
"Kamu gak apa-apa kan, dek?" tanya Riana pada adiknya, dia begitu gelisah melihat keadaan adiknya di rumah sakit.
"Hanya kaki aja yang sakit, kak. Tapi kakak gak perlu mengkhawatirkan Rendra, Rendra baik-baik aja kok." Rendra tidak ingin melihat kakaknya bersedih dan mengkhawatirkannya.
Riana sangat merasa lega karena Rendra dan teman-temannya selamat, dia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika dia kehilangan Rendra.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja, dek."
"Tadi ada seorang pria dewasa menolong Rendra dan teman-teman, dia sangat kuat sekali, bisa menahan kereta api yang sedang melaju cepat."
Mengapa Dave tidak mendorong bus? Karena bus dalam keadaan posisi terguling, dan anak-anak yang ada di dalam bus ikut terguling juga, mereka terhimpit kursi dan body bus, sangat tidak memungkinkan kondisi bus seperti itu harus di dorong, karena tidak ingin membahayakan anak-anak di dalam bus. Sehingga dia memilih untuk menahan lajunya kereta api.
Riana terperangah mendengar perkataan adiknya.
"Bahkan dia juga yang sudah menggendong Rendra sampai Rendra bisa selamat seperti ini." cerita Rendra lagi.
Walaupun Rendra hanya ingat dia dan Dave berada di dalam bus, dia yang terakhir Dave tolong, begitu mendengar suara ledakan, Rendra tidak ingat apa-apa lagi, dia hanya ingat tiba-tiba dia berada di tengah kerumunan berkumpul bersama teman-temannya yang terluka juga. Rendra mengira mungkin waktu itu Rendra pingsan makanya tidak ingat saat Dave berhasil membawanya keluar dari bus yang terguling tersebut.
"Siapapun orang yang sudah menolong kamu, kakak sangat berterimakasih sekali padanya."
Sebenarnya Riana sangat penasaran, apa ada orang sekuat itu dia dunia ini. Tapi karena dia mendengar anak-anak yang lain juga membicarakan pria tampan sang pahlawan itu, membuat Riana percaya bahwa pahlawan yang Rendra bicarakan memang ada.
Drrrrttt... Drrrrttt...
Riana mendengar ponselnya bergetar, dia mendapatkan pesan dari anak buahnya.
[Nona, rupanya pemilik restoran yang sudah kita hancurkan itu telah berani menginjakkan kakinya disini, bahkan dia sudah menjamu masyarakat disini agar bisa mengambil hati mereka.]
Baru juga selesai membaca pesan, Riana disapa oleh orang tua dari teman sekolahnya Rendra. "Nona Riana."
__ADS_1
"Oh Pak Yandi!" Riana membalas sapaannya.
"Saya dengar pemilik restoran Seven Powers itu ingin berusaha untuk mengambil hati masyarakat disini, Nona Riana harus bisa mengusirnya dari sini. Gak boleh ada orang luar yang berbisnis disini." Pak Yandi adalah pemilik restoran di pulau ini, dia tidak ingin kalah saing dari restorannya Dave.
"Pak Yandi tenang saja, saya pastikan dia tidak akan berani menginjakkan kakinya di pulau ini lagi." Riana mengatakannya sambil mengepalkan tangannya.
Dia menatap Mala, salah satu anggota The Black, yang dari tadi setia menunggu di samping Rendra. "Tolong jaga adikku, aku ada urusan penting."
"Baik Nona."
Bagi Riana, Dave adalah hama yang harus dimusnahkan. Agar tidak berani menginjakkan kakinya di pulau ini lagi.
...****************...
Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Dave, karena dia harus berjalan kaki untuk memberikan sumbangan pada masyarakat miskin di pulau ini, karena tidak ada akses kendaraan.
Namun walaupun begitu, dia merasa tersentuh hatinya melihat keadaan orang-orang miskin disana, membuat jiwa penolongnya bangkit, ingin bisa meringankan beban mereka.
Dave sedang menyetir mobilnya menuju vila yang telah dia sewa, namun dia terkejut saat ada sebuah motor menghalangi jalannya.
Dave segera menginjak rem, dia sangat kesal sekali, lalu keluar dari mobilnya dengan emosi. "Kamu cari mati ya, kenapa menghalangi jalan mobilku?" hardik Dave pada pengendara motor tersebut.
Sang pengendara motor segera turun dari motornya, lalu membuka helmnya. Membuat Dave terpukau, ternyata pengendara motor tersebut seorang wanita yang sangat cantik.
Wanita itu menodongkan pistol ke arah Dave, "Kamu pilih saja mau tinggalkan pulau ini sekarang ini juga atau mau aku tembak?"
Dave mengangkat kedua tangannya, dia rasa wanita cantik ini adalah Riana, ketua gangster The Black. "Apa kamu Riana?"
"Ya aku Riana, karena itu jangan berbuat ulah di pulau ini." Riana menatap tajam pada Dave.
__ADS_1
Dave merasa heran mengapa Riana tidak sedikit saja tertarik dengan ketampanannya, padahal setiap wanita yang melihatnya, selalu terpesona, kecuali target sistem, mereka tak langsung terpesona pada ketampanan Dave.
Dave membulatkan matanya, jangan sampai Riana adalah target kelima, Riana memang sangat cantik, tapi dia tidak ingin berurusan dengan seorang gangster, apalagi Riana adalah ketua gangster, bagaimana bisa dia menaklukkan hati wanita itu?
[Ding!]
Dave tak enak hati tiba-tiba cincinnya berbunyi, jangan sampai...
[Nama: Riana
Umur: 28 tahun
Status: Single
Kecantikan: 82
Ukuran dada: 34B
Masih Perawan]
Dave sangat tidak terima, benar-benar tidak bisa menerimanya. Bagaimana mungkin Riana adalah target kelima? Dia ingin marah tapi rasanya tidak mungkin, nanti dia dikira gila oleh Riana.
Karena itu Dave berbicara di dalam hatinya.
Sistem, jangan bercanda dengan aku. Bagaimana bisa aku menaklukkan wanita garang seperti dia?
[Sudah menjadi ketentuan sistem, Tuan.]
"Arrrggghhh!" Dave mengacak-acak rambutnya, lalu memukul-mukul bagian depan mobil. Saking kesalnya pada sistem.
__ADS_1
Riana menatap Dave dengan penuh keheranan, mengapa tingkah Dave terlihat begitu aneh, apa mungkin dia berurusan dengan orang gila?