Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Firts Kiss


__ADS_3

"Terus kenapa bisa saya berada disini om... eh sayang?" tanya Ika yang hampir salah sebut.


"Menurut kamu?" tanya Reyhan balik.


"Ya mana saya tahu, lagian pas saya bangun saya sudah berada disini" jawab Ika jengah.


"Terus"


"Terus apa, kamu aneh deh" sungut Ika kesal.


namun selang beberapa menit.


"Oh astaga tadi saya pingsan, lalu.... lalu" ucap Ika tergagap setelah mengingat kenapa bisa dia berada di sini dan balik menatap horor ke arah Reyhan.


"Kenapa?" tanya Reyhan menaikkan sebelah alisnya.


"Wah berarti kamu yang menggendong saya tadi?" tanya Ika hebohnya yang di jawab anggukan kepala dari Reyhan.


"Wah saya sudah seperti di novel romantis itu hahaha, harus pamer ni sama Nidya nanti" ucap Ika cekikikan dengan rencananya.


Sedangkan Reyhan hanya melongo dengan kehebohan makhluk yang ada di depannya. Cuman gara-gara di gendong doang dia bisa sebahagia itu.


'dasar aneh' pikir Reyhan bergidik ngerih.


"sudah jam berapa sekarang om.... eeh maksudnya sayang?" tanya Ika tiba-tiba.


"jam 9. kenapa?" jawab Reyhan menaikkan sebelah alisnya.


"Astaga saya harus pulang sayang teman-teman saya pasti pada nyariin saya, apalagi sekarang sudah malam. Haduh mana hp saya ketinggalan di resort lagi" panik Ika khawatir pasti mereka sudah mencarinya yang menghilang dari siang tadi sampai sekarang.


"Sayang bisa pinjam hp kamu nggak untuk menghubungi teman saya" pinta Ika memelas.


Reyhan hanya menatapnya dengan diam untuk sesaat setelah itu memberikan handphonenya kepada Ika.


Entah terlalu senang atau apa dengan kelakuannya Ika tiba-tiba mencium pipi Reyhan sekilas setelah mengambil handphone itu dengan girang.


Sedangkan Reyhan yang di perlakukan seperti itu hanya terpaku sambil memegang pipinya karena ini baru pertama kali dia berinteraksi langsung dengan lawan jenis kecuali ibu dan adiknya. Lamunannya buyar setelah Ika mengembalikan handphonenya.


"Makasih sayang" ucap Ika tersenyum tulus.

__ADS_1


"Ah iya" jawab Reyhan salah tingkah.


"Kamu kenapa?" tanya Ika bingung melihat orang yang di depannya salah tingkah.


"Tidak kenapa-kenapa" jawab Reyhan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kamu sakit? wajah mu memerah?" tanya Ika khawatir mencondongkan tubuhnya untuk menyentuh kening Reyhan dengan telapak tangannya membuat Reyhan membeku kembali karena jarak di antara mereka hampir terkikis yang membuat jantungan berdisko ria


"Tidak panas pun" guman Ika yang belum menyadari perbuatannya.


Untuk sesaat mata mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain yang membuat jantung Ika ikutan berdetak lebih cepat.


Entah siapa yang mulai duluan, bibir mereka sudah bersentuhan satu sama lain. Hai itu membuat Ika tegang karena merasakan gelenjar aneh yang menimpanya.


Karena tidak mendapat respon, dengan pelan Reyhan menggigit bibir bawahnya untuk memperdalam ciuman mereka.


Ika yang sudah tersadar dengan cepat memberontak namun apa daya kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Reyhan sehingga membuatnya pasrah saja. karena terbawa suasana Ika tanpa sadar mengalungkan tangannya dileher Reyhan.


Reyhan hanya tersenyum simpul melihat tidak ada perlawanan lagi dari Ika yang sudah menutup matanya menikmati, sehingga membuatnya menarik tengkuk Ika untuk semakin memperdalam ciuman mereka.


Ika yang hampir kehabisan oksigen itu memukul punggung Reyhan agar melepaskan ciumannya.


"om mau bunuh gue ya?" kesal Ika mengubah cara bicaranya.


Cup


"Lo!" geramnya kemudian menjauhkan dirinya dari Reyhan


"Itu hukuman karena kamu masih memanggil ku dengan sebutan itu" ucap Reyhan santai sambil tersenyum tipis.


"Om mesum" teriak Ika dengan cepat menutup wajahnya yang sudah seperti tomat.


"Apa hmm?" tanya Reyhan menyeringai kemudian mendekatkan diri pada Ika.


"Oke oke saya tidak akan mengulanginya lagi" ucapnya mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan cepat sebelum mendapat serangan lagi.


"Anak pintar" ucap Reyhan mengacak rambut Ika gemas.


"Haiss bibir saya tidak suci lagi gara-gara kamu" sungut Ika menatap Reyhan dengan tajam.

__ADS_1


"Saya tidak terimah balikin first kiss saya huwaaaaa" tangis Ika pecah membuat Reyhan kebingungan.


"Hei itu juga yang pertama buat saya" jawab Reyhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


mendengar itu tangisan Ika berhenti kemudian menatap Reyhan dengan horor.


"Hahaha nggak mungkin" ucap Ika tak percaya.


"Ya sudah kalau tidak percaya" jawab Reyhan cuek.


"Oke oke"


"ehh om... maksudnya sayang ada yang bisa di makan nggak disini?, saya lapar banget, dari siang belum makan" tanya Ika tak tahu malu.


"tidak ada" jawab Reyhan.


"Yah" lesunya kemudian merebahkan tubuhnya di sofa.


"Bagaimana kalau makan di luar saja, kebetulan saya juga belum makan" usul Reyhan membuat Ika dengan cepat bangun dari tidurnya.


"ayo" ucap Ika semangat.


"Tapi saya tidak punya uang, tas saya ada di penginapan" cicit Ika kembali lesu.


"Saya yang traktir" ucap Reyhan membuat Ika tersenyum senang.


"Benarkah?" tanya Ika antusias untuk memastikan.


Reyhan hanya mengangguk mengiyakan dengan tersenyum tipis.


"Ayo" Ika beranjak kemudian menyeret Reyhan untuk mengikutinya.


Reyhan hanya pasrah dengan kelakuan Ika.


tersadar dengan apa yang dilakukannya ika dengan cepat melepaskan rangkulannya di tangan Reyhan.


"Maaf" cicit Ika malu dengan perbuatannya.


"Tidak apa-apa" jawab Reyhan yang memang tidak terusik dengan tindakan Ika, malahan dia senang bukan main.

__ADS_1


Mereka kemudian melanjutkan langkahnya menuju restoran terdekat.


__ADS_2