Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Keseharian Ika


__ADS_3

Seperti biasa Ika selalu bangun pagi sebelum berangkat kuliah tak lupa pula untuk menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim yaitu shalat subuh 2 rakaat. Setelah melaksanakan shalat, dia kemudian rebahan kembali karena masih terlalu pagi untuk mandi apalagi udaranya terlalu dingin, bisa-bisa mati kedinginan kalau mandi sekarang. iya nggak?


"Uuhh masih terlalu pagi mending lanjut rebahan ah" ujar Ika pada diri sendiri.


setelahnya dia kemudian bergegas untuk mandi dan bersiap-siap agar tidak terlambat berangkat ke kampus.


"Ish kebiasaan deh lama banget sih dia huh sudah mau jam 8 ini, bisa-bisa terlambat kalau begini malah guru killer lagi huh" gerutu Ika menunggu sahabatnya yang tak kunjung datang.


Mereka berteman mulai dari sekolah dasar sampai sekarang selalu sama-sama. mereka sudah seperti saudara kembar yang kemana-mana selalu bersama. walaupun mereka memiliki sifat yang sangat bertolak belakang yang dimana Ika yang orangnya urak-urakan namun baik kok orangnya cuman kelakuannya saja yang agak bar-bar sedangkan Fitri orangnya pendiam jika bersama orang baru namun jika sudah kenal lama maka sifatnya akan berubah malah terlalu cerewet jika kumpul bareng. maka perbedaan karakter itulah yang memperat hubungan mereka karena saling menerima kekurangan masing-masing.


"Maa aku berangkat dulu ya" teriak Ika pada mamanya yang ada di dapur.


"Iya hati-hati dijalan" ucap Fida (ibu dari Ika) menghampiri Ika yang akan berangkat itu.


Setelah mencium tangan dan pipi mamanya, Ika kemudian segera menemui sahabatnya itu yang sudah menunggu di depan rumahnya.


"Maaf ya perut gue tadi sakit makanya lama" ucap Fitri cengengesan.


"iya buruan gih udah mau jam 8 ini" ucap Ika memperingati.


Setelah itu mereka berangkat ke kampus dengan menggunakan sepeda motor yang biasanya mereka gunakan.


"Nidya sudah berangkat apa belum" teriak Ika karena suara bising dari kendaraan jika tidak teriak bisa-bisa di sangka orang gila bicara sendiri.

__ADS_1


"Nggak tahu dia nggak hubungin gue tadi" jawab Fitri yang fokus pada jalan.


"Oh mungkin sudah berangkat kali ya" kata Ika sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Jangan ngebut-ngebut ih nanti jatuh bagaimana, gue belum nikah loh masa udah mati saja" gerutu Ika karena Fitri mengendarai motornya dengan kecepatan penuh.


"Ya mau bagaimana nanti kita terlambat tahu" jawab Fitri kembali.


"Yayaya hati-hati tapi" ujar Ika sambil berpegangan erat pada baju Fitri.


Mereka sampai di kampus dengan selamat hanya dengan 15 menit dari biasanya yang memakan waktu selama 30-45 menit.


"Ayo buruan" ujar Ika yang bergegas turun dari motor sambil melepas helem yang digunakannya.


"Iya tungguin napa" ujar Fitri sambil menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu yang tidak mau terlambat. Ya walaupun Manda kelakuan nya bar-bar tapi jangan salah dia orangnya sangat menghargai waktu, dia selalu datang tepat waktu malah dia dulunya datang sebelum waktu jam perkuliahan di mulai.


"Huh pinggang gue sepertinya encok ini naik tangga kayak gini, kanapa sih harus di lantai 3 kenapa bukan di lantai 1 coba" gerutu Ika kesal sambil berusaha untuk mencapai tangga terakhir. sedangkan Fitri hanya menggeleng kepalanya mendengar gerutuan dari sahabatnya itu.


"Huh untung tidak terlambat" ucap Ika bernafas lega karena dosen yang mengajar belum datang.


"Kenapa Lo ngos-ngosan gitu?" tanya indah (sahabat Ika juga).


"Biasa takut terlambat dia" jawab Fitri enteng.

__ADS_1


"Lah memang kalian tidak lihat grup apa?" tanya Lia mengerjit (sahabat mereka juga)


*jumlah keseluruhan sahabat Ika itu ada sepuluh, mereka berteman mulai dari semester 1 hingga sekarang. Pada saat ini merek sudah semester akhir. Yang dimana yaitu Riska Mandasari yang biasa di panggil Riska, Ika, Manda atau apalah terserah mau panggil apa, Fitriani yang biasanya di panggil Fitri, Nidya Riska Putri yang biasanya di panggil Nidya, Nurdahlia yang biasa di panggil Lia, Indah Nurfadilla biasanya di panggil indah, nurharina biasa di panggil Rina, Ziska Puspita biasa di panggil Ziska, Jumriani Yunus yang biasanya di panggil Ani, Dwi Putra Cahni yang biasanya di panggil Wiwing dan terakhir Reski Dewi Karsan yang biasanya di panggil Kiki.


"nggak" jawab Ika dan Fitri bersamaan yang membuat mereka menepuk jidatnya.


"emang kenapa sih?" tanya Ika bingung.


"Lihat saja sendiri" jawab wiwing acuh.


dengan segera mereka berdua melihat handphone yang ada di dalam tasnya untuk memeriksa apa yang di maksud oleh teman-temannya.


"An*** banget tuh dosen ahh" sungut Ika kesal sambil membenturkan kepalanya di kursi yang di dudukinya sehingga membuat teman luknat nya pada tertawa terbahak bahak.


Tak lama kemudian Nidya pun datang dengan ngos-ngosan karena lari dari tangga.


"Huh untung tidak terlambat" ujarnya bernapas lega.


"ini lagi curut satu baru nongol, Pak Yoga nggak masuk karena ada urusan". jawab Lia tambah terbahak bahak melihat temannya itu.


"**** dah tu dosen" umpat Nidya kesal sambil melempar tasnya.


"Sabar" ucap teman-teman sekelasnya prihatin dengan kondisi Nidya yang bercucuran keringat itu.

__ADS_1


Bagaimana tidak kesal coba mereka mengendarai motor seperti orang kesetanan dan apa ini setelah sampai di kampus malah dosennya tidak hadir karena ada urusan mendadak dan yang lebih parahnya dosen tersebut memberikan konfirmasi setelah jamnya hampir tiba😤


Hayo siapa yang pernah berada pada situasi saat ini? gimana coba perasaannya? Pasti seperti ada manis-manisnya gitu kan🤣🤣🤣🤣😪


__ADS_2