Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Tidak Peka


__ADS_3

'Astaga bagaimana ini, mereka akan semakin curiga dengan ku jika sampai aku keruangan kak Rey lagi. ayo Ika berpikirlah agar tidak ketahuan dengan yang lain' guman Ika berpikir keras setelah dengan susah payah menjelaskan apa yang di tanyakan rekan kerjanya terkait hubungannya dengan atasannya itu.


'Atau memang sebaiknya gue menghindari kak Rey dulu ya?' lanjutnya bimbang.


'Ah pusing gue, daripada terus menghindar lebih baik gue selesaikan dengan cepat masalah ini dengan kak Rey supaya tidak ada lagi kesalahpahaman di antara kita. lagian ya masa iya sih langsung nikah saja kita kan baru saling kenal' gerutu Ika membulatkan tekadnya untuk tidak menerima pinangan dari Reyhan.


"Woi Lo kenapa sih dari tadi bengong Mulu" teriak Susi di samping Ika membuat sang empu terlonjak kaget.


"Hehehe gue tu lagi mikirin jodoh gue tu nanti siapa ya" jawab Ika asal membuat Susi memutar bola matanya malas.


"Lagian Lo saja sih yang tidak peka, emang Lo nggak sadar apa jika selama ini Radit itu suka sama Lo" bisik Susi


"Hehehe enggak" elak Ika cengengesan padahal dia tahu dari awal cuman dia tidak mau membuat Chika tambah membencinya.


"Dasar Lo ya" kesal Susi geram dengan temannya itu.


"Lagian ya gue malas untuk menjalin hubungan lagi, gue trauma njirr di tinggal pas lagi sayang-sayangnya hahaha" ucap Ika tergelak sendiri dengan ucapannya.


"Serius?" tanya Susi serius.


"Nggak lah mana ada begitu" elak Ika padahal Memnag kenyataannya begitu, dia masih trauma menjalin hubungan dengan siapapun termasuk dengan Reyhan tapi entah mengapa setiap dekat dengan Reyhan dia merasa nyaman dan terlindungi, tidak seperti laki-laki yang selama ini mendekatinya termasuk Radit contohnya. dia selalu risih pada saat Radit mendekatinya ataupun memberikannya perhatikan lebih. entahlah dia juga bingung dengan perasaannya sekarang.


"Apa yang kalian lakukan? apa kalian mau di marahi sama pak manajer ha?" tegur Radit memicingkan matanya membuat keduanya langsung tersentak kaget.


"Iya pak bos" sahut keduanya dengan cepat kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan di tempat lain


"Tuan sebelum makan siang, anda ada pertemuan dengan Mr Bean untuk membicarakan proyek lebih lanjut" ucap Rudi tegas.

__ADS_1


"Batalkan saja karena aku akan mengajak gadis kecil ku makan siang bareng" jawab Reyhan acuh seraya fokus dengan komputer di depannya.


"Tapi tuan" bantah Rudi namun di jawab depan pelotokan tajam dari sang empunya.


"Baiklah" ujar Rudi pasrah kemudian berlalu meninggalkan ruangan bosnya.


Tanpa mempedulikan gerutuan dari asistennya itu, Reyhan malah fokus memperhatikan wajah menggemaskan dari gadis kecilnya yang sedang serius mengerjakan tugasnya. Kadang kala dia mendekus kesal karena lagi-lagi gadis kecilnya di dekati laki-laki lain.


"Huh bren**** beraninya dia" geram Reyhan yang melihat kedekatan Ika dengan rekan kerjanya.


ROOM CHAT


To sayangku🖤


✉️ Jangan genit-genit dengan laki-laki lain atau aku akan memberimu hukuman hmm😤.


From sayangku🖤


To sayangku🖤


✉️ Lihat saja nanti 😈


From sayangku🖤


✉️ Ya kok gitu sih sayang. Lagian aku nggak genit kok 😘😘


Reyhan langsung menyerigai dan memikirkan hukuman apa yang sesuai untuk gadisnya itu tanpa mempedulikan balasan pesan dari sang empunya.


Reyhan semakin gemas melihat kepanikan Ika setelah mendapat ancaman darinya.

__ADS_1


"Astaga bagaimana ini? Hukuman apa lagi sih yang akan diberikan kak Rey padaku" guman Ika panik sendiri.


"Lagian siapa juga yang dekat dengan laki-laki lain, orang serius kerja pun dibilang genit" gerutunya lagi.


"Lo kenapa sih panik begitu?" Tanya Susi heran melihat tingkah rekan kerjanya itu.


"Apa disini ada cctv?" Tanya Ika tanpa mempedulikan pertanyaan Susi.


"Ada lah, sono" tunjuk Susi pada cctv yang terpasang di sudut ruangan.


"Ya Rabb matilah aku, jangan bilang dia melihat ku dengan pak Radit tadi" ujar Ika semakin panik.


Bagaimana tidak, tadi dia hampir terjatuh pada saat berjalan ke arah pantry karena lantai yang licin. Tapi untung ada Radit yang langsung menolongnya sehingga dia tidak jadi membentur lantai dengan tidak elitnya.


Nah sekarang dia tahu sumber kesalahannya dimana karena sedari kemarin Reyhan sudah mewanti-wanti agar dia tidak berdekatan dengan laki-laki lain terutama Radit.


"Lo kenapa sih?" Tanya Susi semakin bingung.


"Hehehe gue nggak apa-apa kok, gue lupa beri makan kucing gue tadi sebelum berangkat" jawab Ika asal sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ck ada-ada saja kamu" ucap Susi menggelengkan kepalanya.


"Makan siang bareng yuk" ajak Radit setelah jam makan siang tiba.


"Kuy lah" jawab Susi dan Dika serentak.


"Maaf guys gue nggak bisa deh gabung sama kalian karena gue ada janji dengan seseorang" ucap Ika tak enak hati.


"Ya udah kita duluan ya" jawab Radit lesu.

__ADS_1


__ADS_2