Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Dia?


__ADS_3

Setelah melihat Rudi sudah tidak terlihat lagi, Reyhan pun membuka berkas tentang informasi mengenai gadis yang sudah dia cap sebagai miliknya semenjak hari itu dengan senyuman yang terus terpancar dari wajahnya. Namun senyumannya langsung pudar setelah melihat beberapa informasi penting mengenai masa lalu Ika.


"Dia...." ucapnya tergagap dengan berkaca-kaca.


"Hahaha luar biasa akhirnya aku menemukanmu gadis kecil hahaha" Teriaknya yang tak bisa mengungkapkan bagaimana perasaannya sekarang entah senang, sedih atau apa.


"Sudah ku duga sejak aku melihatmu waktu itu aku merasa sangat familiar dengan wajahmu dan entah mengapa aku tidak menolak ketika kau menyentuh ku waktu itu, aku tak menyangka itu adalah kamu gadis kecil tapi dengan bodohnya aku tak mempedulikan rasa familiar itu karena semenjak kejadian itu kamu langsung menghilang entah kemana padahal aku sudah menyuruh kepercayaan ayahku untuk mencari keberadaan mu namun usahaku itu tidak pernah berhasil. Maafkan aku, maafkan aku karena tidak mengenali mu dengan cepat seperti janji ku waktu itu" ucap Reyhan sendu mengingat kejadian itu.


FLASHBACK ON


Di sebuah ruangan dengan cahaya temaram terdapat beberapa sosok anak dengan kondisi yang mengenaskan 7 di antaranya sudah tidak bernyawa lagi setelah di siksa dengan keji kemudian organ tubuhnya yang masih berfungsi sudah di keluarkan agar bisa bernilai dengan uang oleh sepasang suami istri gila. sedangkan 2 orang di antaranya masih bisa bertahan hidup namun kondisinya tak kala mengenaskan. Bagaimana tidak sudah 2 hari mereka terkurung disana tanpa di beri makanan sedikitpun oleh mereka.


"Hiks hiks ayah hiks hiks Ika takut hiks selamatkan Ika dari sini hiks" tangis gadis kecil yang usianya sekitar 6 tahunan itu yang sedari tadi menangis apalagi setelah melihat temannya meninggal setelah di lecehkan oleh orang itu.


"hei berhentilah menangis!! apa dengan menangis kita bisa keluar dari ruangan ini bodoh?" teriak bocah laki-laki yang usianya sekitar 12 tahunan itu kesal.


Bukannya berhenti, gadis kecil itu semakin histeris. hal tersebut membuat bocah laki-laki itu hanya bisa menghela nafasnya panjang.


"Jangan menangis lagi oke, aku janji akan mencari cara untuk keluar dari tempat ini" ucapnya dengan lembut sambil berusaha mendekat ke arah gadis kecil itu dengan sisa tenaganya.


Mendengar itu, gadis kecil itu kemudian berhenti menangis dan menggerakkan kepalanya untuk menatap dalam mata bocah laki-laki yang sudah berada di sampingnya.

__ADS_1


"Benarkah?" ucap Ika kecil memastikan


bocah laki-laki itu dengan cepat mengangguk mengiyakan membuat Ika kecil tersenyum senang dan tanpa aba-aba Ika langsung merebahkan kepalanya di bahu bocah laki-laki itu.


"Nama kakak siapa?" tanya Ika kecil sambil melirik sekilas ke arah bocah laki-laki itu.


"Reyhan" jawab Reyhan kecil singkat.


"Apa arti nama kak Rey?" tanya Ika kecil


"Entahlah" jawab Reyhan kecil menaikkan sebelah bahunya.


"Ish kok gitu" kesal Ika kecil mengerucutkan bibirnya.


"Hmm ayah bilang arti nama Ika yaitu yang pertama dari kata Riska yang artinya tangguh sedangkan untuk kata Mandasari artinya perempuan yang lemah lembut jadi arti kata Riska Mandasari adalah perempuan tangguh dan lemah lembut begitu" jelas Ika kecil panjang lebar.


"Ck tangguh kamu bilang? Lalu siapa yang terus menangis sedari tadi hmm? dasar cengeng" ejek Reyhan kecil


"Kak Rey, Ika tidak cengeng cuman tadi Ika hanya takut doang jadi makanya nangis" rengek Ika tak terima di katai cengeng.


"Ck sama saja" tambah nya lagi.

__ADS_1


"Ih kak Rey, Ika akan buktikan kalau Ika itu wanita tangguh dan tidak cengeng" sungut Ika kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


"Terserahlah" jengah Reyhan sambil menahan gemas melihat tingkah Ika.


Tanpa mempedulikan Reyhan, Ika kecil berceloteh kembali sedangkan Reyhan kecil hanya bisa pasrah menjadi pendengar yang baik selama Ika kecil yang selalu berceloteh tentang apa-apa yang biasanya dia lakukan bersama ayah dan ibunya. selagi dia masih berusaha melepaskan ikatan yang ada di tangannya itu dengan begitu Reyhan kecil tidak itu. Namun ketenangan mereka terganggu ketika Seorang menerobos masuk membuat keduanya tersentak kaget, Ika kecil langsung beringsut ke belakang Reyhan kecil sedangkan Reyhan langsung menatap waspada kepada orang itu.


Brakkkkkkkk


"Hai kalian, wah sepertinya aku mengganggu kebersamaan kalian?" tanyanya pura-pura merasa bersalah.


Melihat laki-laki itu menerobos masuk membuat kedua bocah itu meringkuk ketakutan.


"Tapi maaf ya dengan berat hati aku akan memisahkan kalian hahaha" ujarnya lagi sambil tertawa terbahak bahak.


"jangan mendekat" teriak Rey kecil marah.


"Galak sekali! huh aku tidak ada urusan dengan mu bocah galak tetapi dengan gadis kecil ini" tekan orang itu terkekeh geli seraya mendekati Ika yang berada di belakang bocah laki-laki itu.


"Jangan menyentuhnya bren****" murka Rey kecil mencoba melepaskan ikatan yang melihat tangannya dengan sekuat tenaga.


"Sini sayang, jangan takut" ucapnya kemudian mengangkat tubuh Ika kecil.

__ADS_1


"jangan takut sayang, aku akan mengajarkan mu hal baru yang akan membuatmu senang dan bahkan bakalan ketagihan" ucapnya tersenyum mesum tanpa mempedulikan bentakan dari Reyhan kecil.


"Hiks hiks lepaskan saya hiks hiks kak Rey tolongin Ika hiks" teriak Ika terus memberontak.


__ADS_2