Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Ngambek


__ADS_3

Nidya berjalan ke tempat duduknya sambil terus menggerutu kesal.


"Kantin yuk gue lapar tahu, tidak sempat sarapan tadi" ajak Ika pada teman-temannya.


"gue malas ke kantin" ucap ziska yang di angguki Rina dan wiwing.


"aii kalian nggak asik iih" jawab Ika cemberut.


"temani gue dong nid-nid" ucap Ika memelas pada Nidya.


"Malas ah gue capek naik turun tangga" jawab Nidya ketus.


Ika kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Fitri. Fitri yang mengerti tatapan itu kemudian menghela nafasnya dan segera menjawab.


"gue kenyang, mending sama Lia noh" tolak Fitri.


Ika pun mengalihkan pandangannya ke arah Lia yang namanya disebut-sebut.


"Kok gue sih" ucap Lia tak terima.


"Ya udah deh kalau nggak ada yang mau, gue bisa sendiri" ucap Ika ngambek lalu berlalu begitu saja tanpa mempedulikan teriakan teman-temannya.


"Lah ngambek dia" ucap Rina pada teman-temannya.


"kalian sih" sahut Kiki.

__ADS_1


"susul gih, nanti tambah ngambek dianya. kalian tahu sendiri kan kalau lagi marah kayak gimana" sahut Nidya.


mereka kemudian menghembuskan nafas kasar mengingat ketika Ika ngambek pasti mereka akan didiami selama beberapa saat sampai ngambeknya hilang. tapi itu hanya berlangsung sebentar karena pada dasarnya Ika tidak bisa marah terlalu lama.


sesampainya di kantin Ika langsung memesan makanan sambil menggerutu tidak jelas. setelah memesan makanan dia pun segera mencari tempat duduk paling sudut agar tidak di ganggu oleh pengunjung lainnya karena dia sebenarnya tidak suka dengan keramaian.


Ika meratapi nasibnya dimasa depan, apa yang akan di lakukan nya untuk membahagiakan ibunya itu yang sudah berjuang sendiri karena ayahnya sudah menutup usia pada saat Ika kelas 4 SD. dia sadar diri jika selama ini hanya bisa meminta pada sang ibu karena dia sedari kecil tidak pernah melakukan pekerjaan keras dalam menghasilkan uang. Kuliah saja dia hanya mengandalkan beasiswa dari kampus, jika tidak ada itu pasti dia tidak akan kuliah sampai sekarang. terkadang Ika merasa insecure pada teman-temannya yang lain yang masih memiliki keluarga lengkap dan selalu di manjakan oleh orang tuanya sedangkan dia apa? hanya hidup berkecukupan namun dia juga tidak bisa menyalahkan takdir yang Allah berikan padanya karena dia percaya sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.


Bodoh amat dengan sikap teman-temannya karena sedari dulu, Ika merasa tidak pernah mempunyai teman yang beneran tulus padanya. mulai dari kecil sampai sekarang mereka hanya singgah jika memerlukan bantuan. ya namanya manusia ketika membutuhkan bantuan pasti akan melakukan segala cara agar kebutuhan nya tercapai salah satunya yaitu menjilat teman sendiri.


** menjilat dalam artian hanya mendekati dan berbuat baik pada seseorang untuk mendapatkan apa yang dia mau padahal hanya kebohongan belaka karena jika keinginannya tercapai maka dia akan seperti kacang yang lupa akan kulitnya***


rasanya sangat sulit untuk percaya pada siapapun selain diri sendiri. terlalu banyak orang yang sudah menyakiti perasaannya. bukannya dia perasa akan tetapi dia sangat gampang terbawah perasaan tentang apa yang di katakan oleh orang lain. selain itu dia juga sangat tertutup pada siapapun, Ika lebih suka memendam masalah yang di hadapi nya dengan senyum palsu yang sering di tunjukkan di depan umum. itu semua dia lakukan agar mereka tidak mengetahui apa yang dia rasakan cukup membuat orang di dekatnya terhibur itu sudah lebih dari cukup untuknya apalagi untuk ibunya yang ada dirumah.


karena terlalu larut dalam lamunannya sampai-sampai dia tidak menyadari jika teman-temannya sudah ada didepannya.


BRAKKKK


"anjimm-anjimmm" latah Ika kaget terjungkal sambil mengelus dadanya.


"bwahhahaha" tawa teman-temannya pecah melihat bagaimana ekspresi terkejutnya Ika.


"Dasar teman laknat ya kalian, untung gue tidak punya riwayat penyakit jantung jika tidak mati muda gue" omel Ika kesal pada teman-temannya.


"yeh lagian lo tu yang melamun padahal kita tadi disini loh" jawab Kiki ketus.

__ADS_1


"Lo ada masalah?" tanya Rina tiba-tiba.


"iya cerita dong sama kita" kepo Ani.


"Apasih gue tu nggak apa-apa, mana ada gue ada masalah. asal kalian tahu gue hidup gue happy always tahu nggak" kilah Ika.


"bohong Lo, gue nggak percaya" ucap Nidya menimpali.


"Ya elah nggak percayaan amat sih kalian.. eeh gue masih ngambek ya sama kalian, lalu kenapa kesini katanya malas ke sini" ucap Ika mengalihkan pembicaraan sambil membuang muka pura-pura ngambek.


"idih ngambek kok bilang-bilang" ucap wiwing geleng-geleng kepala.


"biarin suka-suka gue dong" ucap Ika ketus.


"nggak usah ngambek-ngambekan lagi dong, noh kak Ardi nyariin Lo" ucap Ziska.


"gue nggak percaya" jawab Ika tak peduli.


"ya udah kalau nggak percaya, ya kan Fitri" ucap Ziska lagi sambil memberikan kode pada Fitri. Fitri yang mengerti itu hanya mengangguk mengiyakan.


"Beneran? nggak bohong kan? mana-mana?" tanya Ika beruntun dengan heboh.


"Gue nggak bohong kok, dia ada dirumah nya bwhaahhaa" tawa ziska pecah di ikuti teman-temannya yang lain karena berhasil membuat Ika tambah cemberut.


"anjimmm banget kalian" ucap Ika kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2