Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Jatuh Cinta?


__ADS_3

Pagi harinya, setelah sarapan Ika dengan semangat berangkat agar tidak terlambat di hari pertamanya bekerja.


"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Ika sebelum memasuki gedung pencakar langit itu.


Ika selalu saja takjub dengan interior yang ada di perusahaan tersebut walaupun ini merupakan kali keduanya memasuki tempat ini.


Ika terus berjalan menuju ruang HRD terlebih dahulu untuk menanyakan tempatnya bekerja.


setelah itu dia kemudian bergegas mengikuti ketua divisinya menuju meja yang akan digunakan oleh ika . tak lupa memperkenalkan ika terlebih dahulu dengan karyawan lainnya.


"perhatian semua, perkenalkan ini Riska merupakan karyawan baru disini dan saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik" ucap pak Yanto tegas.


"Siap pak" jawab mereka bersamaan.


"Mohon bimbingannya" ucap Ika menunduk sopan.


Mereka semua hanya mengacungkan jempol tanda setujui membuat Ika merasa senang karena di terima disini.


Setelah pak Yanto kembali ke ruangannya, mereka semua pun segera mendekat ke meja Ika.


"Hai gue Susi" ucap Susi tersenyum ramah.


"Radit" sahut Radit.


"gue Dika" ucap Dika mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Jangan genit" jengah Susi melihat sifat rekan kerjanya itu yang terkenal dengan sebutan playboy kelas kakap.


"Jangan asal bicara Lo, gue cuman mau berkenalan saja sempat kan gue dan Riska jodoh gitu" goda Dika menarik turunkan alisnya.


Hal itu membuat Susi semakin dongkol sedangkan Ika hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman barunya itu.


"Senang berkenalan dengan kalian" ucap Ika tersenyum tulus yang membuat mereka bertiga terpanah dengan senyuman yang diberikan Ika kecuali...


"Cih basi tahu nggak" jengah nya tanpa mempedulikan acara perkenalan dari mereka.


"Iri bilang bos" sungut Susi kesal dengan rekan satunya itu yang tidak suka jika ada yang menyaingi kecantikannya.


"Dasar kampungan" ejeknya.


"Lo" geram Susi


"Jangan di masukin dalam hati ya ucapannya. nenek lampir itu memang begitu sifatnya" bisik Susi pada Ika.


"Ah iya nggak kok" ucap Ika kikuk.


Mereka pun segera melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.


**********


Sedangkan di tempat lain.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanyanya dingin.


"Seperti yang tuan muda inginkan" jawabnya menunduk sopan kemudian memberikan apa yang di inginkan bosnya.


"Bagus, Lo memang selalu bisa di andalkan Rud" pujinya tersenyum senang menerima berkas yang disodorkan kepadanya


"Terimakasih atas pujiannya tuan" ucap Rudi kikuk menatap atasannya dengan tatapan horor setelah melihat senyuman puas yang terpancar di wajahnya.


"Kamu bisa melanjutkan pekerjaan mu" usirnya kembali datar setelah tersadar jika masih ada Rudi disana.


"Baik tuan kalau begitu saya permisi" pamit Rudi sopan dengan berbagai pertanyaan yang muncul di benaknya kemudian berlalu menuju ruangannya.


*******


"Siapa gadis itu?" tanya Rudi entah kenapa siapa.


"Tak biasanya Reyhan mencari informasi mengenai seorang gadis seperti itu dan belakangan ini pun sikapnya aneh" gumamnya memikirkan berbagai kemungkinan.


Ya semenjak kepulangan atasan sekaligus sahabatnya itu dari kota x untuk menenangkan diri, sikapnya berubah menjadi aneh apalagi pada saat dia sendiri pasti akan tersenyum-senyum tanpa alasan di tambah lagi atasannya itu menyuruhnya untuk mencari informasi tentang seorang gadis yang entah siapa dengan sedetail mungkin tanpa ada sedikit pun yang ditutup-tutupi. Hal itulah yang membuat Rudi menarik kesimpulan bahwa atasannya itu sedang 'JATUH CINTA'.


"Wah jika memang itu yang terjadi, gue harus memberitahukan ini kepada tuan dan nyonya besar secepatnya pasti mereka akan senang dengan berita ini" ucap Rudi antusias


"Huh malang sekali gadis itu jika memang tuan muda menginginkannya pasti kehidupannya tidak akan bebas dari biasanya" gumam Rudi menyayangkan sifat tuan mudanya jika sudah menyukai sesuatu pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang di inginkan dan jangan lupakan tingkah over protective atasannya itu yang tak menyukai jika miliknya di ganggu oleh orang lain.


"Tapi gue penasaran untuk bertemu dengan gadis itu, semenarik apa dirinya sehingga mampu membuat es batu itu mencair" gumamnya lagi.

__ADS_1


"Sudahlah nanti di pikiran lagi" gumam Rudi kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.


__ADS_2