
Suasana kembali hening ketika Reyhan berlalu pergi, tidak ada diantara mereka yang memulai pembicaraan. Ika menunggu arti bicara duluan sedangkan Ardi masih bergelud dengan pikirannya sendiri. Sampai pada akhirnya Ika yang memulai duluan.
"Hal penting apa yang kak Ardi ingin bicarakan dengan saya?" Tanya Ika.
"Aku akan membatalkan pernikahan ku dengan Fitri" jawan Ardi setelah berpikir keras.
"Aku tahu kamu menyukai ku begitupun aku juga menyukai mu dari dulu tapi karena kebodohan ku mempercayai omongannya sehingga aku selalu menghindari mu. Maafkan aku Ka aku salah selama ini tidak pernah memandang mu tapi percayalah aku sangat-sangat mencintai mu dari dulu sampai sekarang maka dari itu mari kita menikah" ujarnya lagi bersimpuh di depan Ika dan menggenggam tangannya.
Membuat Ika melotot kan matanya.
"Kak Ardi gila" teriak Ika menghempaskan tangannya dan menjauh dari Ardi.
"Apa semudah itu kak Ardi mengajak saya menikah ha? setelah apa yang saya lakukan pada kak Ardi dulu?" ujar Ika menggelengkan kepalanya menatap nanar ke arah Ardi.
"Apa kak Ardi tidak peduli dengan perasaan Fitri jika tahu calon suaminya seperti ini? Sadar kak sadar!!" sungut Ika meraup wajahnya kasar menahan sesak.
"Iya aku mengaku salah, untuk itu aku minta maaf padamu. Aku tidak pernah mencintai Fitri, aku hanya menghormatinya karena dia adalah calon yang orang tuaku pilihkan karena hatiku sudah ada namamu tanpa aku sadari ka" ujar Ardi jujur membuat Ika semakin sesak, kenapa harus sekarang? kenapa tidak sedari dulu seperti ini ketika tidak ada yang tersakiti diantara mereka karena jika Ika menerima Ardi maka ada dua hati yang akan terluka yaitu Fitri dan Reyhan tapi dia juga tak bisa membohongi dirinya sendiri jika ini yang dari dulu dia tunggu tapi kenapa keadaan selalu saja mempermainkan mereka.
"Ini salah kak, ini salah! perasaan itu tidak seharusnya ada untuk Ika. Pulanglah!! sepertinya kakak keliru dengan perasaan kak Ardi sekarang" usir Ika halus tanpa melihat ke arah Ardi.
"Tidak Ka! aku tidak keliru. ini kenyataannya percaya lah kalau aku memang mencintai mu" ucap Ardi meyakinkan dengan mencoba menggenggam kembali tangan Ika namun dengan cepat sang empu menipisnya.
"Sadarlah kak! kita sudah memiliki kehidupan masing-masing dan jangan lupakan kak Ardi dan Fitri akan menikah minggu depan. Jangan seperti ini, ini salah kak ini salah" ucap Ika memperingati.
"Aku tidak akan menikah dengannya karena aku akan menikah mu" tekan Ardi dengan suara yang naik 1 oktaf.
"Jangan egois! Fitri akan terluka dengan keputusan sepihak ini." Teriak Ika geram karena baru kali ini dia dibentak oleh Ardi.
"Apa karena laki-laki itu hah, sehingga kamu menolak ku dengan membawa nama Fitri?" teriak Ardi geram dengan penolakan Ika.
__ADS_1
"Tidak ada hubungannya dengan mas Reyhan, dan jangan bawa-bawa dia ke dalam masalah ini" ucap Ika tak terimah.
"Apa karena dia kaya sampai kamu tidak ingin lepas dengannya?" ucap Ardi menggapai Ika dan mencekram bahunya kuat tanpa mempedulikan Ika yang meringis kesakitan.
"Kak kamu menyakiti ku" lirih Ika takut menahan sakit di bahunya.
