
Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam lamanya, akhirnya mereka semua sampai di tempat tujuan yaitu pantai yang terkenal yang menyuguhkan berbagai macam pemandangan yang memanjakan mata di tambah dengan berbagai kuliner khas tempat tersebut yang menambah daya tarik bagi wisatawan.
Setelah beristirahat sebentar, mereka semua berhamburan keluar resort untuk menikmati pemandangan sekitar.
"Wow bagus banget pemandangannya" ujar Ika berbinar kemudian berlari ke tepi pantai dengan riang yang membuat semua sahabatnya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ika seperti anak kecil.
"Tuh anak kebiasaan deh" guman Kiki.
"Biarkan saja, mending kita kesana yuk gue lapar ini" ajak Rina menunjuk salah satu kuliner disana yang menarik perhatiannya.
Mereka semua pun bergegas kesana, untuk mengisi perut sebelum kembali menjelajahi tempat-tempat yang bagus.
"Ika bagaimana?" tanya Fitri mengingat sahabatnya itu sudah pergi duluan menjelajah sendiri.
"Biarkan saja, berikan dia waktu untuk menenangkan diri" ucap Nidya menepuk pelan pundak Fitri. Karena dia tahu apa yang Ika rasakan.
"Baiklah" jawab Fitri mengangguk mengiyakan kemudian mengikuti mereka untuk kuliner bareng.
__ADS_1
*******
"Wah sejuk banget" girang Ika menghirup udara segar disana.
kemudian berjalan menuju tempat yang menarik perhatiannya.
"Ya mereka kemana?" Ika baru sadar jika teman-temannya sudah menghilang di belakangnya, karena terlalu menikmati pemandangan sampai dia tidak sadar jika sudah berpisah dengan para sahabatnya itu.
"Sudahlah biarkan saja" ucap Ika acuh tak acuh kemudian melanjutkan perjalanannya untuk menjelajah lagi.
**********
"Mam sudah berapa kali aku bilang, aku nggak mau di jodohkan" ucapnya jengah dengan permintaan ibunya.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini, apa kau lupa umur mu sekarang sudah berapa hah, 29 tahun jika kau lupa" bentak ibunya yang tak habis pikir.
"Sabar mam, nanti hipertensi mu kambuh" ucap ayah nya sambil mengelus punggung sang istri.
__ADS_1
"Gimana mami bisa sabar, jika anak ini sampai sekarang tidak mau berdekatan dengan calon yang mami pilihkan bahkan dia lebih memilih asistennya itu, siapa namanya?" ucap ibunya kesal.
"Rudi aunty" jawab Rudi yang sedari tadi namanya di sebut-sebut padahal kan dia tidak tahu apa-apa dan jangan lupa dia masih normal kok tidak seperti apa yang di ucapkan ibu dari atasan sekaligus sahabatnya itu. sedangkan pak Rahman hanya bisa menghela nafasnya panjang melihat istrinya yang terus berceloteh tanpa henti.
"Ya itu" jawab Bu Mira membenarkan karena baru teringat dengan nama asisten pribadi anaknya.
"Ck maksud mami perempuan-perempuan yang bermuka tebal itu" ucapnya kesal.
"Ya ampun Rey, muka tebal bagaimana? apa mata mu buta sampai-sampai nggak bisa melihat kecantikan perempuan-perempuan yang mami kenalkan" ucap Bu Mira memijat pelipisnya pelan.
"REY...." tekan ayahnya yang sudah tak bisa di bantah.
"Oke oke, tapi beri Rey waktu 1 bulan untuk memilih perempuan yang akan Rey nikahi puas" ucap Reyhan mengacak-acak rambutnya.
"Kelamaan Rey" protes ibunya.
"Atau tidak sama sekali" ancamnya
__ADS_1
"Baiklah, tapi jika sampai 1 bulan kamu tidak membawa perempuan itu kerumah maka kamu harus setuju dengan yang mami pilihkan" ucap Bu Mira mengalah.
"Terserah mami sja" ucap Reyhan kemudian berlalu begitu saja yang di ikuti Rudi di belakangnya.