Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Khawatir


__ADS_3

Diperjalanan Bu Fida terus mencoba membangunkan Ika tetapi sang empu sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun yang membuat Bu Fida semakin khawatir dengan air mata yang terus mengalir begitupun dengan Reyhan dia sesekali melirik ke belakang untuk memastikan keadaan gadisnya dengan wajah tegang dan khawatir.


Sesampainya dirumah sakit mereka langsung di sambut dengan cepat agar Ika bisa segera mendapatkan penanganan karena Reyhan sebelumnya sudah menghubungi pihak rumah sakit tempat Ika dirawat kemarin.


Reyhan segera meletakkan Ika ke atas bangsal yang telah disiapkan.


"Segera bawa ke UGD" instruksi dokter kepada beberapa perawat disana.


Bu Fida terus mondar-mandir didepan ruangan tempat Ika dirawat sambil memanjatkan doa untuk anaknya sementara Reyhan sedari tadi diam seribu bahasa dengan menunduk.


"Ika akan baik-baik saja ma" ucap Reyhan memenangkan Bu Fida, dia harus tenang agar tidak membuat Bu Fida semakin khawatir.


Bu Fida hanya menganggukkan kepalanya kemudian duduk di samping Reyhan.


"Sebenarnya kemarin Ika juga seperti ini kemarin, Rey sudah menyuruhnya istirahat tapi dia tetap ingin pulang karena takut mama akan khawatir dengan kondisinya" jelas Reyhan jujur.


Bu Fida langsung membulatkan matanya mendengar ucapan Reyhan.


"Huh anak itu!! selalu saja memendam rasa sakitnya sendiri" lirih Bu Fida sedih.


"Sejak kapan itu terjadi?" tanya Bu Fida menatap Reyhan sendu.


"Ika bilang sudah sejak lama, ketika dia melihat sesuatu yang berhubungan dengan masa lalunya" jelas Reyhan jujur.


"Kenapa dia menyembunyikan ini pada mama hiks hiks hiks pasti anak itu menderita selama ini" tangis Bu Fida merasa gagal menjadi ibu.


"Mungkin Ika nggak mau mama khawatir dengan kondisinya" ucap Reyhan menenangkan.


Tak lama kemudian Ardi datang dengan terburu-buru menghampiri mereka.


"Tante bagaimana keadaan Ika?" tanya Ardi yang baru sampai.

__ADS_1


Namun bukannya jawaban yang dia dapat melainkan pukulan dari Reyhan.


Reyhan langsung melampiaskan amarahnya kepada Ardi yang ada di depannya itu.


Bugggg


buggg


bugggg


"Ini semua karena anda sehingga Ika seperti ini!!!" murka Reyhan yang melihat Ardi ada di depannya.


Dia tadi menahan untuk tidak memberi pelajaran pada Ardi tadi karena dia lebih khawatir dengan kondisi gadisnya.


Sedangkan Ardi hanya pasrah dengan pukulan itu, karena dia sadar ini juga karena ulahnya.


"Heiii apa yang kalian lakukan" pekik Bu Fida dengan cepat memisahkan mereka berdua.


"Aku tahu, aku salah!! tapi biarkan aku disini, aku hanya mau memastikan keadaan Ika" Ucap Ardi memohon.


"Dia tidak membutuhkan mu disini" geram Reyhan tak terima.


"Aku mohon" ucapnya lagi.


"Sudahlah biarkan dia disini" ucap Bu Fida menghela nafas panjang.


mendengar itu, Ardi langsung tersenyum senang karena di bolehkah Bu Fida.


"Tapi Ma" protes Reyhan tak terima.


"Sudahlah, yang harus kita lakukan yaitu mendoakan Ika agar tidak kenapa-kenapa bukannya dengan kekerasan" ucap Bu Fida tegas.

__ADS_1


Reyhan hanya mengangguk pasrah dengan keputusan Bu Fida dan menatap Ardi dengan tatapan tajam.


tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana keadaannya dok, apa dia tidak kenapa-kenapa?" tanya Reyhan dengan tak sabar.


"Apakah anak saya baik-baik saja dok" tanya Bu Fida khawatir.


"Dia tidak kenapa-kenapa kan dok?" tanya Ardi yang juga khawatir.


"Mari keruangan saya, saya akan menjelaskannya disana" ucap dokter itu sopan.


Mereka hanya mengangguk mengiyakan kemudian berjalan mengikuti langkah sang dokter.


"Mau ngapain kamu?" ucap Reyhan dingin.


"Aku....." ucapan Ardi terpotong kala melihat Bu Fida menggelengkan kepalanya. Dengan berat hati, Ardi mengurungkan niatnya untuk mengikuti mereka.


***********


"Sesuai yang saya katakan kemarin, nona harus segera di tangani secepatnya karena jika tidak kondisinya akan semakin buruk" jelas sang dokter melihat ke arah Reyhan.


Reyhan yang tahu arah pembicaraan sang dokter pun hanya menghela nafasnya panjang kemudian melihat ke arah Bu Fida meminta persetujuan.


Bu Fida hanya mengangguk mengiyakan dengan lemah karena itu demi kebaikan anaknya, membuat Reyhan tersenyum karena Bu Fida sudah menyetujuinya.


"Lakukan apapun yang terbaik untuknya dok" tegas Reyhan mantap, dia juga sebenarnya ingin Ika mendapat penanganan secepatnya tapi dia belum membicarakan ini kepada keluarga Ika. dia takut jika keluarga gadisnya menolak.


Dokter itu hanya mengangguk.


"Lalu bagaimana keadaannya dok?" tanya Reyhan.

__ADS_1


"untuk lebih jelasnya, kita akan melihat bagaimana kondisi pasien setelah dia sadarkan diri" jelas sang dokter membuat keduanya menghela nafas panjang.


__ADS_2