Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Apa Salahku?


__ADS_3

Sesuai dengan perjanjiannya, mereka akhirnya berkumpul untuk merayakan keberhasilan Ika siang tadi padahal kan tidak perlu berlebihan seperti itu tapi para rekan kerjanya itu pada bersikukuh untuk mengadakan acara ini katanya sekali untuk menyambut kedatangan Ika.


"Maaf membuat kalian menunggu" ucap Ika tak enak hati dengan mereka berempat.


"Ck" decak Chika sinis.


Entah bagaimana caranya dia juga ikut di acara ini.


"Nggak apa-apa kok lagian kita juga baru sampai" jawab Susi tersenyum manis yang hanya di balas anggukkan kepala dari Ika.


"Lo mau pesan apa?" tanya Radit lembut pada Ika.


"Ck Ika saja ni yang di tanya" sindir Susi cekikikan.


"Iya tuh serasa dunia milik berdua gitu" goda Dika menimpali.


"Ck itu saja baper" jengah Chika sinis.


Hal itu membuat Ika merasa tak nyaman dengan perhatian lebih yang di berikan oleh Radit apalagi melihat tatapan tak suka dari Chika.


"Ha samain saja sama kalian" jawab Ika kikuk


Setelah beberapa saat, makanan yang mereka pesan sudah berada di depan masing-masing. mereka makan dengan di selingi dengan canda tawa apalagi dengan perhatian lebih dari Radit kepada Ika membuat Ika semakin merasa tidak nyaman apalagi melihat Chika yang semakin kesal padanya.


Sampai pada makanan penutup dan beberapa minuman yang mengandung alkohol tersaji di meja mereka.


"Ayo coba rasanya enak tahu" ujar Susi meneguk minuman itu.


"Ah gue nggak minum begituan" tolak Ika halus.


"Ck dasar kampungan" ejek Chika sinis.


"Sedikit saja please" desak Susi dengan kesadaran 50 %.


"Ah iya" ucap Ika pasrah, dengan berat hati meminum minuman itu dengan sekali teguk.

__ADS_1


"Ih kok rasanya aneh ya" ujar Ika.


"Tapi enak, lagi dong" ucapnya lagi.


"Tuh kan Lo akan ketagihan" ejek Susi lagi.


Mereka terus minum sampai benar-benar mabuk, Chika dan Susi sudah pingsan karena terlalu banyak minum begitupun dengan Ika yang sudah mabuk berat sampai dia terus mengamuk karena tidak di berikan apa yang dia mau. sedangkan kedua laki-laki itu menjadi kewalahan untuk menjaga mereka bertiga.


"Jangan lagi, Lo sudah banyak minum" larang Radit merebut gelas yang berisi minuman itu.


"Apaan sih Lo ganggu aja tahu nggak" kesal Ika mendorong tubuh Radit yang menghalanginya.


Dengan kasar Ika merebut kembali botol yang berisi minuman dari tangan Radit. namun sebelum Ika meminum minuman itu, ada seseorang yang malah merebutnya dan bahkan melempar botol itu ke lantai


PRANGGGG


"Apa yang kalian lakukan padanya hah?" tanyanya murka kemudian menarik kerah baju Radit yang menjadi sasarannya.


"Brengsek kenapa kalian membiarkannya minum minuman laknat itu" murkanya memukul Radit tanpa mempedulikan penjelasan dari mereka.


pranggg


Radit langsung terhempas dan menimpa meja hingga pecah membuatnya mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Ika samar-samar melihat dan mendengar suara orang yang mengganggunya tadi langsung mendongakkan kepalanya.


"Pak Reyhan kau kah itu?" tanya Ika sempoyongan mendekat ke arah Reyhan dan tanpa aba-aba langsung bergelayut di leher Reyhan.


Ya dia adalah Reyhan, dia sengaja mengikuti Ika kesana untuk mengawasi dan menjaga gadis kecilnya. tahu-tahu kan gadis kecilnya itu terlibat masalah maka dia akan menjadi orang pertama yang namun tanpa sengaja Reyhan malah bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya sehingga membuatnya mau tak mau mengajaknya mengobrol dan karena terlalu asyik mengobrol dia sampai lupa apa tujuannya kesini. karena kecerobohannya sampai dia tidak melihat apa yang mereka lakukan, dan inilah akibatnya membuat gadis kecilnya hilang kendali seperti ini.


