
Ke esokan harinya seperti biasa Ika selalu bangun pagi untuk mempersiapkan segala perlengkapan kuliahnya. Dia sudah menyiapkan baju-baju yang akan di pakai kedepannya untuk menginap dirumah tantenya selama magang berlangsung, dia berencana akan pulang sesekali saja karena sejujurnya dia paling tidak bisa jauh dari ibunya setelah ayahnya meninggal.
Setelah selesai bersiap-siap dia kemudian sarapan dan menunggu sahabatnya itu seperti biasa.
"Di sana kamu jangan keluyuran, jangan rebahan mulu dan ingat jangan bikin ulah" wejangan dari Fida kepada sang anak.
Dia sudah hapal dengan sifat anaknya itu yang suka sekali bikin ulah, apalagi jika ketemu dengan teman-temannya maka dia akan lupa waktu untuk pulang.
"Iya mamaku sayang, mama nggak usah khawatir lagian siapa juga yang keluyuran kan disana nggak ada Nidya jadi nggak ada temannya untuk jalan" kata Ika cengengesan tanpa dosa.
"Ika berangkat dulu ya Ma, jangan rindu ya karena rindu itu berat jadi biar aku saja hahaha" Gelak Ika bercanda sambil mencium tangan dan pipi ibunya secara bergantian.
"Dasar, hati-hati dijalan ya jangan ngebut-ngebutan" ucap Fida menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya dan tak lupa memperingati kedua bocah itu.
Dia hanya mengacungkan jempolnya dan melambaikan tangan kepada ibunya.
"Lo beneran menginap?" tanya Fitri tak percaya.
"Seperti yang Lo lihat, habisnya mau bagaimana lagi kan jadwal kita beda jadi tidak bisa berangkat bareng lagi" jawab Ika menghela nafas panjang.
"Iya juga sih" kata Fitri mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Huh lagian kalau memungkinkan untuk pulang, gue juga pulang kali lagian kan gue nggak bisa jauh-jauh dari mama gue" ujar Ika seadanya.
"Makanya gue cari jodoh yang dekat dari jangkauan rumah gue supaya gue bisa dekat sama mama gue hahaha" tambah Ika tergelak.
"Huh mulai deh" ujar Fitri jengah membuat Ika tambah terbahak-bahak.
Diperjalanan seperti biasa mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan riang, hingga tak terasa mereka sudah sampai di kampus.
"Gue numpang ya di ruangan Lo soalnya tempat gue bukanya jam 9 atau jam 10 an" ucap Ika memelas kepada sang sahabat karena memang sekarang masih pukul 8 jadi masih ada waktu sekitaran 1 atau 2 jam dia menunggu kedatangan pamong nya.
"Iya lagian pamong gue juga jarang datang jadi nggak usah khawatir" ujar Fitri enteng.
Dengan cepat Fitri berlalu meninggalkan sahabatnya itu yang penyakitnya mulai kambuh yaitu penyakit lebay + alay.
Setelah menunggu beberapa jam, Ika pun bergegas keruangan tempatnya magang karena melihat sang pamong sudah datang. Dengan cepat bergegas agar dia tidak dikira terlambat dan itu bertepatan dengan kedatangan ke tiga teman sekelompok magang nya untuk 2 bulan kedepan.
Mereka pun segera masuk keruangan dan menghadap kepada sang pamong untuk menanyakan apa saja yang akan mereka lakukan kedepannya.
"Selamat pagi pak" sapa Wandi salah satu teman sekelompok Ika untuk mewakili temannya yang lain
"Selamat pagi" jawab Asnam yang merupakan sang pamong.
__ADS_1
"Apa yang bisa kami bantu pak?" tanya Wandi kembali dengan sopan yang di angguki ketiga temannya.
"Jangan panggil bapak dong, saya kan masih muda" kata Asnam bercanda untuk mencairkan suasana.
"Hehehe iya kak" jawab Wandi tersenyum canggung.
"Kalian nggak usah terlalu canggung begitu, santai saja. dan perkenalkan yang disana namanya kak Rani kepala bagian keuangan" kata Asnam memperkenalkan rekan kerjanya.
Mereka berempat kemudian membungkukkan badannya sedikit untuk memberikan hormat. sedangkan sang empunya hanya mengangguk dan tersenyum ramah.
"dan untuk tugas kalian nanti akan disampaikan setelah ibu direktur datang karena beliau masih dalam perjalanan" ucap Asnam menjelaskan.
"Iya kak" jawab mereka bersamaan.
"Kalian bisa duduk disana sambil menunggu ibu direktur" lanjutnya.
Mereka kemudian bergegas menuju kursi yang ditunjukkan.
Setelah menunggu beberapa saat, yang ditunggu pun akhirnya datang juga. Dengan segera mereka menghadap kepada direktur untuk menyatakan apa saja yang bisa mereka kerjakan selama magang disini.
Setelah mendapat pekerjaan masing-masing, mereka pun dengan segera mengerjakan apa yang ditugaskan kepada mereka.
__ADS_1