
Setelah mobil yang di tumpangi Reyhan sudah tidak terlihat lagi, para sahabatnya pun beralih menatap Ika dengan tajam setelah tersadar dari keterkejutannya.
Ika yang di tatap seperti itu hanya bisa menelan salivanya susah payah.
"Siapa dia?" tanya Fitri datar.
"Ada hubungan apa Lo dengannya?" kata ziska datar.
"Apa kalian sudah melakukan lebih dari itu?" sambung Nidya datar.
"Apa Lo tahu kami sedari sore panik karena Lo tidak pulang-pulang, sedangkan Lo bersenang-senang dengannya" geram Indah tak habis pikir.
"Cepat jawab" tekan mereka bersamaan membuat Ika dengan cepat menjelaskan apa yang terjadi.
"Oke oke gue akan jelaskan, tapi gue tidak melakukan hal aneh-aneh kok seperti apa yang kalian pikirkan" ucap Ika jujur.
"Lalu?" jawab mereka bersamaan membuat Ika mau tidak mau harus menjelaskan apa yang terjadi.
Dengan perlahan Ika menjelaskan mulai dari Ika yang lupa waktu karena menjelajah, terus berlari histeris karena melihat hantu penunggu pohon, saking paniknya dia bahkan salah masuk resort yang merupakan milik orang yang dia kira hantu kemudian pingsan saking takutnya. dia juga menceritakan tentang ciuman mereka tadi dan sampai seterusnya, dia sama sekali tidak menutupi apa yang dilakukannya dengan orang itu kecuali pada saat Ika yang berteriak seperti orang gila itu. dia sangat malu bahkan sangat sangat malu dengan kelakuannya sendiri bahkan dia berdoa supaya tidak bertemu lagi dengan orang itu. karena selama mereka bersama beberapa saat lalu Ika dengan susah payah menyembunyikan rasa malunya dengan bersikap seolah dia tidak melakukan apa-apa.
Para sahabatnya tersenyum lega karena sahabat mereka itu tidak melakukan hal lebih.
__ADS_1
"Hais bibir gue sudah tidak perawan lagi" sungut Ika kesal sambil mengerucutkan bibirnya setelah menceritakan semua kejadian tadi.
"Tapi rasanya enak kan" goda Nidya menarik turunkan alisnya.
"Lalu apa yang Lo lakukan selanjutnya?" tanya wiwing antusias
"Hehehe iya seperti ada manis-manisnya. Pada awalnya gue memberontak karena gue kaget tahu nggak di serang tiba-tiba tetapi lama kelamaan gue malah keenakan hahaha " jawab Ika nyengir sedangkan yang lain hanya menatapnya jengah kecuali wiwing dan Nidya yang memang paling suka jika pembahasannya tentang itu.
"Wah lalu apa lagi yang kalian lakukan?" tanya wiwing kepo.
"Apa dia juga bermain disini dan ini?" tanya Nidya kemudian menunjuk kearah dada dan ke arah bawah dengan matanya.
"Huh ayo masuk, abaikan mereka bertiga yang otaknya penuh dengan hal ***** semua" ajak Ani mengajak mereka untuk masuk.
"Ck kalian belum coba saja rasanya gimana, pasti kalian akan ketagihan. ya nggak Ka" ujar Nidya kemudian mengajak Ika untuk melanjutkan sesi tanya jawabnya.
"Nggak peduli" jawab mereka kompak membuat Nidya mendengus kesal sedangkan Ika hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya.
"Uhh gue juga mau dong yang kayak begitu pasti dia buas di atas ranjang" ucap Nidya yang mulai berfantasi liar sehingga membuat Kiki yang berada di dekatnya langsung menyentil keningnya keras.
"Sakit woi, Lo ganggu saja fantasi gue" omel Nidya mengelus keningnya.
__ADS_1
"Gue lihat dari kharismanya tadi, dia bukan orang biasa deh. Apalagi tadi saat bicara dengan kita semua, seakan ada dorongan apa gitu sampai kita hanya mengangguk mengiyakan saja" ucap Lia serius.
"Entahlah!! namanya saja gue nggak tahu" jawab Ika yang memang lupa untuk menanyakan nama orang itu padahal mereka menghabiskan waktu yang lumayan lama.
"Ish payah Lo" ejek wiwing.
"Sepertinya dia suka deh sama Lo" ujar Fitri.
"Ck nggak lah" sanggah Ika santai.
"Gue serius, apa kalian lihat tadi pada saat dia berbicara dengan Ika suaranya di lembut kan sedangkan berbicara dengan kita semua beh dingin banget njirr serasa berada di kutub Utara, iya nggak?" ucap Fitri lagi yang di angguki mereka semua.
Ika berpikir sejenak setelah mendengar ucapan sahabatnya, tetapi dia menepis semua kemungkinan itu.
"Ck mana ada begitu, gue nggak percaya sama cinta pada pandangan pertama!! ck bulshit tahu nggak" ucap Ika yang memang tidak percaya dengan pepatah itu.
Ya semenjak di khianati sama mantan kekasihnya dulu, Ika sudah tidak mau lagi untuk menjalin hubungan dengan siapapun karena dia selalu menganggap semua laki-laki itu sama-sama bren****. teman-temannya pun sudah berapa kali mengenalkan Ika dengan kenalannya tapi sampai sekarang dia selalu mengabaikan orang tersebut dengan sikap datarnya, makanya tadi mereka syok melihat tingkah Ika yang tidak seperti biasanya ketika di dekati oleh lawan jenis.
***********
Setelah kejadian itu, mereka pun kembali ke rutinitas masing-masing. begitupun dengan Ika, dia sudah membulatkan tekadnya untuk mencari pekerjaan di luar kota sekaligus untuk menenangkan diri dan berusaha untuk melupakan Ardi. Dan semenjak itu juga, Ika beserta teman-temannya lost contact yang membuat para sahabatnya khawatir.
__ADS_1