Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Hukuman mu


__ADS_3

"Ya udah kita duluan ya" jawab Radit lesu.


Tak lama kemudian benda pipih yang ada di dalam tasnya berdering setelah teman-temannya pergi.


"Assalamualaikum kak, iya aku sudah selesai kok" jawab Ika membereskan barang-barangnya.


"......"


"Iya bawel banget sih" gerutu Ika kesal karena lawan bicaranya sudah ngomel-ngomel tak sabaran.


Saking seriusnya bicara sampai dia tidak melihat jika ada orang yang menghadang jalannya.


Brukk


"Auhh" ringis Ika memegang bo****nya yang terhempas di lantai begitupun dengan handphone yang ada di tangannya langsung terjatuh bebas.


"Gue ingetin sekali lagi ya Lo, jangan dekat-dekat dengan Radit karena dia calon suami gue. Paham" ancamnya.


Ika langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat sang empu yang membuatnya jatuh dengan tidak elitnya.


"Lo" geram Ika.


"Gue tu heran dengan Radit, apa yang dia suka dari Lo yang tidak ada sandingannya dengan gue" Cibirnya sinis.


"Apa jangan-jangan Lo menjajakan tubuh Lo kali ya sehingga dia begitu tergila-gila kepada mu" lanjutnya sinis.


"Ck apa ini didikan dari orang tua Lo cih, ja**** ya ja**** aja" lanjutnya


"Chika chika Lo mau tahu apa yang Radit tidak suka sama Lo karena sifatnya mu ***** sama seperti sekarang dan Lo juga egois tidak memikirkan orang lain. Lantas bagaimana bisa Radit menyukai orang seperti mu hmm" balas ika sinis mencoba untuk menahan amarahnya yang membuat sang empunya murka.


"Apa Lo bilang?" ucap Chika seraya mengangkat tangannya hentak menampar wajah Ika namun bukannya menampar malah dia yang kena tampar.

__ADS_1


Plak


"Inget baik-baik ucapan gue, gue nggak ada rasa sama sekali dengan Radit apalagi menjalin hubungan dengannya. Karena gue sudah punya calon lebih baik dari dia. Jika Lo mencari masalah lagi sama gue, gue nggak akan segan lagi untuk berbuat lebih dari ini" gertak Ika dengan murka sambil mencekram dagu Chika dengan kuat.


Dia sudah sedari tadi menahan amarahnya untuk tidak meledak dengan sikap Chika selama ini kepadanya.


"Sekali lagi Lo cari masalah dengan gue maka gue akan melakukan hal yang akan membuat mu menyesal. Camkan itu" lanjut Ika.


Chika masih syok dengan apa yang Ika lakukan, dia tidak menyangka Ika yang selama ini selalu sabar menghadapinya bisa juga murka seperti sekarang. Begitupun dengan 2 orang yang sedari tadi memperhatikan keduanya, mereka baru saja melihat sisi lain dari Ika.


"Kheem" sosok itu langsung berdehem untuk mencairkan suasana yang tegang ini.


Kedua wanita itu langsung mendongakkan kepalanya melihat sumber suara. Mata mereka langsung melotot melihat siapa gerangan yang mengganggu mereka.


"Apa?" Bentak Ika karena masih kesal dengan omongan Chika tanpa mempedulikan siapa yang di bentak.


"Ayo pergi" ajak Reyhan lembut untuk merendahkan amarah gadis kecilnya tanpa mempedulikan bentakan yang dia terima.


Tanpa mempedulikan kedua orang itu, Reyhan langsung menarik tangan Ika untuk segera meninggalkan tempat itu.


"Urus sisanya" ucap Reyhan datar setelah melewati asisten sekaligus sahabatnya itu.


"Baik tuan" jawab Rudi setelah tersadar dari keterkejutannya.


'oh astaga pantesan kulkas beku itu mencair, lah pawangnya lebih ganas malah' gumam Rudi mengasihani dirinya yang akan di buat kesusahan oleh keduanya.


'gue nggak akan berurusan dengan macan itu apalagi membuatnya marah' lanjutnya bergidik ngerih.


"Huh anda sudah berurusan dengan orang yang salah nona" cibir Rudi menatap nanar ke arah Chika.


Sedangkan sang empu hanya menunduk takut karena pasti dia akan mendapatkan masalah setelah apa yang dia perbuat dan itu malah membuatnya semakin membenci Ika.

__ADS_1


'Lihat saja gue akan membalas apa yang Lo lakukan ini ka' murkanya dalam hati.


Sedangkan di tempat lain.


Ika terus menggerutu tidak jelas sampai di parkiran.


"Masuk" perintah Reyhan tegas membuat Ika semakin mengerucutkan bibirnya.


"Ah sial, dia merusak mood ku hari ini" umpat Ika tak sadar jika sedari tadi Reyhan memandangnya tajam karena dia terus mengumpat dengan kata-kata kasar.


Dan tanpa aba-aba Reyhan langsung me..lum.. at bibir Ika dengan ganas agar sang empu bisa diam.


Cup


Dan benar saja Ika langsung melototkan matanya yang mendapat serangan tiba-tiba dari Reyhan. Dengan sekuat tenaga Ika mendorong tubuh Reyhan agar menjauh darinya namun kekuatannya kalah dengan Reyhan yang semakin memperdalam ciumannya. Ika yang sudah terbawa suasana langsung memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya dileher Reyhan yang membuat sang empu tersenyum senang. Setelah sama-sama kehabisan oksigen, Reyhan dengan perlahan melepaskan ciumannya itu. Mereka sama-sama menghirup oksigen dalam-dalam.


"Ini hukuman untuk mu karena selalu berbicara kasar hmm" ujar Reyhan tersenyum sambil membersihkan sisa salivanya yang masih berada di bibir Ika dengan lembut.


"Lo gila ya" geram Ika kesal.


Cup


"Sudah ku bilang jangan bicara kasar atau aku akan memberikan mu hukuman lebih" ancam Reyhan menyeringai.


"Dasar mesum" teriak Ika kesal.


"Apa?" Tanya Reyhan mendekatkan diri kepada Ika.


Ika langsung saja menutup mulutnya dengan wajah yang merona merah.


'Sial banget gue ni hari' gerutu Ika dalam hati

__ADS_1


__ADS_2