuk meninggalkan markas.
"Ayo cepat kita pergi dari sini!" ajak Dave.
Riana tak bisa menolaknya, dia terpaksa harus membiarkan Dave membawanya berlari, menggenggam tangannya. Walaupun dia tidak paham dengan apa yang terjadi sekarang ini, mengapa senjata tajam keempat puluh gangster itu tiba-tiba berubah menjadi pisang.
Ziro melihat Dave yang sedang berlari membawa kabur Riana, dia terlihat sangat murka, lalu menyuruh seluruh anak buahnya untuk mengejar Riana.
__ADS_1
"Cepat kejar mereka!" Ziro berteriak lantang memberikan perintah kepada semua anak buahnya.
Ziro memang pintar membuat markas, sebuah markas yang berada ditengah hutan, dan tak ada akses kendaraan apapun, jika mau kesana harus berjalan menempuh waktu dua jam. Memang sangat melelahkan, tapi demi menyelamatkan neng Riana, Dave harus berani melakukan itu semua. Harus membuat target benar-benar aman, jangan sampai nyawanya terancam.