
Sedangkan di tempat lain.
"Maaf membuat mu menunggu" ujarnya tak enak hati.
"Tidak apa-apa kok kak Ardi, lagian aku juga baru sampai" jawabnya tersenyum manis.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Ardi to the point.
"Tapi janji dulu, setelah Fitri cerita kak Ardi tidak akan membatalkan pernikahan ini kan" ucap Fitri cemas ketika mendengar kenyataan ini Ardi akan membatalkan pernikahan mereka yang tinggal 1 Minggu lagi.
Ya mereka adalah Fitri dan Ardi. Fitri sengaja mengajak Ardi bertemu untuk menceritakan tentang Ika karena selama beberapa hari ini dia selalu di hantui rasa bersalah karena mengambil orang yang di sukai sahabatnya itu apalagi sekarang Ika sangat sulit di hubungi semenjak mereka pulang dari liburan kemarin sehingga membuatnya tambah merasa bersalah.
Dan juga dia sangat cemas dan khawatir ketika Ardi mengetahui kebenarannya, karena sebenarnya dia juga menyukai Ardi diam-diam karena mereka sering bertemu di tempat kerja. tetapi dia menekan perasaannya karena mengetahui bahwa sahabatnya lebih dulu menyukai orang itu. Bisa kah dia egois sekali ini saja?.
"kebenaran apa sih?" tanya Ardi mengerjit bingung.
"Janji dulu, karena aku tidak mau mengecewakan kedua orang tua kita kak" alibi Fitri menatap Ardi khawatir.
"Baiklah" ucap Ardi pasrah.
__ADS_1
"Sebenarnya Ika menyukai mu kak" ucap Fitri hati-hati.
"Kamu bicara apaan sih Fit kakak nggak ngerti? lagian nggak boleh membicarakan orang lain" ucap Ardi terkekeh geli padahal dalam hatinya sudah berdetak tak karuan.
"Aku serius kak, dia menyukai mu dari dulu sampai sekarang tetapi dia takut mengungkapkan perasaannya karena selama ini kakak selalu menghindarinya dan dia berkata waktu itu bahwa dia akan memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada kakak tapi dia urungkan setelah mendengar bahwa kak Ardi melamar ku" jelas Fitri.
Ardi yang mendengar itu langsung diam memikirkan semua kemungkinan yang pernah dia dengar dari seseorang.
"berhenti bicara omong kosong" bentak Ardi tak percaya.
"orang itu bilang, Ika mendekati ku karena dia ingin mempermainkan perasaanku seperti para korbannya itu" lirih Ardi mengusap wajahnya kasar.
"Jadi selama ini dia membohongi ku" cicit Ardi tertawa getir.
"Dia? dia siapa yang kak Ardi maksud?" tanya Fitri.
"Sejak kapan dia menyukai ku? Apa dia mendekati ku hanya karena ingin menambah koleksi mantannya?" tanya Ardi tak menghiraukan pertanyaan Fitri.
"Sejak SMA dia sudah mengagumi kak Ardi dalam diam dan puncaknya pada waktu itu saat aku mengajaknya ke sekdes untuk menemani ku, dia sangat senang bisa berboncengan dengan kak Ardi walau hanya sebentar" jelas Fitri menghela nafasnya panjang karena pertanyaannya tidak di jawab.
__ADS_1
"Koleksi mantan apaan kak, menjalin hubungan saja baru 3 kali doang itupun hanya sebentar saja setelah itu bubar tanpa kejelasan hahaha"
ujar Fitri terkekeh geli mengingat kelakuan sahabatnya
"Asal kak Rey tahu, dia tidak pernah lagi menjalin hubungan setelah mendengar kak Ardi putus dengan kak Winda dulu karena dia ingin fokus untuk mendekati kak Ardi" lanjutnya
membuat Ardi langsung terdiam seketika dengan pemikiran yang berkecamuk dengan kemungkinan yang ada.
"Lalu laki-laki yang setiap harinya berganti itu siapa?" tanyanya lagi.
"Oh mereka, mereka hanya pelanggan tempat Ika bekerja, dan Ika di suruh untuk megantar pesanan mereka walaupun dengan imbalan yang tak seberapa lagian itu untuk menambah uang jajannya saja" jelas Fitri lagi.
Seperti tersambar petir di siang bolong, mendengar kenyataan itu.
"Ha-ha-ha bodoh kamu Ardi, kenapa kamu tidak menyelidikinya dulu dan malah percaya dengan omongan nya" tawanya getir mengacak-acak rambutnya dengan merutuki kebodohannya.
"Kak Ardi mau kemana?" tanya Fitri menahan tangannya yang hentak berlalu.
"Menemui Ika" jawab Ardi singkat kemudian menghempaskan tangan Fitri kasar dan berlalu begitu saja.
__ADS_1
Fitri hanya menatap nanar kepergiannya dengan air mata yang sudah menguyur deras.
Ardi sangat menyesali perbuatannya karena telah mengacuhkan bahkan sempat menolak ajakan Ika waktu itu sehingga membuat Ika menatapnya dengan penuh kecewa dengan penolakannya. Dia bukannya tidak tahu tentang perasaan Ika selama ini tapi dia karena dia terus memupuk rasa benci dan jijik ketika berdekatan dengan Ika apalagi ketika orang itu memperlihatkan foto Ika bersama dengan berbagai laki-laki yang berbeda tiap harinya. membuatnya semakin membencinya bahkan bersikap acuh tak acuh padanya