Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Tak Pantas


__ADS_3

Mereka terus mengobrol dengan hangat yang dimana Ika sebagai bahan ejekan dari mereka membuat dia ingin sekali menghilang saat itu juga apalagi pada saat melihat Reyhan tersenyum mengejek padanya membuat Ika semakin kesal di buatnya, namun dalam hatinya dia sangat senang melihat kedekatan keluarganya dengan Reyhan dan sesekali mencuri pandang ke arah Reyhan yang asyik bermain dengan ketiga sepupunya yang masih bocil, dia sangat kagum dengan cerita keluarganya mengenai perjuangan Reyhan mendekatinya beserta keluarganya beberapa hari ini bahkan dia kerap kali di jahili oleh kedua paman Ika yang jahil itu tapi dia sama sekali tidak pernah mengeluh sedikitpun. Hal itulah membuat keluarga Ika menerimanya dengan senang hati. Ika sampai sekarang masih bertanya-tanya kenapa harus dia? padahal Reyhan bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik, cantik dan sepadan dengannya, tidak seperti dirinya yang penuh dengan segala kekurangan, apalagi setelah mengingat bagaimana masa lalunya dulu membuat Ika hanya bisa menatap nanar pada Reyhan yang tersenyum manis kearahnya.


"Sadar Ika, kalian sampai kapanpun tidak akan pernah bersatu. apa kamu lupa dengan kejadian itu" ucap Ika pelan tanpa sadar air matanya terjatuh begitu saja namun dengan cepat di hapusnya agar tidak ada yang melihatnya.


Namun dia salah, Reyhan yang memang tak pernah lepas pandangannya ke arah Ika melihat semua perubahan wajah Ika yang sendu dan melihat Ika menghapus air matanya yang turun tanpa sadar. Hal itu membuat dirinya juga menahan sesak apalagi melihat tatapan penuh luka itu.


'jangan seperti ini Ka, itu membuat dadaku ikutan sakit' guman Reyhan dalam hati seraya memegang dadanya yang sesak.


Seharian ini mereka terus bercanda ria, namun tidak dengan Ika dia lebih banyak diam dan hanya sesekali menimpali ucapan mereka jika namanya disebut, itupun hanya dengan anggukan kepala ataupun tersenyum paksa sedangkan Reyhan yang menyadari itu hanya bisa menghela nafasnya panjang. Ingin sekali dirinya membawa Ika kedalam dekapannya untuk menenangkan tetapi dia tidak mempunyai kesempatan untuk dekat dengan Ika karena ketiga bocil itu yang terus menempel padanya.


Sampai sore menjelang malam baru Reyhan pamit untuk pulang.


"Hati-hati dijalan kak" ujar Ika tanpa menatap wajah Reyhan yang ada di depannya.


"Kenapa hmm?" tanya Reyhan pura-pura tidak tahu.


"Tidak ada. sebaiknya kamu tidak usah menemui ku lagi dan jangan mengganggu keluarga ku" ucap Ika berusaha menahan sesak tanpa melihat ke arah Reyhan, dia sudah membulatkan tekadnya untuk tidak berhubungan lagi dengan Reyhan sebelum dia benar-benar menyimpan rasa padanya sehingga membuatnya sakit jika Reyhan meninggalkannya setelah tahu masa lalunya.


Tanpa aba-aba Reyhan langsung menarik Ika ke dalam dekapannya sambil mengelus lembut pucuk kepala Ika.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak berpikir sayang, semua akan baik-baik saja!" ucap Reyhan lembut


Membuat tangisnya yang sedari tadi ditahan akhirnya lepas begitu saja.


"Hiks hiks aku tidak pantas untuk kak Rey aku...... aku" Ika tak sanggup melanjutkan ucapannya, dia malah semakin membenamkan wajahnya ke dada bidang itu dengan isak tangis yang semakin histeris.


Reyhan kemudian melerai pelukannya setelah tangis Ika mereda dan beralih menangkup kedua pipi Ika untuk menghapus air matanya lembut.


