Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Ommes


__ADS_3

Setelah sampai, mereka mencari tempat yang sepi karena memang keduanya menyukai ketenangan.


Setelah menunggu beberapa saat makanan yang sudah di pesannya sudah berada di depan mereka.


"Kamu serius akan memakan ini semua?" tanya Reyhan bergidik ngerih melihat meja yang mereka tempati penuh dengan makanan.


Ika hanya mengangguk dengan antusias kemudian memulai aksinya.


"Makannya pelan-pelan, tidak ada yang akan merebut makanan mu" peringat Reyhan sambil mengelus sudut bibir Ika yang belepotan.


"Habisnya makanannya enak semua" jawab Ika tanpa menghiraukan ucapan Reyhan.


Reyhan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ika kemudian melanjutkan makannya.


tak lama kemudian makanan di depan mereka sudah ludes tak tersisa.


"Ah kenyangnya" ucap Ika mengusap perutnya yang sudah penuh.


Reyhan hanya menatap Ika dengan horor melihat makanan yang banyak itu bisa masuk semua ke dalam perutnya yang kecil itu.


"Makasih sayang" ucap Ika tersenyum tulus.


untuk berapa saat Reyhan terpana dengan senyuman dari Ika.


"Hmm" Reyhan hanya berdehem setelah tersadar dari lamunannya.


"Kalau begitu saya permisi dulu, teman-teman saya pasti pada khawatir" pamit Ika sopan.


"Baiklah ayo saya antar" ajak Reyhan.

__ADS_1


"tidak usah sayang, saya bisa sendiri. saya tidak mau merepotkan mu lagi" tolak Ika halus.


"Saya tidak menerima penolakan, lagian tidak baik seorang gadis berkeliaran jam segini" jawab Reyhan mutlak tak bisa di bantah.


"Baiklah" ucap Ika pasrah.


*********


sesampainya di resort tempatnya beserta teman-temannya yang lain, disana dia langsung di serbu dengan berbagai pertanyaan dari para sahabatnya sehingga membuat Ika kewalahan untuk menjawabnya. mereka bahkan tidak melihat seseorang yang bersama dengan ika.


"Astaga Ika Lo kemana saja sih?" tanya Rina.


"Kita tu dari sore nyariin Lo kemana-mana tapi tidak ketemu" omel Nidya.


"Kebiasaan banget suka hilang tiba-tiba, bagaimana jika terjadi sesuatu sama Lo" sungut Fitri kesal bercampur khawatir yang di angguki oleh mereka.


"ngomong apaan sih Lo" kesal indah mencubit gemas bibir sahabatnya itu yang suka ngomong seenaknya.


"Hehehe kan siapa tahu" ucap wiwing nyengir.


"Lo nggak kenapa-kenapa kan, kenapa diam saja?" tanya Kiki khawatir sambil mengguncang tubuh Ika.


sedangkan Reyhan yang di abaikan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para sahabat Ika.


"Woi kepala gue pusing njirr, bagaimana gue bisa jawab jika kalian selalu bertanya tanpa henti" teriaknya kesal kemudian memberontak untuk menjauh dari jangkauan teman-temannya.


Ika kemudian melirik ke arah Reyhan dengan memelas karena Reyhan sedari tadi memperhatikan mereka dengan datar seperti biasa, Ika merasa bersalah + malu dengan kelakuan para sahabatnya itu.


Seolah mengerti dengan tatapan itu, Reyhan hanya mengangguk kemudian tersenyum tipis untuk meyakinkan Ika bahwa dia tidak terganggu sedikit pun.

__ADS_1


"Oke nanti gue jelaskan" ucap Ika agar teman-temannya itu tidak bertanya lagi. Ika kemudian mendekat ke arah Reyhan.


Mereka bingung dengan apa yang Ika lakukan, mereka semua langsung melotot melihat ada orang asing yang bersama dengan Ika. Mereka baru tersadar jika Ika tidak datang sendiri melainkan bersama seseorang.


"Terimakasih sudah mengantarkan saya, maaf sudah merepotkan mu" ucap Ika tulus.


"Hmm iya jangan ngilang lagi seperti tadi" ucap Reyhan lembut sambil mengelus lembut pucuk kepala Ika.


"Apaan sih siapa juga yang ngilang, orang saya pergi menjelajah tadi" elak Ika kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


Para teman-teman Ika hanya memutar bola matanya jengah melihat tingkah Ika begitu lebay dan alay kek gitu.


"Ck sama saja" ucap Reyhan jengah.


"kalau begitu saya permisi" pamit Reyhan lembut kemudian mengecup bibir Ika sekilas sehingga membuat Ika melotot dengan serangan tiba-tiba. begitupun dengan para sahabatnya.


sebelum berlalu Reyhan mengalihkan pandangannya ke arah para sahabat Ika yang sedang memandang ke arahnya.


"untuk kalian semua, jaga teman kalian yang satu ini jangan sampai hilang lagi" titahnya tegas dengan datar kemudian berlalu begitu saja.


para sahabat Ika hanya mengangguk mengiyakan.


"Dasar om mesum" teriak Ika kesal setengah tersadar dari keterkejutannya begitupun dengan para sahabatnya.


Sedangkan orang yang di maksud hanya tertawa meninggalkan mereka. entah sadar atau tidak Reyhan merasa nyaman berada di dekat Ika meskipun mereka baru bertemu hari ini, tetapi entah mengapa mereka seperti sudah saling kenal sebelumnya.


'dasar cewek aneh' gumam Reyhan dengan senyum mengembang.


'Astaga sepertinya gue ketularan gila deh sama tu cewek' gerutu Reyhan memijit pelipisnya yang berdenyut.

__ADS_1


__ADS_2