Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Abaikan saja


__ADS_3

"Kenapa hmm? apa mau di cium lagi?" goda Reyhan menarik turunkan alisnya.


"Ih nggak, kak Rey nyebelin tahu nggak" ucap Ika kesal kemudian memalingkan wajahnya ke luar jendela membuat Reyhan tertawa karena berhasil membuat Ika semakin kesal.


Ya mereka sudah berada di perjalanan pulang kerumah Ika, dengan berbagai ancaman akhirnya Ika hanya bisa pasrah menuruti kemauan bosnya itu. Dia juga sudah mengabari rekan kerjanya untuk menentukan tempat untuk acara nanti malam karena dia masih ada urusan dengan tuan pemaksa itu. sedangkan rekannya hanya mengiyakannya saja tanda mengerti. Padahal di benak mereka muncul banyak pertanyaan mengenai hubungan keduanya itu. apa mereka saling kenal? ada hubungan apa diantara mereka?


********


"Di depan sana saja kak Rey" ucap Ika menunjuk persimpangan jalan di depan.


"Apa ada yang ingin kamu beli?" tanya Reyhan mengerjit heran.


"Tidak ada" jawab Ika menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Terus?"


"Biar Ika turun disini saja, Ika nggak enak ngerepotin kak Rey" tolak Ika halus.


"Ini masih jauh dari rumah mu" balas Reyhan


"Kok kak Rey tahu?" tanya Ika bingung.


"Ya tahu lah, apa sih yang tidak aku ketahui tentang kamu" jawab Reyhan bangga.


"Ih kak Rey menguntitku ya?" ucap Ika menatap tajam ke arah Reyhan.


"tidak" jawabnya.


"Lalu apa lagi yang kakak tahu?" tanya Ika memicingkan matanya.

__ADS_1


"Hmm semuanya apalagi ukuran yang itu" godanya melirik ke arah bukit kembar milik Ika.


"ih kak Rey mesum" teriak Ika dengan wajah memerah sambil menutupi dadanya.


"Hahaha kakak cuma bercanda kok" Reyhan semakin tergelak kencang melihat wajah Ika yang memerah entah malu atau marah.


Reyhan kemudian melajukan mobilnya kembali.


"Kak?" rengek Ika melihat Reyhan yang tetap ngotot untuk mengantarkannya pulang.


"Apa sayang?" tanya Reyhan melirik Ika sekilas.


"udahlah tidak ada gunanya mengajak kak Rey bicara" gerutu Ika merenggut kesal.


Setelah beberapa saat mereka pun akhirnya sampai dan sesuai dengan apa yang Ika takutkan tadi, para tetangganya mengintip dari balik jendela atau pintunya untuk melihat mobil siapa yang berhenti disana. Ika hanya bisa menghela nafasnya panjang.


"Tu kan kita akan menjadi bahan gosip terhangat dari mereka lagi" tunjuk Ika pada ibu-ibu kompleks yang belum kembali kerumahnya padahal matahari sebentar lagi akan tenggelam.


Reyhan pun melihat ke arah yang di tunjuk Ika, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah ibu-ibu itu.


"Sejak kapan kamu mempedulikan ucapan mereka hmm?" tanya Reyhan menarik lembut wajah Ika untuk menghadap ke arahnya.


"Aku tidak masalah jika mereka membicarakan ku tetapi aku tu kesal jika nama ibuku di bawa-bawa" sungut Ika dengan mata berkaca-kaca.


"Sudahlah jangan khawatir dengan apa yang mereka bicarakan, mereka hanya bisa mencemooh orang lain tanpa melihat diri sendiri. Jadi gadis kecil kak Rey tidak perluh bersedih hanya gara-gara mereka oke" ucap Reyhan mencium kening Ika lama untuk menenangkannya.


Untuk sesaat Ika menikmati perlakuan lembut Reyhan padanya, entah mengapa dia merasa nyaman di perlakukan seperti ini.


"Terimakasih" ucap Ika tulus dengan berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mampir dulu kak?" ajak Ika sebelum membuka pintu mobil.


"Lain kali saja aku mampir untuk bertemu dengan calon mama mertua" goda Reyhan menarik turunkan alisnya.


"Apaan sih kak?" ucap Ika dengan cepat keluar dari mobil itu dengan wajah merona malu.


"Kak Rey hati-hati dijalan" ucap Ika melambaikan tangannya yang dibalas anggukan kepala dari Reyhan.


Ika bergegas masuk dengan senyum mengembang menghiasi wajahnya apalagi mengingat perlakuan manis dari atasannya tadi. Sampai dia tidak menyadari keberadaan ibunya di depan pintu.


"Siapa tadi?" tanya Bu Fida membuat Ika tersentak kaget.


"Siapa ma?" tanya Ika balik pura-pura tidak tahu.


"Yang mengantar mu pulang?" tanya Bu Fida memicingkan matanya.


"Oh itu atasan Ika ma" jawab Ika menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Atasan kah?" ucap Bu Fida mangut-mangut.


"Iyalah ma, mama jangan berpikir macam-macam deh" jengah Ika yang tahu apa yang di pikiran ibunya itu.


"Ck kirain pacar kamu!! terus kenapa tadi senyum-senyum kek gitu hmm?" Goda Bu Fida menarik turunkan alisnya.


"Apaan sih, siapa juga yang senyum-senyum ih" elak Ika salah tingkah.


"Ika ke kamar dulu ya ma dah" pamit Ika ngacir.


Membuat Bu Fida hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu

__ADS_1


__ADS_2