"Dengarkan aku! aku menerima mu apa adanya, aku tidak peduli dengan masa lalu mu itu karena yang aku inginkan hanya kamu. Selama itu adalah kamu maka aku akan menerimanya tanpa peduli dengan apapun yang menghalangi langkah ku mendapatkan mu karena aku akan melakukan segala cara agar kamu akan selalu berada di samping ku" ucap Reyhan tegas kemudian mencium kening Ika lama.


Ika kembali berkaca-kaca mendengar ucapan yang keluar dari mulut Reyhan.


"Jangan sedih lagi oke!!" Ucap Reyhan mencium kedua bola mata Ika yang sembab sehabis menangis dan menarik Ika kembali ke dalam pelukannya.


"Ck dasar pemaksa" decak Ika kesal mengerucutkan bibirnya seraya memukul pelan punggung Reyhan.


Membuat Reyhan tergelak sebab berhasil membuat Ika kesal karena dengan begitu berarti dia sudah melupakan rasa sedihnya tadi. begitupun dengan Ika yang ikutan tergelak menyadari matanya yang terasa bengkak karena menangis.


Sedangkan para keluarga Ika yang sedari tadi mengintip mereka di balik jendela, juga meneteskan air matanya melihat pemandangan kedua orang itu, mereka sangat bersyukur Ika bisa tertawa tanpa beban, tidak seperti biasanya yang hanya tersenyum paksa walaupun diselingi dengan keceriaannya setiap hari, itu untuk menutupi luka yang masih terpendam. Mereka kemudian meninggalkan kedua sejoli itu dan memberikan keduanya waktu untuk bersama.

__ADS_1


"Cepat pulang sana" usir Ika ketus namun dia sama sekali tidak melepas pelukannya malahan semakin mengeratkan pelukannya membuat Reyhan terkekeh geli.


"Bagaimana aku bisa pulang jika kamu memeluk dengan erat hmm? atau kamu mau aku bawa pulang?" tanya Reyhan bercanda dengan terkekeh geli.


"Emang bisa ya? kalau begitu ayo bawa Ika pulang bersama kak Rey" ucap Ika mendongakkan kepalanya menatap wajah Reyhan polos membuat Reyhan gemas melihatnya.


"Bisa sayang tapi kalau kamu sudah sah menjadi milikku" ucap Reyhan sambil mengecup kening, kedua matanya yang bengkak, pipinya dan terakhir turun ke bibirnya dengan sekilas membuat Ika mengerucutkan bibirnya lagi dengan perlakuan itu.


"Kak Rey ih bagaimana jika ada yang lihat" kesal Ika kemudian melirik ke arah sekitar sempat masih ada orang yang berkeliaran disana.


"Biarkan saja, supaya mereka tahu kalau kamu hanya milikku" ucap Reyhan santai kemudian menarik Ika kembali ke pelukannya membuat wajah Ika merona merah mendengar itu.


"ish pulang sana hus hus" usir Ika yang menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan mendorong Reyhan pelan agar cepat masuk ke dalam mobilnya.


"Ya sudah kak Rey balik ya, ingat jawabannya besok harus 'iya' oke" peringat nya kembali


"Terserah" jengah Ika memutar bola matanya jengah.


Ika melambaikan tangannya setelah mobil Reyhan bergerak menjauh dari pekarangan rumahnya. Ika berjalan masuk kerumahnya dengan senyum mengembang yang menghiasi wajahnya itu.

__ADS_1


Sedangkan seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka, menggeram marah melihat kebersamaan itu apalagi orang yang di sukainya di cium seperti oleh laki-laki itu.


"astaga ada apa dengan ku? kenapa aku marah melihat mereka? sadar Ardi sebentar lagi kamu akan menikah dengan Fitri dan ingat kata orang itu dia penggoda ulung yang hanya membutuhkan uang dan uang contohnya saja dia jalan dengan orang yang berada seperti itu" ucap Ardi menyadarkan dirinya sendiri kemudian bergegas masuk kedalam rumahnya.


__ADS_2