Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Ayo Menikah


__ADS_3

Selama pemeriksaan Reyhan selalu merutuki kebodohannya yang lupa dengan hal sekecil ini. sampai dokter tersebut pergi pun Reyhan masih bergeming di tempatnya sehingga membuat suasana disana menjadi hening.


"Maaf aku lupa kalau kamu alergi dengan bawang-bawangan" cicit Reyhan merasa bersalah karena keteledorannya lagi membuat gadis kecilnya itu tertimpa masalah.


"Ini bukan kesalahan kak Rey kok, ini salah Ika karena tidak memberi tahu kak Rey" ucap Ika tersenyum menenangkan.


"Maafkan Ika karena membuat kak Rey khawatir" cicit Ika pelan.


"Sudahlah lain kali jangan begitu lagi hmm" ucap Reyhan menghela nafas panjang kemudian mengelus lembut pucuk kepala Ika.


"Apa masih mual?" tanya Reyhan yang hanya di balas gelengan kepala dari Ika.


setelah itu terjadi keheningan diantara keduanya membuat suasana menjadi canggung. Namun karena Ika sudah tak bisa menyimpan pertanyaan lebih lama lagi tentang sikap Reyhan padanya itu seperti sudah mengenalnya sebelumnya padahal mereka baru kenal satu sama lain lalu kenapa dia seakan tahu segala sesuatu tentang Ika.


"Apa saya boleh bertanya?" tanya Ika meminta izin dengan takut-takut.


"Silahkan" ujar Reyhan mempersilahkan.


"Kenapa kak Rey tahu banyak tentang ku? apa kita pernah saling kenal sebelumya? Tapi seingat ku, waktu di kota x dulu adalah pertemuan pertama kita. Tapi melihat sikap kak Rey padaku seperti kita pernah saling kenal sebelumnya. Atau kak Rey selalu menguntit ku?" tanya Ika beruntun memicingkan matanya curiga.


"Tatap wajahnya!! apa kamu tidak mengenaliku?" tanya Reyhan tanpa menghiraukan pertanyaan Ika.


Ika pun melakukan apa yang dikatakan Reyhan, dengan menatap dalam-dalam wajah itu tapi dia tidak mengingat apa-apa tetapi dia merasa familiar dengan wajah ini tapi dia tidak tahu pernah bertemu dimana sehingga Ika mengesampingkan rasa familiar itu dengan beranggapan mungkin dia memang pernah bertemu seseorang yang wajahnya mirip dengan orang yang di tatapnya sekarang.


"Tidak" jawab Ika menggelengkan kepalanya.


"Ah begitu, aku cuman asal tebak saja" ujar Reyhan kecewa karena Ika benar-benar melupakan janjinya.


FLASHBACK ON


"Kak Rey janji ya kalau kita benar nanti, kak Rey harus menikah dengan Ika" pinta Ika kecil polos.


"Lah kok gitu? kenapa harus kak Rey?" tanya Reyhan kecil.


"Ya karena Ika suka sama kak Rey, jika bukan kak Rey yang jadi pasangan Ika maka Ika tidak mau menikah" jawab Ika kecil tegas dengan wajah menggemaskan.


"Kak Rey harus menikah sama Ika, titik. Kalau kak Rey tidak mau maka Ika nggak mau lagi bicara sama kak Rey" ancamnya membuat Reyhan terkekeh geli mendengarnya.


"Baiklah kak Rey janji akan menikah dengan Ika kalau sudah besar nanti, tapi bagaimana jika Ika lupa sama kak Rey kalau kita sudah besar nanti?" ujar Reyhan kecil cemas.

__ADS_1


"Ika tidak akan melupakan kak Rey. mana mungkin sih Ika akan melupakan calon masa depan Ika" ucap Ika menarik turunkan alisnya.


"ih sudah nakal ya sekarang, belajar seperti itu sama siapa hmm?" tanya Reyhan menarik gemas hidung Ika.


"Dari film yang sering mama nonton" jawab Ika polos membuat Reyhan hanya bisa menepuk jidatnya.


"Ok jika Ika mau menikah sama kak Rey maka Ika harus mengingat nama kak Rey supaya kalau kita dewasa nanti kita bisa saling mengenal satu sama lain Ok" ucap Reyhan tegas yang di balas anggukkan kepala dari Ika.


"Nama kak Rey adalah Reyhan Wijaya. REYHAN WIJAYA" tekan Reyhan kecil.


"Reyhan Wijaya, Reyhan Wijaya" ulang Ika antusias.


"Oke Ika janji akan selalu mengingat nama kak Rey yaitu Reyhan Wijaya" ucap Ika tegas.


"Anak pintar" gemas Reyhan mengacak-acak rambut Ika.


