Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Mama mertua


__ADS_3

"Astaga aku harus pulang sekarang, mama pasti nyariin" pekik Ika histeris langsung beranjak dari tempat tidur setelah mengingat jika dia tidak pulang kerumah semalam padahal dia sudah janji kepada mamanya untuk tidak pulang larut malam.


"Jangan banyak bergerak dulu, tubuhnya masih lemah" cegah Reyhan menahan tangan Ika untuk tidak meninggalkan tempat tidur membuat Ika menatap kesal padanya


"Aku sudah minta izin sama mama mertua bahwa kamu bermalam di tempat ku dan mama mertua mengizinkan pun " ujarnya sesuai yang di katakan oleh Bu Fida.


"Oh astaga apa yang kamu katakan pada mamaku" ucap Ika semakin panik mendengar itu bahkan dia tidak sadar dengan nama panggilan ibunya yang keluar dari mulut Reyhan.


Karena yang di pikirkan sekarang adalah pasti ibunya berpikir yang tidak-tidak padanya. Ika langsung menatap horor pada Reyhan, ibunya itu tidak pernah mengizinkannya untuk bermalam dirumah seseorang apalagi orang yang baru dikenalnya.


"Jangan menatapku seperti, aku tidak bicara macam-macam kok sama mama mertua. Aku hanya mengatakan kalau kamu ada urusan mendadak yang harus segera di selesaikan, ya walaupun awalnya dia keberatan dengan itu tapi setelah aku mengatakan kalau kamu bersama ku dia langsung memberi izin" jawab Reyhan jujur.


"Mama!!! bagaimana bisa dia menyetujui ada orang yang membawa anak gadisnya ini" gerutu Ika pelan namun masih di dengar oleh Reyhan.


"Lagian apa kamu mau di marahi habis-habisan oleh mama mertua jika aku membawa mu pulang dalam kondisi mabuk berat hmm" tanya Reyhan memutar bola matanya malas.


"Ah iya, aku bisa di cincang olehnya jika tahu aku mabuk seperti semalam" cicit Ika pelan dengan wajah merona mengingat kelakuannya semalam.


"Jangan katakan ini pada mama ku ya" pinta Ika penuh harap.


"Baiklah aku tidak akan mengatakannya, tapi jika kamu mengulangi lagi aku yang akan menggantikan mama mertua menghukum mu" tegas Reyhan.


"Yayaya terserah padamu... eh apa tadi, mama mertua?" tanya Ika mengulang perkataan dari Reyhan.


"Ya, apa ada masalah?" tanya Reyhan mengerjit.

__ADS_1


"Enak saja bilang mama mertua, menikahi ku saja belum" cerocos Ika tanpa sadar.


"Kalau kamu mau kita bisa menikah nanti" ucap Reyhan enteng membuat Ika menatap kesal padanya.


"Nikah palamu" sungut Ika dongkol.


"Minggir aku mau pulang" ujar Ika lagi seraya menyingkirkan tangan Reyhan yang masih berada di lengannya.


"Biar aku antar" usul Reyhan menggenggam kembali tangan Ika yang terlepas.


"Aku bisa sendiri" jawab Ika ketus berusaha melepaskan kembali genggaman itu.


"Aku tidak menerima penolakan Ika" jawab Reyhan dingin.


"Jangan takut, mereka tidak akan berbuat macam-macam padamu" ucap Reyhan lembut kemudian menarik Ika agar berjalan di sampingnya.


Para pelayan dan bodyguard disana langsung menatap horor pada keduanya apalagi setelah mendengar ucapan tuanya yang tidak sedingin biasanya.


"Wajah mereka serem tahu" bisik Ika melirik sekilas pada bodyguard disana.


"Tundukan kepala kalian" ucap Reyhan datar dan dingin membuat mereka dengan cepat menundukkan kepalanya.


"Tapi kamu lebih seram dari mereka" cicit Ika meneguk salivanya kasar dengan aura intimidasi yang Reyhan keluarkan.


'Huh jangan sampai membuat dia marah' peringat Ika pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ayo" ajak Reyhan menarik lembut tangan Ika untuk segera pergi.


*******


"Wah rumah mu sangat mewah" ucap Ika menatap kagum pada bangunan yang ada di depannya.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Reyhan membantu Ika memasangkan sabut pengaman.


"Semua wanita bakalan suka dengan kemewahan seperti ini" jawab Ika yang masih mengagumi tempat itu sebelum benar-benar menghilang dari pandangannya.


"Kalau kamu?" tanya Reyhan lagi membuat Ika mengalihkan pandangannya ke arah Reyhan yang berada disebelahnya.


"Hmm aku tidak semunafik itu jika aku mengatakan kalau tidak menyukai kemewahan seperti itu. Aku juga menyukai kemewahan tetapi aku tidak menyukai jika terlalu berlebihan seperti tadi. Aku lebih sudah tempat yang damai dan tenang walaupun dengan rumah yang sederhana tapi masih bisa di tempati, sehingga aku bisa leluasa mengurus rumah, suami dan juga anakku kelak tanpa bantuan dari orang lain" jawab Ika membayangkan impian-impian masa depan.


Reyhan tersenyum tipis mendengar apa yang Ika ucapkan.


"Baiklah aku akan mewujudkan impian mu itu asal aku bisa melihat mu tersenyum apalagi ketika melihat anak-anak kita bermain" jawab Reyhan enteng membuat Ika terpekik.


"Huh siapa juga yang mau menikah denganmu" ketus Ika memalingkan wajahnya yang sudah merona mendengar ucapan dari Reyhan padahal kan dia sendiri yang memulainya.


"Hmm benarkah kalau begitu tatap mataku hmm" goda Reyhan menarik turunkan alisnya membuat wajah Ika semakin memerah


"Tidak mau, fokus pada jalan sana nanti menabrak gimana huh aku belum mau mati tahu nggak" jawab Ika gugup dengan mengalihkan pembicaraan.


hal itu membuat Reyhan menggelengkan kepalanya dan terkekeh geli melihat tingkah Ika.

__ADS_1


__ADS_2