Dengan cepat Reyhan menangkap tubuh Ika yang hampir terjatuh.


"Ah pak Reyhan ada dua" ujar Ika cekikikan sambil menangkup kedua pipi Reyhan untuk memastikan.


Tanpa aba-aba, Reyhan kemudian mengangkat tubuh Ika seperti karung beras.

__ADS_1


"Hahaha aku terbang hahaha pak Rey Ika terbang" teriak Ika senang karena merasa tubuhnya melayang.


Sedangkan Radit yang masih terkejut dengan kedatangan dan perlakuan atasannya dengan cepat tersadar ketika melihat tingkah konyol Ika dengan kesadaran yang hampir hilang setelah melihat atasannya itu.


Radit hanya bisa menatap panik pada kedua orang itu yang sudah berlalu pergi. dia khawatir Ika akan mendapatkan masalah setelah ini


"Kembali ke apartemen" ujar Reyhan datar setelah sampai di parkiran.


"Baik tuan" jawab Rudi cepat kemudian melajukan mobilnya menuju tempat yang di inginkan bosnya, dengan sesekali melirik ke arah belakang untuk melihat bosnya dengan gadis itu.


"Jangan pegang-pegang ih, aku tuh masih kesel tahu nggak sama pak Rey yang selalu suka nyosor sama kayak waktu itu. Suka seenaknya saja " ujar Ika mulai ngelantur sambil memukul pelan dada bidang itu karena posisinya yang ber koalah di pangkuan Reyhan, entah bagaimana caranya mereka bisa dalam posisi seperti itu.


Reyhan menahan diri dengan sekuat tenaga ketika Ika terus menggerakkan tubuhnya membuat yang di bawa saja ikutan memberontak.


"Pak Rey tu nyebelin banget tahu, terus pemaksa dan suka marah-marah sama Ika huh, padahal kan kita tidak punya hubungan apa-apa tapi dengan seenaknya saja pak Rey melarang ini itu" oceh Ika mengerucutkan bibirnya.


"Tapi untung pak Rey tampan hihihi, jadi sayang kalau kena cakar dari Ika" lanjut kak cekikikan.


Reyhan hanya bisa menjadi pendengar yang baik karena menurutnya orang yang mabuk itu berbicara dengan jujur.


"Apa pak Rey tahu, pak Rey orang pertama yang peduli dengan ku" ujar Ika mendongakkan kepalanya menatap wajah datar itu.


"tidak seperti yayang Didi ehh bukan tapi kak Ardi karena dia sebentar lagi menikah dengan sahabat ku. dia tidak pernah melirik ku sama sekali padahal kan aku kerap kali menyapanya sedangkan dia hanya mengacuhkan ku bahkan menghindari ku" ujar Ika membenamkan wajahnya di dada bidang itu.


Mendengar nama laki-laki lain di sebut oleh gadis kecilnya membuat Reyhan menggertakan giginya menahan amarahnya.


"Apa karena masa lalu ku dulu sehingga mereka menutup matanya kepada ku bahkan keluarga ku sendiri kerap kali mencemooh ku hiks hiks" isaknya dengan pilu.


"Katakan Pak, apa salah ku pada mereka? aku korbannya lalu kenapa harus aku yang di hakimi hiks hiks" ujarnya memukul pelan dada bidang itu.


"Ika takut hiks hiks Ika hanya sendiri hiks hiks" ucap Ika lirih kemudian tertidur di dekapan hangat Reyhan.


Emosi Reyhan semakin memuncak setelah mendengar keluh kesah Ika yang mungkin sudah lama di simpannya seorang diri.


"Tenanglah aku tidak akan meninggalkan mu lagi" ujar Reyhan membelai lembut pucuk kepala Ika dan mencium pucuk kepala Ika.

__ADS_1


__ADS_2