"Kita akan menikah, untuk urusan uang aku akan bekerja keras agar bisa menghidupi mu dan keluarga kecil kita kelak" ucap Ardi dengan menyeringai tanpa mempedulikan ucapan ika, karena di buta kan akan cintanya dia tidak peduli dengan penolakan Ika, yang dia mau adalah Ika harus jadi miliknya apapun yang terjadi.
"Kak Ardi gila" maki Ika agar terlepas dari cengkraman tangan Ardi.
"Aku gila karena mu" ucap Ardi membelai lembut rambut Ika dengan senyuman yang membuat Ika semakin ketakutan apalagi kejadian mengerikan tiba-tiba muncul di benaknya.
"JANGAN MENYENTUH KU!! PERGI PERGI ARGGGHHHH PERGI JANGAN MENDEKAT HIKS PERGI ARGGGHHHH" teriak Ika histeris mengacak rambutnya sendiri membuat Ardi terkejut.
"Hei apa yang terjadi padamu?" tanya Ardi terkejut melihat kondisi Ika, apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini? itulah pertanyaan yang muncul di kepalanya. Dengan cepat mendekat ke arah Ika yang tiba-tiba kalab berniat untuk membatu namun baru saja dia akan menyentuh Ika tetapi tiba-tiba suara menggelegar terdengar dari arah dapur membuat nya tambah bingung.
Karena bingung dengan kondisi yang baru dia lihat, tanpa mempedulikan instruksi dari Reyhan, Ardi mendekat kembali ke arah Ika yang kalab.
"Hei ada apa denganmu, tenanglah" ucap Ardi khawatir namun bukannya mereda Ika malah tambah menjadi-jadi dengan melempar apapun yang bisa di jangkau.
"PERGI JANGAN MENYENTUH KU PERGI ARGGGHHHH" Teriak Ika menatap Ardi dengan waspada..
PRANGGG
PRANGGG
"Sudah ku bilang jangan mendekatinya" geram Reyhan menarik Ardi yang hampir terkena vas bunga yang Ika lempar ke arahnya.
Sedangkan Ardi yang bantu masih syok dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Apa kamu tidak kenapa-kenapa nak?" tanya Bu Fida khawatir yang hanya di jawab anggukan kepala dari Ardi.
Reyhan dengan cepat menghampiri Ika untuk menenangkannya agar tidak lepas kendali lagi seperti waktu kemarin.
"Hati-hati nak" ucap Bu Fida khawatir karena jika Ika seperti ini mereka akan kewalahan untuk menenangkannya apalagi disini hanya mereka bertiga.
"Sayang tenanglah, aku disini" ucap Reyhan lembut menarik Ika ke dalam pelukannya.
"LEPASKAN AKU HIKS HIKS PERGI .... PERGI ...." teriak Ika memberontak di pelukan Reyhan.
"Sayang! ini aku, kak Rey akan menjagamu dan tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh mu lagi" bujuk Reyhan lembut mengelus punggung Ika.
Ika yang mendengar itu tidak memberontak lagi namun dia langsung menangis histeris di pelukan Reyhan.
"Kak Rey dia ingin menyentuh ku hiks hiksss jangan tinggalkan Ika hiks hiks" tangis Ika mengaduh.
"Tenanglah!! tidak ada yang akan menyentuh mu lagi oke" ucap Reyhan semakin mengeratkan pelukannya untuk menenangkan Ika.
"Ika takut, bawa Ika pergi kak Rey" ucap Ika lirih sebelum tumbang tak sadarkan diri waktu itu.
Dengan cepat Reyhan mengangkat tubuhnya untuk dibawa segera kerumah sakit.
"Urusan kita belum selesai" tekan Reyhan berhenti di dekat Ardi yang masih syok dengan apa yang dia lihat kemudian berlalu keluar dari sana.
"Mama ikut Rey" teriak Bu Fida cepat.
"Sebaiknya nak Ardi pulang, Tante akan menyusul mereka kerumah sakit" ucap Bu Fida tak enak hati.
"Aku ikut" ucap Ardi cepat yang di jawab anggukan kepala dari Bu Fida.
__ADS_1