
"Hiks hiks gue janji gue bakalan batalin pernikahan ini agar Lo bisa bersatu dengan kak Supa" tambahnya dengan memberanikan diri untuk menatap ke arah Ika.
*********************
"Hei apa yang Lo lakukan, cepat berdiri" ucap Ika membantu Fitri berdiri.
Sedangkan teman-temannya hanya memperhatikan mereka dalam diam. Mereka sudah menebak pasti ini ada kaitannya dengan masalah Ika tadi.
"Dengarkan gue baik-baik" ucap Ika sambil menghapus air mata yang membasahi pipi Fitri dengan lembut.
Ika menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan perkataannya, mungkin ini memang yang terbaik bagi mereka.
"Apa Lo percaya kalau gue suka beneran dengan kak Ardi itu?" tanya Ika yang hanya dijawab anggukan kepala dari Fitri.
"Lo salah Fit, gue nggak beneran suka sama dia gue hanya main-main doang dan menganggapnya sebagai bahan bercandaan doang tidak lebih. Lagian gue dan dia juga jarang bertegur sapa apalagi menjalin hubungan, jadi Lo nggak usah mengkhawatirkan gue karena gue memang nggak ada rasa sama dia" terang Ika tegas sambil menahan sesak mengatakan hal tersebut.
"Dan asal Lo tahu gue sudah dapat penggantinya calon mu itu, yang pastinya dia tu orangnya memiliki tubuh kekar dan banyak roti sobeknya hahaha" gelak Ika merusak suasana sehingga mendapat toyoran dari sang sahabat yang sudah berhenti menangis itu.
'Pengganti apaan, dekat sama cowok saja nggak pernah kecuali wiwing doang, huh nasib jomblo mah gini. sepertinya ini memang terbaik untuk kesejahteraan bersama' guman Ika miris dalam hati melihat wajah bahagia dari sang sahabat.
"Apaan sih Lo dasar halu, nih kepala pikirannya kotor semua" ucap Fitri lega mendengar jawaban dari sahabatnya itu.
"Hahaha ini tu ajaran dari bunda Nidya tercinta" tambah Ika terbahak.
"Kok bawa nama gue sih" protes Nidya tak terima.
"Kan Lo lebih berpengalaman kan" tambah Ika kemudian lari sebelum mendapat amukan dari singa betina itu.
__ADS_1
"Lo, awas ya Lo" ujar Nidya kemudian menyusul Ika yang sudah ngacir lebih dulu.
dan terjadinya kejar-kejaran antara mereka yang membuat mereka tertawa terbahak bahak melihat itu.
"Woi cepat kesini sebelum kalian berdua kita tinggal" teriak wiwing pada kedua temannya itu sebelum mereka menghilang dari pandangan, bisa-bisa acara ini batal jika kedua bocah itu menghilang.
"Tungguin kita njirr" teriak keduanya bersamaan kemudian berlomba untuk tiba disana.
************
Di perjalanan mereka selingi dengan canda tawa dan terkadang menyanyi dengan suara cempreng khas mereka.
"kapan acaranya fit?" tanya Rina.
"3 bulan lagi beb, kalian semua harus datang ya. jika tidak awas ya gue bakalan kasih hadiah paling spesial" ancam Fitri.
"CK kalau makanan Lo paling gercep memang" jengah Ika tak tahu diri.
"sadar diri woi" ujar Lia menoyor kepala Ika gemas.
"Gue sadar kok. andai gue nggak sadar gue nggak akan bicara sama kalian" tuh mulai kan.
"Sudahlah susah bicara sama Lo" jengah Lia.
"Lo juga suka ngeladehin dia" timpal ziska menggelengkan kepalanya.
"Biarkan mereka berkembang" ucap Kiki menimpali.
__ADS_1
"Nah ini lagi, nggak nyambung tahu nggak" sungut indah.
"Apa yang nyambung, tali ** Lo putus? sini gue pasangkan" tanya Ika tambah ngelantur.
"Don't touch me" tegas indah pada sahabat luknat nya itu.
"Ih PD amat Lo, siapa juga yang mau nyentuh Lo? Gue tu masih normal tahu nggak!! masa iya jeruk makan jeruk!! nggak ada rasanya" sungut Ika bergidik ngerih.
"Emang Lo pernah rasain bagaimana rasanya?" tambah wiwing ikutan nimbrung.
"Hehehe belum sih, tapi menurut novel yang gue baca rasanya enak bikin merem melek hahaha" jawab Ika tergelak.
"Dasar ya, ni anak jika menyangkut masalah begituan pasti heboh" jengah Rina melihat para sahabatnya itu.
"Kebanyakan membawa novel dewasa dia, makanya begitu" ucap Kiki.
"Eh kalau Lo udah nikah nanti, jangan lupa ceritakan malam pertama Lo ya" ucap Nidya kepada Fitri.
"Iya kalau perlu live streaming juga bisa" timpah Ika ikutan nimbrung.
"Supaya bisa di jadikan edukasi gitu hahaha" jawab wiwing juga ikutan nimbrung.
"Kalian bertiga bisa diam nggak, kalau tidak gue lempar kalian keluar" geram indah yang kesal.
"Ampun Mak!!" jawab mereka kompak kemudian duduk di kursi mereka dengan tenang.
sedangkan Fitri bisa bernafas dengan lega karena bisa menghindar dari permintaan teman luknatnya itu.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang melanda karena ketiga orang rusuh itu sudah tertidur lelap.