FLASHBACK OFF


"Kak Rey" teriak Ika kesal membuat Reyhan tersentak kaget.


"Ha iya kenapa-kenapa?" tanya Reyhan linglung.


"Kak Rey lagi mikirin apa sih, sampai-sampai aku panggil tidak di jawab" ketus Ika kesal.


"Benarkah?" tanya Ika memicingkan matanya curiga membuat Reyhan dengan cepat menganggukkan kepalanya.


"Huh kirain kenapa" ujar Ika mangut-mangut.


Mereka berdua pun saling terdiam dan sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Mari menikah" ucap Reyhan tiba-tiba membuat Ika menatapnya horor.


"Apa? kak Rey bilang apa barusan?" tanya Ika memastikan pendengarannya, sempat dia yang salah dengar.


"Ayo menikah" ulang Reyhan menatap wajah Ika yang terkejut dengan ucapannya.


"Hahaha apa kak Rey sakit" tanya Ika terkekeh kemudian menyentuh kening Reyhan untuk memastikan.


"Aku serius Ika, ayo menikah" ucap Reyhan serius dengan menggenggam tangan Ika yang tadi berada di keningnya.

__ADS_1


Ika kemudian menatap kedua mata Reyhan untuk mencari adanya kebohongan namun nihil dia tidak menemukan apapun.


"Aku serius Ika, kalau bisa aku akan membawa kedua orang tuaku menemui keluarga mu secepatnya" ujar Reyhan yakin.


"Tapi kita baru saling mengenal kak bagaimana bisa langsung menikah" protes Ika.


"Kita bisa mengenal satu sama lain setelah menikah nanti" jawab Reyhan.


"apalagi tidak ada cinta di antara kita, bagaimana jika tengah jalan hubungan kita kandas? masa iya aku jadi janda muda" protes Ika lagi.


"Kita bisa belajar saling mencintai setelah menikah dan tidak ada yang namanya perceraian di antara kita sampai maut memisahkan" jawab Reyhan tegas membuat Ika kembali memutar otak untuk mencari alasan.


'karena aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi dari sisi ku' lanjut Reyhan dalam hati.


"Kita berbeda kak Rey, ibaratkan kak Rey adalah langit sedangkan aku bumi jadi kita sampai kapanpun tidak akan bersama" ujar Ika lagi.


"Apanya yang berbeda? langit dan bumi itu sama-sama saling membutuhkan dan melengkapi, jika tidak ada bumi bagaimana langit bisa berpijak begitupun sebaliknya" ujar Reyhan tersenyum tipis melihat Ika yang sudah gelagapan mencari alasan.


"Bagaimana kalau orang tua kak Rey tidak menerima ku yang miskin dan tak tahu apa-apa ini" tanya Ika lagi yang menurutnya itu adalah penolakan yang pasti akan di terima membuatnya tersenyum senang dalam hati.


"Orang tuaku baik dan tidak pemilih, dia akan menerima siapapun yang aku pilih menjadi pendamping ku kelak" ucap Reyhan menggenggam tangan Ika lembut.


Ika lagi-lagi tak bisa berkata-kata jika berhadapan dengan Reyhan.


"Aku laki-laki yang tidak romantis Ika, tapi jika aku suka dengan sesuatu aku akan memperjuangkannya sampai sesuatu itu menjadi milikku dan aku juga tidak pandai dalam merangkai kata-kata romantis karena aku lebih memilih bertindak daripada harus mengungkapkan kata-kata yang seperti itu" ujar Reyhan menatap bola mata Ika dengan lembut.


Ika? jangan tanyakan lagi, dia juga sebenarnya ada rasa kepada Reyhan dan juga dia merasa nyaman berada di dekatnya padahal mereka baru bertemu tapi entah mengapa dia merasa sudah mengenal Reyhan sudah lama.


"Kau gila" umpat Ika kesal.


"Ya aku gila karena dirimu" jawab Reyhan enteng.


"Oke oke beri aku waktu untuk berpikir" pinta Ika melihat keseriusan dalam diri Reyhan.


"Baiklah aku akan menunggu jawaban mu besok dan aku tidak menerima penolakan" ujar Reyhan tegas tanpa mau di bantah.


tu kan sifat pemaksaannya keluar, hal itu membuat Ika menjadi dongkol.


"Kok cepat banget si kak" protes Ika

__ADS_1


"Baiklah sepulang nanti aku akan menemui keluarga mu" ucap Reyhan enteng membuat Ika ingin sekali mencakar wajah tampan itu.


"Terserah kak Rey saja" sungut Ika mengacak-acak rambutnya frustasi membuat Reyhan hanya bisa tersenyum menang.


__ADS_2