Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Flashback


__ADS_3

Ika terus menangis histeris pada saat dirinya di angkat dan di letakkan di salah satu kasur usang yang masih berada di ruangan tersebut.


Sedangkan Reyhan masih berusaha keras untuk melepaskan tali yang mengikatnya sambil teriak dan mengumpat melihat orang itu yang akan melakukan perbuatan tak senonoh kepada gadis kecil itu.


"Ah sia..l, sedikit lagi" umpat Reyhan menggesek tali itu dengan pecahan kaca yang di dapatkannya.


"Ayo kita mulai sayang" ucapnya bersemangat kemudian melucuti pakaian Ika dengan kasar.


"Hiks tidak tidak hiks hiks lepaskan Ika hiks kak Rey tolongin Ika hiks hiks" tangis Ika semakin histeris melihat orang itu mengikat kedua tangannya di pinggir tempat tidur itu seraya melepaskan satu persatu pakaian di tubuhnya.


"Aku akan menghabisi mu jika kau berani menyentuhnya a*****" teriak Reyhan kecil murka melihat Ika yang hampir tela**** bulat.


"Jangan mendekat hiks hiks aku mohon lepaskan aku hiks hiks" Ika terus memberontak dan memohon kepada orang itu namun permohonannya tak pernah dihiraukannya karena orang itu sedang sibuk memandangi tubuh mulus yang dimiliki Ika dengan air liur yang hampir menetes.


Tanpa aba-aba orang itu pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan benda pusaka yang ada di balik celana itu.

__ADS_1


"Ayo sayang, kamu hanya diam saja dan nikmati prosesnya hmm" ucapnya menyeringai nakal kemudian merangkak naik ke tempat tidur Ika untuk mencari posisi yang pas untuk menggagahi gadis kecil itu. orang itu kemudian melebarkan paha Ika dan bersiap mengarahkan pusakanya ke ******** Ika yang sudah tampak menggiurkan itu. Namun....


Brukkkkk


"Beren*** kau, sudah aku katakan jangan menyentuhnya" teriak bocah laki-laki itu sambil memukul kepala laki-laki itu dengan benda yang di pegang nya berkali-kali dengan keras.


Laki-laki itu langsung terjatuh menimpa Ika yang berada di bawah tubuhnya dengan darah segar yang mengalir deras dari kepalanya.


"Oh ya tuhan apa yang aku lakukan" ucap bocah itu syok dengan tangan gemetar.


"Rey sadarlah Lo harus pergi dari tempat ini sebelum wanita gila itu kembali" guman Reyhan kecil menyemangati diri sendiri.


Dengan gerakan cepat Reyhan kecil mendorong tubuh laki-laki itu yang menghimpit tubuh kecil Ika yang sudah t.e...lan..jan.g bulat. Reyhan langsung merengkuh tubuh Ika seraya memungut pakaiannya dan segera mengenakan kepada gadis itu agar tidak kedinginan.


Setelahnya dengan tangan yang masih gemetaran Reyhan mengangkat tubuh Ika untuk segera keluar dari tempat t..er..kutuk itu.

__ADS_1


Untung saja disana keadaannya sepi karena memang tempat itu adalah rumah yang sudah lama tidak berpenghuni sehingga kedua pasutri gi..la itu memanfaatkan keadaan dengan menculik anak-anak dan menjualnya.


Setelah dirasa cukup jauh dari tempat tersebut, Reyhan kemudian menurunkan Ika dengan perlahan di bawah pohon karena dia sudah sangat kelelahan apalagi sudah 2 hari mereka tidak di berikan makanan maupun minuman.


"Aku haus" lirih Reyhan pelan memandang kearah sekitarnya.


"Air" gumamnya berbinar melihat sungai yang berada tak jauh dari tempatnya sekarang.


"Kamu tunggu disini ya, jangan kemana-mana" ucap Reyhan mengelus lembut pucuk kepala Ika yang masih tak sadarkan diri kemudian beranjak untuk segera menghilangkan dahaganya.


Tak lama setelah kepergian Reyhan, Ika kecil tampak mulai mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan keadaan sekitarnya.


Setalah sadar sepenuhnya, Ika langsung berteriak histeris mengingat kejadian sebelumnya.


"TIDAK jangan sentuh Ika hiks hikss ayah hiks hiks tolongin Ika ... mama hiks hiks" teriak Ika histeris sambil memeluk erat tubuhnya.

__ADS_1


Mendengar teriakkan itu, Reyhan langsung berlari menuju tempat Ika tadi.


"Hey tenanglah, kita sudah aman jadi jangan takut lagi ya" ujar Reyhan lembut sambil mengelus lembut pucuk kepala Ika yang ada di pelukannya.


__ADS_2